Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 56 Taman bunga


Tiga bulan selepas kepulangan Mike dari rumah Embun, kondisi Embun mulai menunjukkan kemajuan.


Ia tidak lagi di serang kepanikan ketika bertemu dengan orang baru, meskipun untuk mimpi buruknya hingga saat ini masih saja belum ada perubahan


Kehadiran Nabila dan dokter Niken disampingnya, ternyata membawa pengaruh positif bagi kesembuhan Embun.


Keduanya juga berharap kemajuan seperti ini terus terjadi supaya Embun secepatnya bisa menikmati kehidupan normalnya, apalagi Mike juga mengatakan kalau ia berencana untuk menikahi Embun saat gadis itu sudah sembuh dari sakitnya


"Apa saya mengganggu kalian?" tanya Mike pada ketiga wanita yang tidak sadar akan kedatangannya


"Ah pimpinan, kami hanya sedang bersiap ingin mengajak Embun melihat taman bunga di belakang rumah ini" Nabila tersenyum canggung, ia tetap merasa harus menjaga jarak sekalipun mereka sudah sering bertemu


"Kalau saya ikut kesana juga, apa kalian keberatan?" Mike memandang bergantian pada Nabila dan Niken yang juga saling melempar pandangan


"Tentu saja tidak tuan. Saya malah bersyukur kalau tuan bersedia membawa Embun kesana. Sebenarnya saya juga sedang di tunggu oleh beberapa pasien saya, jadi sekiranya kehadiran tuan bisa meringankan pekerjaan saya sekarang"


Dokter Niken sengaja memberikan waktu berdua untuk Embun dan Mike agar semakin mempererat hubungan antar keduanya


"Kalau begitu jangan buat pasien-pasien anda menunggu lebih lama lagi. Saya pasti akan menjaga dan mengantar Embun kemanapun ia ingin pergi"


"Saya juga sepertinya sudah lama tidak pergi berdua dengan pacar saya, mumpung pimpinan ada disini saya percayakan Embun pada pimpinan"


Nabila yang paham dengan situasi memilih untuk pergi. Toh ia juga tidak mau menjadi obat nyamuk bagi kedua pasangan di depannya itu


"Baiklah, silahkan nikmati waktu kalian"


Keduanya pun berlalu dari sana. Kini tinggal Embun dan Mike saja yang berada di dalam kamar tersebut


Mike mendekati Embun yang masih terdiam di tempat duduk favoritnya. Berjongkok sembari memegang tangan kekasihnya yang kini terlihat lebih baik pasca tragedi hari itu


Mike memandang sayu wajah kekasih yang sangat di cintainya itu. Ia berharap Embun sudah mau menerima pelukan penenang darinya ketika mimpi buruk itu kembali menyerang.


Ia merasa sangat tersiksa ketika tidak mampu berbuat apa-apa saat melihat Embun kesakitan seperti itu


Embun sebenarnya bukan menolak kehadiran Mike, justru ia selalu merasa aman ketika berada di sisi pria itu. Namun untuk saat ini ia sedang berusaha mengendalikan dirinya sendiri, dan berharap hal itu bisa secepatnya ia lakukan demi orang-orang yang peduli dengannya


"Jangan menangis" Mike menyeka air mata yang kini membasahi wajah manis itu.


Embun menutup matanya ketika Mike mendekatkan wajahnya. Melihat tidak ada penolakan, Mike memberanikan diri untuk menyatukan kedua bibir mereka


Cukup lama, namun penuh dengan kelembutan dan kehati-hatian sebab Mike ingin meyakinkan Embun bahwa sentuhannya tidak akan pernah menyakitinya


Mike melepaskan tautan mereka, sungguh ia ingin membawa gadis itu dalam dekapannya tapi tentu saja ia tidak mau terburu-buru karena kini ia harus memulai semuanya dari awal


***


Untuk kali pertamanya,Embun keluar dari kamar dan Mike membawanya ke taman bunga milik mendiang ibunya. Tidak pernah sekalipun ia menginjakkan kaki kesana meskipun hingga hari ini ia tetap membayar orang untuk mengurus taman tersebut


Bukan tidak peduli, hanya saja setiap tempat yang membuatnya teringat akan ibunya justru meninggalkan rasa sedih yang mendalam di hatinya.


Tapi kini, ia tidak datang sendiri kesana. Kehadiran Embun mampu menekan kesedihan yang kerap kali datang ketika ia teringat akan ibunya


"Apa kau menyukainya?" Embun mengangguk mengiyakan sambil menyentuh bunga-bunga yang selama tiga bulan ini selalu menemaninya


Mike tersenyum lembut, melepaskan genggaman tangannya dan memberikan ruang pada Embun untuk menikmati kesenangannya