
Malam hari di kediaman James
Embun tersadar, namun rasa sakit di kepalanya membuatnya kesulitan membuka matanya.
Setiap kali ia mencoba, semua yang di lihatnya seakan berputar bahkan ruangan yang ditempatinya pun seperti hendak runtuh dan menimpanya
Ia semakin meringis tatkala perutnya pun terasa seperti teriris benda tajam yang di akibatkan oleh pengaruh obat bius yang sudah habis
Berharap ada yang menolong pun percuma karena Embun yakin tidak ada satu pun dari mereka yang ada disana akan menolongnya
Sementara di luar sana, Mike tengah bersama dengan anak buahnya mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam rumah yang ternyata di jaga sangat ketat oleh puluhan anak buah James
Sepertinya pria itu tetap waspada sekalipun tidak pernah tau kapan Mike akan datang untuk menjemput kekasihnya sehingga penjagaan pun terlihat semakin di perketat
"Kalian sudah siap?"
"Sudah bos. Saya membagi anak buah kita dalam tiga tim yang berbeda. Tim pertama akan ikut bersama kita masuk ke dalam sana, tim kedua akan masuk ketika mendengar sandi yang kita berikan sedangkan tim ketiga akan membantu kita apabila kita benar-benar dalam kesulitan dan mereka saya tempatkan sekitar lima ratus meter dari sini supaya bisa cepat menangani kalau nantinya James meminta bantuan kepada anak buahnya yang lain"
Mike cukup puas dengan pengaturan posisi yang di lakukan anak buahnya itu. Setidaknya mereka tidak akan kesulitan kalau nantinya anak buah James yang lain tiba-tiba datang dan berniat membantu karena sudah ada yang akan menahan mereka terlebih dulu
"Bagaimana keadaan di dalam sana?" tanya Mike sambil melihat ke arah gerbang yang tertutup
"Menurut pantauan, ada sekitar lima puluh orang yang berjaga dan tersebar di setiap sudut di rumah itu bos. Seharian ini James bahkan tidak keluar dari rumahnya, jadi perkiraan kami kalau pria itu masih berada didalam sana"
Mike mengangguk mengerti, setidaknya dengan jumlah mereka saat ini kemenangan akan bersama dengan mereka. Tapi ia juga tidak mau merasa senang karena ia tidak pernah tau kelicikan apa lagi yang nantinya James tunjukkan pada mereka
"Kalian bersiaplah, kita akan segera masuk"
Anak buahnya mengangguk, mereka lalu mulai mempersiapkan diri dengan mengambil senjata yang mereka bawa. Tidak banyak, hanya berupa senjata api serta senjata tajam namun begitu berguna karena mereka sudah mahir menggunakannya
Anggota Blackhand berjalan lebih dulu sedangkan Mike dan Lio berjalan di belakang mereka. Keselamatan Mike tetap jauh lebih penting, sehingga mereka akan tetap berusaha untuk melindunginya sekalipun tujuan utama misi kali ini adalah untuk membebaskan kekasih dari pimpinan mereka
Saat mereka masuk, terlihat anak buah James tengah menunggu kehadiran mereka lengkap dengan senjata yang kini terarah kepada mereka
Meskipun cukup terkejut tapi anggota Mike juga turut mengacungkan senjatanya kearah lawan mereka seakan kedua kubu tidak ada yang ingin mengalah terhadap lawannya
"Mereka ternyata mengetahui kedatangan kita tuan" bisik Lio sembari memperpendek jarak antara ia dan Mike
"Sudah aku duga. Tidak salah kalau dia di pilih untuk menggantikan posisi ayahnya" Mike masih menatap tajam sosok yang kini berjalan menuju barisan depan
"Akhirnya kau datang juga Mike! tidak aku sangka ternyata kau butuh waktu lama hanya untuk menemukan kekasihmu!" cibir James
Mike pun ikut berjalan mendekat kearah James karena tidak mungkin ia tetap berada di belakang untuk meladeni perkataan James kepadanya
"Aku tidak butuh kata sambutan, cepat kembalikan Embun dan aku akan membawa anak buah ku pergi dari sini"
James tertawa begitu pula dengan anak buahnya, kini mereka tidak lagi saling mengacungkan senjatanya setelah kedua pimpinan mereka saling berhadapan
"Kau terlambat Mike, Embun sudah menjadi milikku bahkan ia juga sudah setuju untuk meninggalkanmu dan tetap bersamaku" ejek James yang membuat Mike melayangkan sebuah pukulan ke wajahnya
Bug!
James mengelap darahnya, kemudian maju dan membalas pukulan Mike tapi karena kesiapan Mike sehingga ia bisa menghindari pukulan tersebut
Seperti di komando, anak buah mereka berdua pun turut saling menyerang ketika melihat kedua pimpinan mereka mulai adu kekuatan
Halaman yang luas pun kini berubah menjadi arena pertarungan mereka. Tidak ada yang luput dari perkelahian, bahkan kini mereka mulai merangsek maju ke dalam rumah mewah milik James
Suara jeritan kesakitan serta letusan senjata terdengar bersahutan. Tidak sedikit yang tumbang akibat dari perkelahian mereka tapi sudah menjadi kebiasaan mereka selalu bermain dengan nyawanya sendiri sehingga tidak ada yang menolak ketika di berikan pilihan