Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 11 Melatih kesabaran


"Ini buku yang anda inginkan," Embun menyodorkan sebuah buku karangan Jane Austen yang berhasil ditemukannya


"Bukan buku itu yang saya cari" ucap pria itu acuh sambil memalingkan wajahnya pada tumpukan buku di hadapannya


"Tapi tuan ini kan buku karangan Jane Austen yang tadi anda minta"


"Bukan judul buku itu yang saya cari.Bawakan yang lain"


Embun menggerutu, pria itu setidaknya bisa memberitahukan judul buku apa yang ia inginkan sehingga tidak harus membuatnya bolak balik seperti setrikaan


"Bukan yang itu, kau membuang-buang waktuku saja" tolak pria itu, ketika Embun kembali menyodorkan tiga buah buku dengan judul yang berbeda


Dengan perasaan kesal Embun menarik tangan pria itu dan membawanya menuju ke tempat rak buku itu berada


"Ini semua buku karangan Jane Austen tuan, silahkan pilih sendiri buku mana yang tuan inginkan karena waktu istirahat hampir habis dan saya sudah sangat lapar"


Pria itu menarik sudut bibirnya, tidak ia sangka tubuh mungil itu terbungkus nyali yang cukup besar


"Sepertinya buku yang saya cari bukan di tulis oleh Jane Austen" ujarnya santai sembari melenggang pergi meninggalkan Embun yang berdiri mematung di tempatnya


Meskipun kemarahan Embun menumpuk, tapi kesadarannya masih bisa bekerja dengan baik. Dengan kesadaran akan dirinya yang baru bekerja hari itu, tidak serta merta membuatnya mencerca pria tampan itu


Tanpa berkata apa-apa lagi, Embun membalik badannya menjauhi pria itu.


"Sepertinya atasanmu tidak akan suka kalau melihat pekerjanya meninggalkan pelanggan begitu saja apalagi pekerja itu baru bekerja disini"


Deg


Kata-kata sindiran itu mampu membuat langkah kaki Embun terhenti, dengan tangan yang terkepal ia kembali mendekat pada pria itu


"Bukankah akan lebih baik kalau anda mengatakan hanya datang untuk melihat-lihat ketimbang meminta sesuatu padahal anda sendiri tidak tau apa yang anda cari"


"Tidak usah berceramah, saya tidak butuh"


Embun menarik nafas dalam-dalam, stok kesabarannya kian menipis tapi pria itu seakan tidak berhenti untuk membuatnya kesal


"Melihat dari pakaian anda, sepertinya anda tidak terlihat seperti orang yang memiliki banyak waktu luang"


Mike berhenti berjalan, ia memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Embun


"Apa kau di pekerjakan untuk menilai tampilan seseorang?" tanyanya ketus


"Tutup mulutmu itu dan cukup temani saya mencari buku yang saya inginkan" bentak Mike yang juga mulai merasa kesal dengan perkataan Embun


"Tapi saya sangat lapar tuan, bagaimana kalau saya pamit makan siang dulu nanti saya kembali lagi kesini membantu anda mencari buku yang anda maksud itu"


"Tidak ada tawar menawar, lakukan pekerjaanmu atau saya laporkan kamu pada manager toko ini" ancam Mike membuat Embun hanya bisa mencibir dari balik punggungnya


"Sayang wajahnya saja yang tampan tapi perilakunya sangat buruk" gumam Embun sambil memperbaiki letak buku yang di lewatinya


"Saya anggap itu pujian karena selama ini para wanita selalu berkata kalau saya orang yang sangat menyenangkan dan berperilaku baik terhadap mereka" balas Mike yang ternyata mendengar apa yang Embun katakan


Embun mengacuhkan kesombongan pria itu, menurutnya semakin di ladeni maka pria itu akan semakin lama pula berada disana


Tidak lagi mendengar sanggahan dari Embun, Mike kembali berjalan mengitari rak-rak buku yang ada disana namun ujung matanya tetap mengawasi gadis itu


Cukup lama keduanya berpindah dari rak buku satu ke rak buku yang lain tapi sepertinya Mike benar-benar tidak menemukan buku yang di carinya


Hal itu membuat Embun yang sudah merasa perih di perutnya terpaksa menghentikan langkah kaki pria itu


"Tuan-"


"Mike"


"Baiklah tuan Mike yang kalau boleh jujur sangat menyebalkan, sepertinya anda begitu menikmati penderitaan saya hari ini tapi sekiranya saya butuh tenaga untuk bisa menemani anda bermain-main"


"Kau bilang saya menyebalkan?"


"Ya anda sangat-sangat menyebalkan padahal seandainya anda tidak menyebalkan seperti ini, saya pasti akan menjadi salah satu pemuja wajah anda yang tampan itu"


Mike tertawa, gadis itu di nilainya sangat unik namun membuatnya seperti tertarik sebuah magnet yang membuatnya tidak ingin jauh dari gadis itu


"Cukup katakan kau menyukaiku maka dengan senang hati aku akan menjadikanmu kekasihku" goda Mike mengedipkan sebelah matanya


"Saya tidak tertarik dengan tawaran anda, sepertinya di depan sana banyak senior saya yang berharap mendapat tawaran itu dari anda. Jadi silahkan anda temui mereka karena saya sudah tidak bisa lagi menahan sakit di perut saya"


Mike merasa sedikit bersalah saat melihat wajah pucat gadis itu sehingga ia tidak menahan gadis itu lebih lama lagi ketika gadis itu berbalik dan meninggalkannya disana


Ia pun melangkahkan kakinya keluar dari toko tersebut dan menuju ke mobil miliknya yang di dalamnya masih berisi asistennya yang sedari tadi menunggunya