
Mike membatalkan keberangkatannya ke Kalimantan hanya karena seorang gadis yang sedang berada di rumahnya.
Alasan yang terlalu berlebihan tapi ia tidak mungkin melewatkan kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan gadis itu, apalagi semalam pembatas yang memisahkan mereka sudah tidak ada
Ia hanya akan mendengar hasil akhir dari persidangan yang nantinya akan menentukan kemana langkah selanjutnya yang akan mereka ambil, namun Mike berdoa semoga keputusan hakim sesuai dengan yang mereka harapkan
*
*
*
Embun masih terduduk di tempatnya, perlakuan manis Mike sejenak membuatnya salah tingkah. Entah kenapa pria itu menjadi lebih lembut kepadanya, padahal selama ini mereka selalu terlibat adu mulut bila bersama
Hingga Mike menghilang di balik pintu, Embun masih saja menatap kosong ke arahnya. Perkataan serta perbuatan Mike benar-benar membuatnya kebingungan, harus kah ia senang atau justru harus marah karena tidak mengerti maksud dari pria itu
Embun memutuskan untuk tetap berada di rumah mewah Mike, tidak pulang ke kostan dan tidak pula bekerja. Selain menghindari pertanyaan Nabila yang kemungkinan tidak bisa ia jawab, ia juga harus menghindar dari Bima yang pasti akan mencarinya ke tempatnya bekerja
Setelah membereskan meja makan, Embun yang sejak kemarin tidak berganti pakaian segera memasuki kamar Mike untuk mencari baju yang sekiranya bisa ia gunakan
Maksud hati hanya akan mengambil baju, tapi ternyata Embun kini sudah berkeliling mengagumi kamar yang pernah ditempatinya itu
Kamar yang terbilang sangat rapi dan bersih untuk ukuran seorang pria lajang, kamar bernuansa abu-abu putih itu seakan menunjukkan kalau pemiliknya menyukai semua hal yang berbau lembut. Sungguh berbeda jauh dengan tampilan pria itu
Kamar itu berada di lantai dua, namun Embun tidak menemukan adanya balkon kamar seperti yang ia lihat di miliki orang-orang kaya yang ia tonton di televisi
Di kamar itu hanya memiliki sepasang jendela besar yang ketika tirai penutupnya di buka akan memperlihatkan sebuah kolam renang yang bersebelahan dengan taman yang di penuhi dengan bunga
Selesai dengan wisatanya, Embun menyambar sebuah baju kemeja berwarna biru tua lengan pendek yang ketika dipakainya mampu menutupi hingga sebatas pahanya
Sedangkan celana, ia tidak berharap banyak karena ukuran celana pria itu tidak ada satu pun yang bisa dipakainya.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Embun menikmati waktunya dengan menonton televisi karena mengira Mike akan pulang malam nanti sehingga ia tidak perlu terburu-buru menyiapkan makanan untuk pria itu
Meskipun bosan tapi Embun benar-benar menikmati waktunya, ia sengaja belum mengaktifkan ponselnya karena tidak mau menerima telepon dari Bima
Dirinya masih marah dan kecewa terhadap dokter muda itu, walaupun rasa marah dan kecewa itu sempat ia lupakan ketika bersama dengan Mike
*
*
*
Hari itu untuk pertama kalinya Mike pulang ke rumah bertepatan dengan kepulangan karyawannya, biasanya ia akan pulang paling akhir setelah menyelesaikan pekerjaannya tapi keberadaan Embun ternyata membuatnya tidak sabar ingin cepat bertemu dengan gadis itu
Ketika sampai di rumah, Mike yang langsung masuk karena pintu yang tidak terkunci hanya mendengar suara televisi yang sedang menyala tapi suara Embun sama sekali tidak terdengar
Mengira gadis itu sedang asik menonton TV dan tidak menyadari kedatangannya, perlahan Mike mendekat hendak mengejutkan namun justru ia yang terkejut mendapati Embun yang tertidur dengan baju yang kebesaran di tubuhnya
