Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 96 Kabar baik


Sejak kunjungan mereka hari itu, Mike benar-benar melakukan semua hal yang di katakan oleh Mey meskipun pada awalnya ia merasa cukup tersiksa namun seiring berjalannya waktu serta kesibukan yang bertambah waktu sebulan pun terlewati begitu saja


Sayangnya kabar yang sangat mereka nantikan ternyata belum menjadi milik mereka. Sekalipun kecewa tapi baik Mike maupun Embun tidak begitu terlarut dalam kesedihan karena bagaimanapun mereka baru sekali mencoba dan kemungkinan untuk gagal pasti ada


Meskipun begitu, berbeda dengan urusan anak dalam hal pekerjaan justru Mike tengah berada pada masa keemasannya. Dimana perusahaan yang di pimpinnya kini mengalami kemajuan yang pesat


Terlihat dari semakin banyaknya perusahaan yang bekerja sama dengannya serta pesanan batu bara yang makin meningkat.


Begitu juga dengan kelompok mafia yang di pegangnya, semenjak James menghilang kini posisi blackhand menjadi semakin kuat karena sejak kehilangan pemimpinnya posisi Triad melemah namun bukan berarti selesai


Mengingat kini tangan kanan James yang memegang kendali atas kelompok itu dan ia juga merupakan orang yang tidak bisa di remehkan. Terbukti meski sangat lamban tapi sejauh ini ia sudah berhasil mempertahankan kelompok itu dari kehancuran


Sekalipun keberuntungan tidak sedang berpihak pada Mike dan Embun tetapi bagi Nabila justru keberuntungan itu tengah mengelilinginya


Semua yang terjadi begitu cepat dan mengejutkan, tapi kini di jari manisnya telah tersemat sebuah cincin yang menjadi pengikat antara dirinya dan Bian kekasihnya


Semalam Bian secara resmi memintanya untuk menjadi pendamping hidupnya dan tanpa keraguan sedikitpun Nabila menyetujuinya padahal selama berhubungan ia masih ragu akan jawaban yang akan ia berikan


Tapi semua keraguannya menghilang saat keluarga besar Bian menerimanya dengan tangan terbuka sewaktu Bian mengajaknya untuk menemui mereka


Walaupun ia tidak yakin mereka semua akan bisa menerimanya kalau saja tidak ada campur tangan Embun di dalamnya. Yah hampir semua dari keluarga Bian mengetahui seberapa dekat hubungan Nabila dan Embun, tentu saja pernikahan mereka kelak akan membawa pengaruh yang baik pada kehidupan mereka


Namun mengingat ketulusan Bian padanya serta dukungan dari Embun membuat keraguannya selama ini menghilang berganti dengan kemantapan hatinya pada keputusannya


Cukup lama Nabila terdiam sembari memandangi cincin yang tersemat di jarinya, ia ingin mengabarkan kebahagiaannya itu kepada Embun tapi sepertinya cuaca sedang tidak bersahabat dengan mereka


Akhir bulan September sepertinya mulai masuk musim penghujan karena sejak pagi cahaya matahari seakan malas untuk menampakkan dirinya


Padahal Nabila ingin menyampaikan kabar itu secara langsung dan Embun tentu harus menjadi orang pertama yang mendengarnya sebelum ia mengabari orang tuanya di kampung


Tapi memaksakan diri kesana ia malah khawatir akan menggangu Embun yang pasti masih betah berlama-lama dengan suaminya di balik selimut untuk saling menghangatkan


"Apa yang aku pikirkan!" batin Nabila menepuk pipinya yang kini merona


Membayangkan dirinya sebentar lagi akan merasakan hal itu, justru membuat wajahnya semakin memanas. Selama ini hubungannya dengan Bian hanya sebatas pegangan tangan dan ciuman singkat yang selalu Bian yang memulainya


Sedari dulu ia selalu merasa tidak percaya diri bila menyangkut hal yang terlalu intim seperti itu, padahal untuk seusianya membicarakan hal tersebut merupakan kewajaran tapi tetap saja ia yang tidak terbiasa selalu merasa kurang nyaman


Beruntung Bian selalu memahami dan memaklumi dirinya tetapi bila mereka sudah menikah tentu saja Nabila yang harus memaklumi hal seperti itu karena bagaimanapun tugasnya sebagai istri untuk melayani suaminya


Nabila menelungkup di kasur tipisnya, menyembunyikan wajahnya di balik bantal padahal di kamar itu ia sedang sendirian. Pikiran liarnya sedang berkelana tanpa bisa ia cegah, namun sekali lagi ia beruntung karena disana ia sedang sendirian


Tidak bisa ia bayangkan kalau seandainya Bian ada disana sekarang, bisa saja ia lepas kendali dan menarik Bian ke kasur tipis miliknya


Padahal dalam bayangannya mereka akan melewati malam indah itu di kamar yang besar dengan tempat tidur yang nyaman. Ah sungguh pemikiran yang terlalu berlebihan tetapi sekali lagi ia beruntung karena hal itu hanya terjadi dalam bayangannya