
Kediaman James
James meletakkan ponselnya di atas nakas. Ia baru saja menerima telepon dari papanya yang kembali mengingatkan tentang perjanjian mereka
Padahal tanpa di ingatkan pun, ia akan tetap memenuhi janji yang sudah mereka sepakati hanya saja ia memang masih memerlukan sedikit waktu untuk menyelesaikan urusannya di negara ini
Dan ia berharap sebentar lagi keinginannya itu bisa terwujud sehingga ia bisa meninggalkan negara yang sudah membesarkan namanya ini dengan tenang
Walaupun tentu saja ia sebenarnya lebih menyukai pekerjaan yang ia jalani disini dari pada mengurus perusahaan yang nantinya akan ia warisi dari papanya
Ya, papanya sudah mengatakan akan menyerahkan perusahaan yang selama ini ia miliki kepada dirinya yang merupakan putra semata wayangnya
Sebuah perusahaan yang cukup besar yang berada di negara tempat kelahirannya. Padahal sudah cukup lama papanya memintanya untuk kembali dan menggantikan posisinya disana hanya saja selalu mendapat penolakan darinya
Namun memang jalan Tuhan tidak pernah ada yang menduga, sehingga mau tidak mau sebulan lagi ia harus menerima dan menjalankan tugas barunya
Padahal ia lebih menyukai sebuah tantangan ketimbang hanya duduk dan memeriksa laporan dan berkas-berkas yang pasti akan membuat kepalanya pusing
Tetapi dengan kondisinya saat ini, hanya pekerjaan ini lah yang cocok untuknya. Lagipula ia memang berniat mencoba hidup baru yang jauh dari yang selama ini ia jalani
Tentu saja ia akan tetap mencoba mengajak Embun untuk ikut bersamanya meskipun ia pun meyakini kalau keinginannya itu adalah hal yang mustahil
Sekiranya pertemuannya dengan Embun kali ini memang ia niatkan untuk membuat wanita itu kembali mengingatnya. Ia mungkin merupakan kenangan terburuk wanita itu tapi ia berharap bisa di ingat meskipun ingatan itu menyakitkan
Oleh karena itu, ia berusaha keras untuk bisa bertemu dan berbincang berdua dengan wanitanya sampai nanti ia mendengar sendiri dari bibir wanita itu apakah ia akan ikut dengan dirinya atau tidak
Meskipun harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit tapi James tidak peduli karena dirinya pun tengah di kejar oleh waktu
"Halo tuan."
"Kapan aku bisa bertemu dengan wanita itu?"
"Mungkin besok tuan, hari ini banyak orang yang berkumpul untuk menemani pasien jadi saya masih belum bisa mencari celah yang bagus untuk membuat tuan bisa bertemu dengannya"
"kabari secepatnya, tapi ingat jangan sampai ada yang curiga dengan tingkah lakumu"
"Baik tuan."
James kembali menghempas ponselnya dengan asal. Sudut bibirnya terlihat menyunggingkan seulas senyuman karena seseorang yang ia hubungi tadi mengatakan kalau besok ia sudah bisa berbicara dengan wanitanya
Ia sudah tidak sabar, apalagi ia juga sudah bosan harus bersembunyi begitu lama hanya karena tidak ingin keberadaannya terendus oleh Mike dan anak buahnya
Bagaimana pun, James masih yakin hingga saat ini Mike masih juga mencari kebenaran tentang keberadaan dirinya.
Karena itu sebisa mungkin ia akan membuat orang-orang tidak akan bisa mengenali dirinya terlebih untuk hal itu ia merupakan seorang ahli
Beruntung anak buahnya juga turut menyembunyikan keberadaan dirinya sehingga orang-orang akan menyangka dirinya sudah mati saat kecelakaan hari itu