
Di rumahnya, Edwar tengah duduk bersama James untuk membicarakan tentang berita yang ia dapatkan perihal penangkapan dirinya serta orang-orang yang sering terlihat mengawasi kediamannya
Edwar meminta bantuan James untuk membantunya melarikan diri dari kepolisian, dan tentu saja James menyanggupi permintaan pria tua itu.
Menurutnya itu bukanlah hal yang sulit bagi James mengingat selama ini pekerjaannya sering kali membuatnya harus bisa melarikan diri dari kejaran para aparat negara itu
"Paman tidak perlu takut, polisi-polisi itu tidak akan bisa menangkap paman semudah itu kalau aku masih ada disini" ucap James sembari menghembuskan asap rokok dari mulutnya
"Selanjutnya apa yang akan kita lakukan? mereka tidak akan semudah itu melepaskan kita"
"Paman cukup percaya padaku, dan biarkan aku menjalankan tugasku dengan semestinya"
James menyandarkan tubuhnya, ia sudah menyebar anak buahnya di sekitaran rumah Edwar sehingga ia bisa tau kalau ada pergerakan dari pihak kepolisian
Mungkin bagi Edwar berurusan dengan kepolisian baru kali ini ia rasakan, makanya ada rasa sedikit gusar yang tergambar di wajahnya.
Tapi bagi James yang sering kali keluar masuk penjara, sekumpulan polisi yang sedang berkeliaran di sekitar rumah Edwar bukanlah sebuah ancaman
Satu-satunya yang selalu menjadi ancaman untuknya hanyalah kelompok Blackhand serta pemimpin kelompok tersebut
Drrrt!drrrt!
Ponsel di saku celana James berdering, nama Erik selaku wakil sekaligus orang kepercayaannya tertera disana
"Ada apa?" tanya James dengan wajah dinginnya
Erik sedang menjelaskan situasi kepada bosnya, serta rencana yang nantinya akan mereka gunakan untuk menggagalkan upaya penangkapan Edwar
"Pastikan anak buah kita telah berada di posisinya masing-masing , dan kau segera bawa Paman Edwar ke tempat yang sudah kita persiapkan"
Percakapan terputus setelah Erik mengiyakan perintah bosnya itu. James lalu mematikan rokok yang di pegangnya, menatap Edwar yang sedari tadi terlihat gelisah saat mendengar percakapannya dengan anak buahnya
"Para polisi itu sedang menuju kesini, mungkin sebentar lagi mereka akan tiba disini"
Mendengar hal itu, kegelisahan makin terlihat di wajah Edwar. Baru saja ia membicarakan tentang penangkapan dirinya pada James, tapi ternyata di luar dugaan pihak kepolisian menetapkan hari itu sebagai hari penangkapannya
"Paman cukup keluar lewat pintu belakang, karena disana ada Erik yang akan mengantar Paman ke tempat yang aman"
"Kau yakin, mereka tidak akan menemukanku?"
"Terserah paman mau percaya atau tidak, tapi semakin Paman mengulur waktu maka akan semakin cepat pula orang-orang itu akan menemukan Paman disini"
James masih terlihat santai, bahkan pria itu tidak sedikitpun bergeser dari tempat duduknya
Edwar tidak memiliki pilihan. Saat ini ia hanya bisa menggantungkan hidupnya pada pria itu setidaknya selama ini James tidak pernah ingkar akan janjinya
Sedikit lagi ia tiba di pintu, namun suara pintu yang di buka paksa membuatnya menghentikan langkah. Saat ia berbalik, sekumpulan pria berbadan tegap sudah masuk menyerbu kedalam rumahnya
Seperti tersadarkan, Edwar mempercepat langkahnya namun sebuah peluru yang di tembakkan salah seorang polisi itu telah bersarang di kakinya
Ia menjerit tertahan, rasa perih yang dirasakannya membuat langkahnya melambat
Erik yang di tugaskan untuk membawa Edwar ke tempat yang aman, telah berada di balik pintu saat mendengar adanya suara letusan senjata
Dengan insting yang sangat terasah, Erik menarik tangan Edwar untuk secepatnya mengikutinya menuju sebuah mobil yang telah terparkir tepat di belakang rumah itu
Polisi yang tadi sempat mengejar Edwar, kembali menembakkan senjatanya ke arah mobil yang telah melaju dengan kecepatan tinggi di depannya itu
Ternyata kegesitan Erik mengendarai mobil itu mampu membuat peluru-peluru itu tidak mengenai mobil yang digunakannya
"Tahan mobil itu!" teriak polisi yang tadi mengejar Edwar kepada rekannya di depan
Namun, satu hal yang tidak di ketahui oleh polisi tersebut kalau di depan rekannya tengah terlibat adu jotos dengan James dan anak buahnya
Semula James yang mengira Edwar telah berhasil keluar dari rumahnya, masih nampak santai. Begitu pula saat polisi-polisi itu menyerbu masuk kedalam rumah Edwar, James hanya diam sambil memandangi mereka
Tapi begitu mendengar suara letusan senjata serta jeritan tertahan Edwar, James yang langsung mengutuki kebodohan Edwar di dalam kepalanya refleks menendang meja yang ada di hadapannya untuk menghalangi sebagian polisi yang masih berusaha masuk lebih dalam ke rumah itu
Para polisi yang tertahan itu segera mengacungkan senjatanya ke arah James. Melihat hal itu James hanya menyeringai, puluhan tahun dirinya hidup dengan memainkan benda itu sehingga tidak ada sedikitpun ketakutan yang di perlihatkannya
Dengan gerakan cepatnya, James menendang pistol yang terdekat darinya kemudian memukul polisi tersebut hingga mundur beberapa senti darinya
Polisi lain yang melihat hal itu secara serentak melepaskan tembakan ke arah James hingga suara deru senjata memenuhi ruangan itu
James dengan mudahnya menghindari tiap peluru yang hampir mengenainya. Tapi kali itu, tendangan yang sempat ia arah ke salah satu polisi dapat di hindari pula oleh polisi tersebut
Melihat dari posisinya yang tidak menguntungkan, James yang sedang diam mengamati situasi langsung tersenyum lebar begitu melihat anak buahnya masuk dan langsung mengelilingi para polisi yang berjumlah tidak lebih dari sepuluh itu
Sekejap saja, ruang tamu itu berubah menjadi arena pertarungan antara kedua belah pihak. Kedudukan tentu saja berbalik, saat ini James dan anak buahnya berhasil memojokkan pihak kepolisian
James segera menarik anak buahnya keluar dari rumah itu, saat mendengar adanya sirine bantuan yang mendekat ke arah mereka.
Mereka pun melarikan diri dengan mengendarai mobil yang tadi mereka pergunakan sewaktu berangkat kesana, namun memilih jalur yang berlawanan dengan arah kedatangan mereka tadi
Sesuai dugaan, bala bantuan datang tapi mereka sedikit terlambat karena ketika sampai disana yang mereka temukan hanyalah rekannya yang bergeletakan dengan wajah lebam serta beberapa luka akibat benda tajam
Sedangkan para pekerja yang tadi berkeliaran di sekitar rumah, terlihat berkumpul di salah satu kamar di rumah itu saling berpelukan dengan tubuh yang gemetaran