Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 103 Mengidam


Sejak mengetahui dirinya sedang mengandung, Embun mulai merasakan hal yang selama ini ia baca di internet perihal kehamilan di semester awal


Mungkin karena kehamilan pertama dan tubuhnya sedang menyesuaikan diri dengan hadirnya penghuni baru di rahimnya, ia benar-benar merasa lemas dan tidak bertenaga


Sepanjang hari rasanya ia hanya ingin berbaring saja meskipun ia harus memaksa dirinya untuk bangkit dari tempat tidur ketika perutnya bergejolak dan memuntahkan semua yang sudah ia makan


Belum cukup sampai disitu karena semenjak kepulangannya dari klinik, ia merasa tidak bisa berjauhan dengan suaminya. Semua bau menyengat terasa menyiksa ketika tercium olehnya namun anehnya berbeda dengan wangi tubuh suaminya yang meskipun berkeringat tetap terasa enak di hidungnya


Hal itu membuat Mike sedikit kesulitan di buatnya, ketika ia tiba di rumah Embun akan terus mengikutinya bahkan tidak membiarkan berpaling dari tatapan mata istrinya walau sejenak


Terkadang, ia juga harus menunda untuk membersihkan dirinya karena Embun akan berlama-lama memeluknya dan mengatakan kalau ia lebih menyukai wangi tubuh Mike ketika pria itu berkeringat


Belum lagi dengan segudang permintaan istrinya yang menginginkan berbagai macam makanan yang ketika tiba di hadapannya justru harus di singkirkan bahkan sebelum di makan dengan alasan baunya membuatnya mual


Keanehan-keanehan itu hanya di tanggapi Mike dengan sapuan dada karena bagaimanapun kehamilan Embun adalah keinginannya dan ia tentu harus bertanggung jawab penuh terhadap kehamilan istrinya itu


"Mau makan sesuatu,sayang? sepertinya semua makanan yang tadi kau makan sudah di keluarkan semua" tanya Mike seraya memijat lembut kepala istrinya


Embun menggeleng lemah. Hanya membayangkan makanan saja membuatnya mual, sehingga ia tidak sanggup kalau harus benar-benar berhadapan dengan makanan-makanan itu


"Sedikit saja. Aku khawatir anakku tidak mendapat nutrisi dengan baik" Mike mengelus perut istrinya


Embun tetap pada pendiriannya. Ia memiringkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Mike lalu membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya sembari sebelah tangannya mengusap perut suaminya


Kegiatan yang kini rutin ia lakukan ketika Mike sudah berbaring disisinya. Kehamilannya ini membuatnya begitu memuja suaminya yang tingkat ketampanannya tiba-tiba meningkat di matanya


"Bagaimana kalau jalan-jalan di taman belakang? sudah lama kita tidak kesana" Mike merasa kasian melihat keadaan istrinya yang begitu sengsara akibat perbuatannya.


"Tubuhku lelah, padahal hanya berbaring saja tapi rasanya mau mengangkat kaki saja tidak bisa" keluh Embun


"Kalau begitu besok aku bawakan kursi roda supaya kamu tinggal duduk nanti biar aku yang membawamu kesana"


"Aku hanya hamil bukan lumpuh!" Rajuk Embun padahal Mike hanya memberikannya solusi tapi hormon kehamilan membuat Embun menjadi lebih sensitif dari biasanya


"Tidak akan aku bawa kalau kamu tidak suka. Maaf ya sayang sepertinya aku salah bicara" kekeh Mike turut memeluk istrinya


Pelajaran tambahan yang Mike dapatkan adalah berhati-hati dalam berbicara karena kesalahan sedikit saja istrinya itu bisa merajuk berhari hari dengannya


"Tante Amber titip salam, katanya Minggu depan mau kesini sama papa" Mike selalu yang memulai pembicaraan karena sebenarnya ia juga bingung kalau harus bersama dengan istrinya seharian tapi yang mereka lakukan hanya berpelukan seperti itu


"Papa pasti mengerti, apalagi sekarang tau mau punya cucu pasti papa yang paling bahagia saat ini"


"Aku juga bahagia" ucap Embun tersenyum. Ia kembali menyentuh perut suaminya namun tangannya tidak hanya berhenti disana tapi semakin lama terus menyusuri paha berisi yang masih tertutup celana pendek


"Bahagia atau kangen sama yang disini?" goda Mike memindahkan tangan istrinya ke atas kejantanannya


"Bahagia tapi kangen ini juga" kekeh Embun mengelus kebanggaan suaminya yang sudah lama tidak ia rasakan


"Tapi kata Mey kandunganmu lemah, aku tidak mau kalau sampai terjadi seperti waktu itu"


Mike dilema antara hasrat dan calon anaknya. Sudah dua Minggu ia juga berusaha untuk tidak menyentuh istrinya walaupun kadang keinginan itu susah untuk ia tahan tapi setidaknya ia masih bisa menuntaskannya di kamar mandi tapi tentu berbeda dengan Embun yang harus terus menahannya dalam artian yang sebenarnya


"Anakku ingin bertemu dengan papanya" Embun memelas hampir menangis, sedangkan Mike selalu luluh ketika Embun sudah memasang wajah sedih begitu


"Aku akan menelepon Mey dan menanyakannya. Tapi kalau Mey mengatakan tidak bisa, kamu tidak boleh marah padaku"


"Baiklah" ucap Embun pasrah namun dalam hati ia berdoa supaya kali ini Mey berada di pihaknya


Mike mengambil ponselnya dan mulai mencari kontak Mey di ponselnya.


Tidak butuh waktu lama hingga Mey mengangkat teleponnya dan kedua orang itu terlibat percakapan yang Embun juga tidak mengerti karena Mike menelepon sedikit menjauh darinya


Negosiasi itu terhenti setelah terdengar Mike menghembuskan nafasnya berat. Embun masih berharap cemas karena raut wajah Mike masih terlihat kurang bersahabat


"Mey bilang kita boleh melakukannya asal…"


"Asal apa?" Embun bersemangat tapi penasaran juga dengan kelanjutan ucapan suaminya


"Hhh…asal aku tidak kelewatan bergerak, asal aku harus memastikan bahwa anak kita aman dan asal aku tidak melakukannya terus terusan" Mike merasa Mey hanya berbasa basi membolehkan mereka berhubungan karena pesan-pesan yang temannya itu katakan seolah menjadi bumerang untuknya


"Kalau begitu gampang, kita pelan-pelan saja pasti anak kita akan aman di dalam sana" ucap Embun dengan mata berbinar. Ia sudah duduk bersila setelah mendengar dokter mengizinkan mereka membuat tubuhnya secara tiba-tiba menjadi segar bugar


"Tidak semudah itu, sayang! aku tidak yakin bisa menahan diri kalau sudah merasa enak" Mike berkata jujur. Ia pasti tidak akan bisa berkonsentrasi kalau pikirannya harus ia bagi antara menuntaskan hasrat dengan menjaga ritme permainannya


"Kamu pasti bisa. Aku yakin itu. Kalau begitu kita coba dulu kan kita tidak tau kalau belum mencoba" Embun mengedipkan sebelah matanya namun Mike merasa ia tidak akan memiliki kesempatan untuk menolak karena melihat Embun yang seperti tidak memberinya pilihan padanya