Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 55 Menemui calon mertua


Nabila menyetujui permintaan Mike untuk menemani Embun selama pengobatannya di lakukan, namun ia menolak untuk tinggal di rumah mewah tersebut karena merasa kurang nyaman berada di satu atap dengan pimpinannya di kantor


Kesepakatan keduanya pun terjalin, dimana Nabila akan menemani Embun di saat-saat Mike sedang bekerja ataupun dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk pulang sementara Mike akan bergantian di waktu malam dan hari libur bekerja


Saat itu juga, Mike mengutarakan keinginannya untuk menemui orang tua Embun sebagai mana yang dokter Niken sarankan padanya


Meski sebelumnya Nabila mengatakan keraguan akan keinginan Mike tapi melihat pria itu bisa meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja membuat Nabila akhirnya terpaksa membiarkan Mike menemui orang tua Embun bersama asistennya


Hari keberangkatannya pun tiba. Pukul tujuh pagi, kendaraan yang membawa Mike meninggalkan halaman rumah mewah miliknya menuju ke sebuah desa di daerah Bandung barat


Selama di perjalanan pun Mike tetap di sibukkan dengan pekerjaannya, menjadi anak pemilik perusahaan tidak lantas membuatnya harus duduk diam tanpa mengerjakan apa-apa


Hingga tibalah mereka pada sebuah rumah semi permanen yang memiliki halaman rumah yang cukup luas yang di pergunakan untuk menjemur berbagai hasil ladang


Kedatangan Mike beserta mobil mewahnya tidak luput dari perhatian warga desa sehingga ketika mobil itu melintas di depan rumah mereka pemilik rumah tersebut secara terang-terangan melongokkan kepalanya


Begitu pula dengan orang tua Embun yang sudah berdiri di depan pintu menantikan tamu mereka turun dari mobilnya


"Selamat siang. Apa benar ini rumah pak Adam?" sapa Lio yang berjalan lebih dulu dari Mike


"Benar dengan saya sendiri. Tuan-tuan ada perlu apa dengan saya?" tanya pak Adam bingung karena ia tidak merasa mengenal kedua pria di hadapannya


"Perkenalkan saya Lio dan ini tuan saya Mike, sebenarnya kedatangan kami kesini ada sedikit permintaan pada pak Adam tapi rasanya kurang enak kalau berbicara di depan pintu seperti ini"


"Oh iya, maaf sampai lupa di ajak masuk. Ayo sini tuan-tuan silahkan masuk!"


Mike melangkah masuk sambil melirik ke dalam rumah Embun yang meskipun sederhana namun cukup nyaman untuk di tinggali. Ia sudah merasa betah sekalipun nanti Embun mengajaknya untuk tinggal disana ia tidak akan menolak


"Mohon di maklumi rumah kami seperti ini adanya. Perkenalkan saya pak Adam dan ini isteri saya" papa Embun menunjuk istrinya yang tengah menyuguhkan minuman dan makanan pada kedua tamunya


"Sebelumnya kami mohon maaf, mungkin kehadiran kami mengejutkan bapak dan ibu tapi kedatangan kami kesini ingin membicarakan tentang nona Embun. Putri bapak dan ibu"


Lio membuka pembicaraan mewakili tuannya yang sedari tadi sibuk memandangi foto yang terpajang di dinding rumah itu


"Ada apa dengan Embun?" ibu Lita memasang wajah khawatir ketika mendengar nama anaknya disebut


"Nona Embun tidak apa-apa Bu, hanya saja ada sedikit kejadian tidak menyenangkan yang membuat nona Embun hanya mau di temui oleh kerabat dekatnya saja sedangkan bila bertemu dengan orang baru nona Embun akan bereaksi berlebihan"


"Sebenarnya kedatangan kami kesini, ingin meminta tolong pada bapak dan ibu untuk mengunjungi Embun. Sekiranya kehadiran bapak dan ibu di samping Embun bisa membuat keadaannya kembali seperti sedia kala" tambah Lio


"Saat anak itu pergi dari rumah ini, kami sudah tidak menganggap dia sebagai anak kami lagi. Saya rasa kedatangan tuan-tuan kesini akan percuma karena sampai kapanpun kami tidak akan mau bertemu dengan anak itu lagi!"


Lio memandang tidak percaya pada pria paruh baya di depannya, baru kali ini ia menemukan orang tua yang membuang anaknya begitu saja hanya karena satu kesalahan yang ia pun tidak tau seberapa besar kesalahan yang di lakukan oleh gadis itu


Sementara Mike yang sudah menduga akan hal ini, tidak merasa terkejut meskipun apa yang di ucapkan oleh calon mertuanya itu sedikit keterlaluan menurutnya


"Tidak boleh begitu pak, Embun itu anak perempuan kita satu-satunya" mohon ibu Embun dengan air matanya yang sudah berderai


"Aku tidak memiliki anak yang membangkang seperti dia! kamu jangan lupa Bu, anak itu sudah mencoreng nama baik kita di desa ini!" bentak Pak Adam dengan suara yang meninggi


Lio melirik tuannya yang masih memperhatikan pertengkaran kedua orang tua Embun di hadapan mereka


"Itu bukan sepenuhnya salah Embun pak! salah kita juga yang memaksa Embun untuk segera menikah," bela ibu Embun sambil menarik lengan suaminya yang sudah bangkit berdiri


"Kalau kau mau menyusul anak itu, silahkan! tapi ingat jangan kembali lagi ke rumah ini! dan kalian berdua, saya harap segera meninggalkan rumah saya"


Pak Adam hendak berjalan masuk meninggalkan kedua tamunya, namun langkahnya di hentikan oleh perkataan Mike yang di tujukan kepadanya


"Mendiang ibu saya pernah berkata, seburuk-buruknya seorang anak tetap akan menjadi anak yang akan di banggakan kelak oleh kedua orang tuanya. Lantas hanya karena hal sepele seperti ini, anda malah tega memutuskan hubungan dengan putri anda sendiri?"


"Tutup mulutmu anak muda! anak dari keluarga kaya sepertimu tidak akan pernah tau rasanya di hina hanya karena kesalahan kecil yang dilakukan anaknya, karena kalian hanya tinggal mengeluarkan uang untuk menutup mulut orang-orang yang berlaku buruk pada kalian!"


Mike menggelengkan kepalanya, ia bahkan sangat tau bagaimana rasanya di hina dan di remeh kan oleh orang lain, bahkan yang lebih parah lagi yang melakukan itu adalah papanya sendiri saat itu


"Bagaimana kalau Putri bapak menikah dengan saya? bukankah keinginan bapak akan terpenuhi?"


"Omong kosong macam apa ini! kamu kira pernikahan itu sesuatu hal yang bisa kamu permainkan!" sentak pak Adam dengan sengitnya. Tidak terima dengan perkataan Mike yang seakan merendahkannya


"Saya tidak pernah bermain main untuk sesuatu yang sakral seperti pernikahan. Terlebih lagi saya serius dengan perkataan saya yang ingin menikahi putri bapak"


"Saya tidak akan memaksa bapak untuk menemui Embun tapi saya harap bapak pertimbangkan kembali sebelum nantinya bapak akan menyesali semuanya. Saya permisi"


Mike menjabat tangan ibu Embun kemudian melangkah keluar dari rumah Embun dengan emosi yang di tahannya