Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 29 (Sengketa Lahan)


Meskipun permasalahan yang terjadi sudah terselesaikan dengan baik, ternyata tidak membuat Mike bisa bernafas lega. Pasalnya masih ada saja pihak yang mengambil keuntungan dari permasalahan yang di alaminya


Beritanya bahkan masih menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, tapi pagi tadi Lio menyampaikan padanya kalau mereka telah menerima surat dari kepolisian perihal laporan dari seorang warga yang mengakui kalau lahan pertambangan milik mereka masih merupakan milik warga tersebut


Namun setahu Mike, lahan tambang itu sudah menjadi milik papanya sejak puluhan tahun yang lalu. Hanya saja Mike tidak tau, apakah papanya masih menyimpan bukti pembelian lahan tersebut atau tidak


Hal terburuknya, warga yang memberikan laporan tersebut memiliki bukti-bukti kepemilikan yang cukup kuat sehingga pihak Mike harus benar-benar bisa membuktikan kepemilikan mereka yang sah karena bila mereka tidak bisa menunjukkannya di pengadilan nanti sudah di pastikan mereka akan kehilangan salah satu penghasil tambang terbesar mereka disana


Mike mengambil jas yang ia letakkan di belakang kursinya, setelah selesai memakainya ia lalu berjalan menuju ke Sedan hitamnya yang telah terparkir di depan pintu kantornya yang mana di dalamnya telah ada Lio yang duduk di belakang kemudinya


Mobil pun melaju setelah Mike duduk di kursi kedua mobil tersebut, di tengah perjalanan menuju ke mansion papanya Mike tidak melepas pandangannya dari tablet yang berada di tangannya


"Apa tuan Edwar lagi yang menjadi dalang di balik kejadian kali ini tuan?" tanya Lio sambil melirik tuannya dari balik kaca mobil


"Saya rasa masalah ini muncul karena tindakan Paman Ed kemarin. Seandainya kejadian kemarin tidak ada, pasti orang-orang itu tidak akan datang untuk mengakui lahan itu sebagai milik mereka" jawab Mike kemudian kembali fokus pada tabletnya


"Jadi menurut tuan, tuan Edwar tidak ada sangkut pautnya dalam masalah kali ini?"


"Mungkin iya, mungkin juga tidak. Saya tidak mau mencari siapa kambing hitamnya, sekarang yang saya lakukan hanya mencari jalan keluarnya saja"


Mike sudah cukup pusing dengan permasalahan perusahaan yang tidak ada habisnya, toh siapapun dalangnya ia tetap harus bisa menang dari mereka semua demi mempertahankan perusahaan miliknya


*


*


*


Max mengetahui kedatangan putranya, karena itu ia sudah menunggu di ruang kerjanya dan menyuruh Mike yang begitu sampai disana langsung menemuinya


Ia telah mengetahui masalah yang membawa Mike datang menemuinya, sehingga ia sudah mengumpulkan segala sesuatu yang berhubungan dengan permasalahan tersebut


Satu jam kemudian, sebuah Sedan hitam memasuki halaman mansion Max yang megah. Terlihat Mike turun dari sedan tersebut diikuti Lio di belakangnya


"Ini adalah bukti pembelian lahan perusahaan kita disana," Max menyodorkan selembar kertas yang sudah menguning di sudutnya serta sebuah nota pembelian yang juga sama usangnya kepada Mike


Cukup lama Mike membaca isi yang tertera dalam kertas tersebut, mencoba memahami apakah bukti tersebut memiliki kekuatan hukum yang nantinya bisa menguatkan mereka di pengadilan nanti


Meskipun tidak begitu mengetahui tentang hukum dan segala sesuatu yang berkaitan dengan itu, namun Mike sudah bisa memastikan kalau selembar kertas tersebut merupakan bukti yang bisa membebaskan mereka dari segala tuduhan


"Papa sudah mengantisipasi hal ini akan terjadi, karena itu papa menyimpan dengan baik barang-barang ini" pria tua itu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, masih memandangi wajah putranya yang terlihat serius membaca pemberiannya tadi


"Apa papa pernah mengalami hal seperti ini, sebelumnya?" tanya Mike dan tatapan keduanya beradu sesaat


"Pernah,tapi tidak seserius ini. Saat itu Ed yang membantu papa mengurusnya"


Keduanya terdiam dengan pikirannya masing-masing


"Papa tidak yakin kalau Ed yang sudah melakukan ini pada kita, tapi satu yang papa yakini kalau Ed akan mengambil keuntungan dalam permasalahan ini untuk menjatuhkan perusahaan kita karena ia merasa memiliki teman dengan tujuan yang sama"


Semua masih terasa abu-abu bagi Mike, perkataan papanya tidak salah namun pikirannya pun tidak bisa di salahkan


"Tidak perlu memikirkan permasalahan ini, papa dan pengacara papa sudah cukup mampu untuk menyelesaikan masalah ini. Sebaiknya persiapkan dirimu untuk badai yang sesungguhnya yang akan datang" Max yang telah berdiri di samping Mike, hanya menepuk pundak putranya untuk menguatkan


"Aku akan tetap membantu papa semampuku, bagaimanapun permasalahan ini muncul karena kemarahan mereka terhadapku"


Max tersenyum lembut, ia bersyukur berkat permasalahan ini hubungan keduanya perlahan membaik. Tatapan Mike terhadapnya pun kian berubah, walaupun untuk mengakui kalau mereka sudah berbaikan tidak akan pernah keluar dari mulut keduanya


"Kalau memang itu yang kau inginkan, papa tidak bisa menolak. Saat ini Papa hanya ingin kau kembali ke kantor dan mengumpulkan bukti pembayaran pajak perusahaan mulai dari awal hingga saat ini"


"Pajak? bukankah mereka hanya melaporkan tentang kepemilikan lahan saja pa?" tanya Mike penasaran


"Papa hanya mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi. Firasat papa mengatakan kalau permasalahan kali ini pasti akan berbuntut panjang"


Max menghela nafasnya, ia hanya bisa bersiap dengan segala kemungkinan terburuk. Bukan tidak bisa mempercayakan semuanya pada Mike, hanya saja ia merasa kali ini ia harus ikut mendampingi Mike. Memberikan kekuatannya, menunjukkan kepedulian serta kasih sayangnya


"Papa berharap setelah permasalahan ini, papa bisa memberikan semua milik papa kepadamu" gumam Max namun masih terdengar jelas oleh Mike


"Maksud papa?"


"Semua yang sudah papa kumpulkan bersama mamamu hingga saat ini adalah milikmu, jadi sudah seharusnya papa kembalikan padamu. Lagi pula papa sudah tua, papa bahkan tidak tau sampai kapan papa akan hidup"


Mike tidak menginginkan harta papanya yang berlimpah itu, hidupnya saat ini bisa di bilang cukup terpenuhi. Namun, untuk menolak saat ini rasanya tidak perlu mungkin nanti kalau semua itu akan di lakukan baru ia akan mengatakan penolakannya


"Sebaiknya aku kembali ke kantor sebelum papa kembali merengek padaku" kekeh Mike kemudian berjalan keluar dari ruangan kerja Max di iringi senyum simpul pria tua tersebut