Mike mengenali baju itu miliknya, hanya saja ia tidak mengerti kenapa Embun memilih baju itu padahal baju yang di milikinya cukup banyak
Selagi menunggu Embun terbangun, Mike memesan makanan online karena tau Embun hingga saat ini belum memakan apa-apa. Mengajak makan di luar pun tidak mungkin, mengingat pakaian yang dikenakan Embun saat ini begitu mengekspos tubuhnya dan tentu saja Mike tidak mau tubuh Embun menjadi santapan mata pria di luaran sana
"Kau sudah pulang?" tanya Embun sambil mengusap wajahnya, ia khawatir ada liur yang menetes ketika tadi ia tertidur
"Ya, kau sudah makan? aku lapar sekali, terlalu asik bekerja sampai lupa makan siang"
"Tapi aku belum memasak apa-apa, kalau kau bisa menunggu sebentar lagi akan aku buatkan sesuatu untuk di makan"
"Tidak perlu, tadi aku sudah memesan makanan. Kau tinggal hidangkan saja, aku mau ke kamar dulu mengganti pakaian"
Embun bergegas mencuci mukanya, setelah itu ia menyajikan makanan yang di pesan Mike yang ternyata cukup banyak padahal yang akan memakannya hanya mereka berdua saja
Sepuluh menit kemudian, Mike sudah duduk di kursinya dengan pakaian rumahan yang terlihat lebih santai namun tidak mengurangi sedikitpun ketampanan yang dimilikinya
Sudah seperti sepasang pengantin baru, Embun dengan telaten mengambilkan makanan untuk Mike dan dirinya
Mereka makan bersama, namun dengan suasana yang tenang. Tidak ada percakapan yang terjadi hingga makanan yang mereka makan telah habis
Bahkan mata Mike terus menatap lekat gerak gerik Embun yang terlihat sibuk hilir mudik di depannya, seakan kehadiran Mike tidak membuatnya terusik
"Aku harus pulang malam ini, kasian kak Nabil pasti kebingungan mencari ku"
"Kau tidak betah disini?"
"Bukan tidak betah, hanya saja tidak baik seorang gadis berada satu rumah dengan seorang pria lajang sepertimu. Apalagi saat ini aku masih menumpang hidup dengan kakakku"
"Bagaimana kalau kita menikah? jadi kau tidak perlu takut lagi berada satu rumah denganku"
Embun mengernyit, ajakan menikah rasanya sudah seperti ajakan untuk berpacaran. Pria itu mengatakannya begitu mudah sedangkan Embun tidak mungkin menerima begitu saja
"Apa kau lupa, kalau aku menolak untuk menikah dan kabur kesini. Sekarang malah kau menawarkan pernikahan denganku?"
"Aku tidak lupa, tapi aku hanya mengatakan apa yang aku inginkan. Sekalipun kau menolak, aku tetap akan pastikan kalau nantinya kita akan menikah"
"Aku menolak. Aku tidak mau menikah denganmu sampai kapanpun"
"Aku tidak menerima penolakan darimu, mulai saat ini kau milikku dan selamanya akan menjadi milikku" Mike mendekat dan ******* bibir Embun dengan kasar. Gadis itu memberontak dan mendorong tubuh Mike supaya menjauh
"Bersiaplah, aku akan mengantarmu pulang"
Keduanya pun berjalan menuju ke kamarnya masing-masing, Embun hanya mengambil barang miliknya sedangkan Mike mengambil kunci mobil untuk mengantar Embun pulang
Suasana di mobil pun masih terasa mencekam, Embun hanya membuang mukanya ke arah jendela sedangkan Mike tengah fokus menatap jalanan malam yang masih ramai dengan kendaraan
Setibanya di gang kostan Embun, Mike memarkir mobilnya kemudian turun dan berjalan di belakang gadis itu hingga mereka tiba di depan teras kostan dan bertemu dengan Nabila dan juga Bian yang terkejut melihat Embun datang bersama dengan atasannya di kantor
"Aku pulang" Mike mengecup puncak kepala Embun, kemudian mengangguk kearah Bian dan Nabila tanda berpamitan. Setelah itu pria itu pun menghilang di balik gelapnya malam