Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 90 Berpisah


Sesuai dengan janjinya, keesokan harinya seorang asisten pribadi yang bertugas menemani Embun pun di datangkan ke rumah mereka


Awalnya Embun menolak tetapi setelah perdebatan panjang dan sejumlah alasan yang Mike katakan membuat Embun mau menerima dan tidak mempermasalahkan apa-apa lagi


Setidaknya kehadiran asistennya itu bisa menjadi teman di saat Embun kesepian, karena akhir-akhir ini kesibukan Mike di kantor makin bertambah


Padatnya jadwal rapat serta kunjungan ke lokasi penambangan membuat Mike harus menghabiskan waktu lebih lama di kantor sehingga pertemuannya dengan Embun hanya terjadi saat pagi sebelum berangkat ke kantor dan malam saat Embun yang sengaja menunggunya pulang


Besarnya jumlah permintaan batu bara serta bertambahnya perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan miliknya membuatnya harus memundurkan sejumlah jadwal yang sudah jauh hari Mike persiapkan termasuk bertemu dengan dokter Mey


Meski Embun tidak keberatan dengan kesibukannya, tapi ia juga sebenarnya tidak tega meninggalkan Embun terlalu lama. Apalagi kunjungan yang dilakukannya kali ini bukan hanya di satu tempat saja melainkan ke beberapa lokasi pertambangan miliknya


Mengajak Embun kesana tentu jadi pilihan yang sulit mengingat lokasi yang di tempuh cukup jauh, terlebih kondisi fisik Embun yang masih mengkhawatirkan membuat Mike memilih untuk menitipkan istrinya itu pada Nabila.


Lagipula sudah ada seorang asisten juga yang sudah ia tempatkan untuk selalu berada di sisi istrinya


"Aku akan baik-baik saja disini. Ada kak Nabil juga yang menemaniku, jadi tidak perlu khawatir" ujar Embun sembari menutup koper yang sudah berisi barang keperluan suaminya selama bepergian


Ini kali pertama Mike berada jauh darinya, meski tidak suka tapi Embun juga merasa senang karena ia bisa merasa sedikit bebas dari sikap posesif Mike


Apalagi menikmati waktu bersama Nabila seperti dulu tentu merupakan hal yang tidak akan ia sia-siakan. Terlebih mengingat perbincangan mereka hari itu tidak bebas seperti biasanya karena Mike yang terus berada disana dan juga ikut mendengarkan


"Kau terdengar sangat senang, sayang?" peluk Mike sambil menikmati aroma sampo dari rambut istrinya


"Mana mungkin aku senang kalau setiap malam tidak ada lagi yang akan menjahili ku" kekeh Embun menutupi keterkejutan karena Mike seakan mengetahui isi hatinya


"Aku juga tidak bisa kalau tidak memelukmu seperti ini saat tidur. Apa aku akan baik-baik saja disana?" Mike memelas


Embun mengerti akan pikiran suaminya yang mengatakan tidak bisa mengajaknya kesana namun sengaja memelas seperti ini supaya Embun merengek padanya dan akhirnya mengizinkan dirinya ikut


Tapi Embun tentu saja mencari cara untuk menolak keinginan suaminya kerena ia sudah


membayangkan bisa berjalan-jalan di mall dan menghabiskan waktu di salon bersama Nabila yang lebih menggiurkan dari pada harus mengikuti Mike dan berakhir terkurung di dalam kamar seperti yang sudah-sudah


"Kamu tidak berencana untuk berkeliaran selama aku tidak ada kan, sayang? tanya Mike dengan pandangan menyelidik


Embun tertawa canggung, ia seperti pencuri yang tertangkap tangan sedang melakukan aksinya padahal sedari tadi rencana-rencananya itu hanya terlintas di pikirannya saja


"Tentu saja tidak, sayang. Aku hanya akan menghabiskan waktu bersama kak Nabil sambil bercerita, soalnya pembicaraan kami kemarin kurang leluasa karena ada kamu disana" kilah Embun


"Hhh…tapi setidaknya jangan menceritakan soal malam pertama kita padanya, sayang" gemas Mike sembari mengecup bibir istrinya


Mungkin bagi Embun menceritakan pengalaman yang pertama baginya kepada sang kakak merupakan hal yang biasa, tapi berbeda dengan Mike yang merasa kasian terhadap Nabila yang bahkan hanya bisa membayangkan apa yang di ceritakan Embun padanya


Walaupun Nabila pasti menyikapi hal itu dengan bijak, namun Mike menganggap keindahan yang mereka rasakan saat itu cukup menjadi kenangan berdua tanpa harus di bagikan kepada orang lain


"Memangnya kenapa?" tanya Embun dengan polosnya


"Memangnya kau mau, kalau ada perempuan lain yang jadi menginginkan suamimu hanya karena mendengar ceritamu tentang kehebatan suami dalam setiap percintaan kalian" Mike menyentil kepala Embun supaya apa yang dikatakannya bisa di mengerti oleh istrinya itu


"Tidak mau! tentu saja kamu hanya milikku saja! lagipula aku hanya menceritakan pada kak Nabila saja"


Mike hanya menghela nafasnya, menyanggah ucapan Embun hanya akan memperpanjang perdebatan mereka sedangkan waktu terus berjalan dan sebentar lagi dia akan segera berangkat


"Aku harus segera berangkat, apa kau tidak mau memberikan aku obat untuk bisa menahan rindu padamu?"


Embun memberikan kecupan sekilas di bibir suaminya, ia hampir lupa kalau Lio sudah menunggu di bawah dan sebentar lagi mereka akan segera berangkat


"Aku butuh yang lebih dari ini, sayang!"


Embun kembali mengecup bibir Mike sedikit lebih lama dari yang sebelumnya, tapi tidak ia sangka ternyata bukan hanya bibirnya saja yang Mike ingin ternyata juga tubuhnya


Karena setelah ciuman yang diberikannya Mike justru menariknya ke kasur dan mulai menjelajahi tubuhnya


Meski Embun menolak tapi ia tidak kuasa menahan tiap belaian dan sentuhan yang suaminya berikan, padahal semalaman mereka sudah melakukannya tapi ternyata tidak ada kata puas bagi Mike yang sementara akan terpisah dari istrinya