
Masih pukul tiga dini hari,tapi Mike sudah tidak bisa lagi memejamkan matanya padahal tadi ia baru tertidur pukul dua belas artinya baru tiga jam saja ia tertidur
Kelelahan serta beban pikiran yang begitu banyak sepertinya menjadi alasan matanya enggan lagi untuk terpejam, dengan berat hati Mike membasuh wajahnya kemudian berjalan menuju ke ruang kerjanya yang berada di rumahnya itu
Mike membuka berkas yang ia bawa pulang ke rumah, membaca dan menganalisa isi yang tertera dalam kertas berukuran A4 itu
Tapi pikirannya tidak bisa terfokus pada berkas yang di pegangnya, entah mengapa perasaannya mengatakan akan ada hal besar yang terjadi esok hari
Meskipun laporan pengacaranya membawa sedikit angin segar baginya, namun kecemasan akan tindakan Paman Ed juga tidak luput membuat ke khawatiran baginya
Mike kembali menepis pikirannya, ia segera keluar dari ruang kerjanya untuk membuat sebuah kopi di mesin kopi otomatis yang berada di dapurnya
Di rumah besar itu Mike hanya tinggal seorang diri, seorang asisten rumah tangga yang di milikinya hanya bekerja pada saat pagi hingga sore hari setelahnya ia akan pulang lalu datang lagi keesokan harinya
Selain itu juga, ia memiliki dua orang petugas keamanan yang bergantian menjaga rumahnya selama seharian itu
Terbiasa hidup sendiri, membuat Mike tidak terlalu bergantung pada orang lain. Ia bisa melakukan segala hal sendiri, bahkan untuk urusan memasak pun bisa di katakan kalau ia merupakan ahlinya
Dengan segelas kopinya, Mike memilih menghabiskan waktunya dengan duduk di depan televisi yang menyiarkan segala macam berita yang terjadi di seluruh dunia
Cukup lama ia duduk di depan benda persegi empat itu, hingga siaran televisi itu menayangkan demo besar-besaran yang serentak terjadi di beberapa kota
Awalnya ia tidak begitu tertarik dengan berita yang sedang di tayangkan tersebut, hingga pembawa berita tersebut menyebutkan sebuah nama perusahaan yang sangat ia kenali
Mike sangat terkejut, terlebih yang menjadi tempat para pendemo itu berdiri merupakan bangunan megah yang setiap hari ia lihat. Bangunan pencangkar langit yang di depannya bertuliskan PT. Jarvis Tbk perusahaan miliknya
Mike makin mengencangkan volume televisi, menyimak permasalahan yang membuat begitu banyaknya orang yang tiba-tiba datang mengerubungi kantornya
Hingga ia bisa menarik kesimpulan, kalau orang-orang tersebut mengecamnya karena perusahaannya telah melakukan pengrusakan terhadap tanah sekitar tempat tinggal mereka akibat penggalian batu bara secara berlebih yang selama ini perusahaannya lakukan
Mike tentu tidak percaya begitu saja dengan berita yang ia lihat, karena menurutnya selama ini perusahaan selalu menuruti aturan yang telah di sepakati bersama oleh pemerintah lokasi penambangan tentang hal tersebut
Di tengah fokusnya pada layar televisi,terdengar suara seseorang mengetuk pintu rumahnya. Dengan segera Mike membukakan pintu dan terlihat Lio telah berdiri tegak di baliknya
"Anda sudah mendengar berita pagi ini tuan?" tanya Lio seraya berjalan mengikuti Mike ke arah sofa empuk di ruang tamu itu
"Saya sudah melihat beritanya, seberapa banyak masa yang berkumpul di depan kantor kita?"
"Hmm... ternyata pria tua itu kembali menunjukkan taringnya padaku"
"Maksud tuan?"
"Paman Ed pasti berada di balik kekacauan ini"
"Saya juga sudah berpikiran begitu tuan, siapa lagi yang bisa menggerakkan masa begitu banyak selain tuan Edwar? apalagi saat ini ia merupakan musuh dalam selimut perusahaan"
"Ya sudah kau tunggu disini, saya akan bersiap. Kita ke kantor bersama"
"Baik tuan"
***
Di halaman gedung yang terlihat lebih tinggi dari gedung-gedung di sekitarnya, terdengar suara teriakan bersahutan dari ratusan masa yang terdiri dari berbagai lembaga organisasi masyarakat, mahasiswa dari beberapa perguruan negeri serta sekumpulan orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai anak dari kampung halaman tempat dilakukannya penambangan
Dengan berbekal micropone serta spanduk-spanduk yang bertuliskan kecaman, para pen demo itu berkumpul dan mengatakan keinginan mereka kepada pimpinan tertinggi di perusahaan itu
Terlihat pula di antara mereka, pihak kepolisian yang telah siap siaga mengamankan ketika nantinya terjadi hal yang tidak di inginkan
Dan dari arah sebuah ruangan di gedung tersebut,Edwar terlihat menikmati pemandangan pagi di depan kantornya itu
Senyumnya bahkan menghiasi wajah tuanya sedari tadi. Mengeluarkan uang yang tidak sedikit terbayar sudah dengan banyaknya orang yang datang serta demo serempak yang di lakukan di beberapa daerah sesuai dengan perintahnya
Ia sudah dari tadi berada di kantor, sebelum para pen demo itu datang. Namun, ia sama sekali tidak berniat untuk menemui mereka karena yang pen demo itu inginkan hanya kedatangan Mike selaku presiden direktur di perusahaan tersebut
Ia kembali menertawakan kebodohan yang di lakukan Mike, saat anak sahabatnya itu tanpa penuh dosa berdiri di hadapan ratusan orang itu tanpa rasa takut sedikitpun
Padahal kedatangannya sudah di ramaikan dengan teriakan kekesalan serta kata-kata makian, namun ia tidak terlihat bergeming dari posisinya itu
Beruntung ada pihak kepolisian yang menjadi penengah di antara mereka, kalau tidak keadaan Mike saat ini sudah bisa di pastikan akan seperti apa
Edwar tidak mendengar apa yang di ucapkan Mike terhadap orang-orang itu, karena posisi keduanya yang terlampau jauh. Bahkan ketika Mike menghilang dari pandangannya orang-orang itu masih tetap berdiri disana
Tidak butuh waktu lama bagi para pihak kepolisian untuk membubarkan Pendemo yang berkumpul itu, selain karena kedatangan bala bantuan janji Mike terhadap mereka juga membuat para pendemo itu mundur secara teratur