
Mike panik saat melihat istrinya merintih sembari memegangi perutnya. Ia berteriak memanggil perawat yang sedang berjaga, dan para perawat yang mendengar teriakannya pun segera berlarian masuk ke dalam ruangan dimana Embun di rawat.
Tidak lupa juga salah seorang dari mereka memanggil dokter yang sedang bertugas pada hari itu untuk secepatnya memeriksa kondisi Embun, sembari perawat yang lain memberikan pertolongan awal pada Embun
Mike hanya berdiri mematung di sisi tempat tidur istrinya. Ia sedikit menepi saat para tenaga medis itu melakukan tugas mereka
Tidak lama kemudian, dokter Mey pun tiba setelah sebelumnya ada salah seorang perawat yang mengabarkan padanya tentang kondisi yang di alami Embun
Ia pun segera membaur membantu dokter jaga yang sudah lebih dulu memberikan pertolongan awal pada Embun
Hampir satu jam lamanya, baru lah mereka bisa meredakan sakit yang dirasakan Embun. Terbilang cukup lama, karena Embun beberapa kali menolak untuk di sentuh oleh mereka
Entah dengan alasan apa, tapi wanita itu seperti orang yang ketakutan. Tidak hanya menolak untuk di sentuh, Embun juga bahkan berteriak histeris setiap kali mereka akan menyentuhnya
Meski dengan sedikit paksaan, akhirnya Mey berhasil membuat Embun tertidur dengan bantuan obat penenang. Bukan pilihan yang bijak memang, tapi Mey harus melakukan sesuatu demi keselamatan janin di dalam perut wanita itu
"Ikut keruangan ku, ada hal yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Mey menyadarkan Mike yang sedari tadi mematung di samping tempat tidur istrinya
"Aku akan menemui mu nanti"
"Biarkan Embun berisitirahat, banyak perawat yang akan menjaganya disini. Aku akan mentraktir mu secangkir kopi, sekalian ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu" Mey memandang iba pada Mike.
"Baiklah. Aku akan menyusul mu setelah memastikan istriku ada yang menjaga"
Mey pun tidak lagi mendebat. Ia berjalan menuju ke ruangannya seraya mempersiapkan secangkir kopi seperti yang ia janjikan
Sepeninggalan Mey, Mike duduk bersisian dengan istrinya yang sedang tertidur. Ia sebenarnya ingin tetap disana menemani Embun hingga nanti istrinya itu terbangun, tapi Mey pasti akan terus menerornya kalau sampai ia tidak juga datang kesana
Setelah memastikan istrinya aman, dengan langkah gontai Mike berjalan menuju ke ruangan Mey
Ia sudah tau apa yang nantinya akan sahabatnya itu katakan, namun ia pun sejujurnya masih belum bisa mengatakan apa-apa karena saat ini pikirannya benar-benar kacau
"Untung saja kau segera datang sebelum kopi ini dingin" dokter Mey menyesap kopi yang tersisa setengah di cangkirnya
Mike duduk kemudian ikut menyesap kopi yang tersedia untuknya. Rasa pahit kopi sedikitnya mampu merilekskan ketegangan yang sedari tadi ia rasakan
"Sepertinya kau butuh teman bicara, dan kebetulan aku sedang punya waktu luang"
Cukup lama Mike terdiam, mungkin karena pria itu pun sedang bingung akan bercerita dari mana. Sementara dokter Mey hanya menatap Mike tanpa mau memaksa sahabatnya itu untuk menceritakan beban yang ia pukul
"Embun pernah di culik. Sepertinya ia hampir mendapat perlakuan buruk saat itu." Tatapan Mike menerawang, ia kembali menjeda kalimatnya
"Salah satu musuhmu?" Tebak Mey yang di jawab anggukan oleh Mike
"Entah bagaimana, ba jingan itu bisa menyukai istriku dan berusaha untuk merebutnya dariku"
"Karena terobsesi ingin memiliki istriku, ba jingan itu sampai mengorbankan nyawa seluruh keluarga istriku karena ternyata istriku lebih memilih bersamaku" tambah Mike
"Jadi orang tua Embun sudah meninggal dan yang membunuh mereka musuhmu itu?" tanya Mey memastikan pendengarannya. Dokter cantik itu pun mencondongkan tubuhnya, selain penasaran ia pun cukup terkejut dengan apa yang barusan ia dengar
"Sangat Tragis!" Helaan nafas Mike terdengar lebih panjang dari sebelumnya. Sangat sulit memang menceritakan hal yang tidak ingin ia ingat, tapi menyimpannya sendiri juga kurang bijak karena hanya akan terus menyakiti dirinya sendiri
Mey memegang dadanya. Kata tragis sudah cukup mewakili rasa penasarannya akan kematian orang tua Embun. Ia yakin seburuk apa itu sehingga membuat Mike enggan untuk menceritakannya