Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 34 Melewati Malam bersama


"Kau tidak apa-apa?" tanya Mike setelah cukup lama keduanya membisu dan hanya di jawab oleh anggukan oleh Embun


"Terima kasih" ucap Embun sembari menunduk menatap tangannya yang saling bertaut


"Lain kali gunakan akal sehatmu, tidak semua hal yang kau lihat itu selalu sama dengan yang ada di dalam pikiranmu"


"Maaf…"


Mike merasa kesal dengan kepolosan Embun yang di rasanya tidak bisa menyesuaikan keadaan, tapi mendengarnya meminta maaf kekesalan yang sempat memuncak kini menguap begitu saja


"Aku akan mengantarmu pulang, sudah larut malam pasti akan susah menemukan kendaraan untuk pulang"


Malam ini Embun tidak berniat pulang ke kostan. Ia masih ingin sendiri, lagipula ia tidak mau Nabila melihatnya dalam keadaan kacau seperti ini


"Tidak perlu. Turun kan saja saya di depan sana" tunjuk Embun pada sebuah hotel yang terlihat tidak jauh darinya


"Tidak! aku akan mengantarmu pulang" Mike tidak habis pikir setelah mengalami kejadian tidak menyenangkan tadi, masih saja Embun bersikeras seperti itu


"Saya tidak mau pulang. Saya tidak mau membuat kakak khawatir melihat saya pulang dalam keadaan begini. Saya akan tidur di hotel saja malam ini" gumam Embun dengan air mata yang tertahan


"Baiklah, kalau itu keinginanmu. Aku tidak akan mengantarmu pulang tapi tidak juga membiarkanmu menginap sendirian di hotel dalam keadaan begini. Kita ke rumahku saja"


Tidak butuh jawaban atas perkataannya, Mike sudah melajukan mobilnya menuju ke arah rumahnya berada


"Pilih saja kamar mana yang ingin kau tempati, aku ada di kamarku kalau kau butuh apa-apa cari aku disana" ujar Mike setelah keduanya telah tiba di rumahnya, kemudian ia berlalu dari hadapan Embun


Embun memilih sebuah kamar yang berada di dekat ruang keluarga. Ia merebahkan dirinya di atas kasur empuk untuk mengistirahatkan hati serta tubuhnya yang sangat kelelahan hari ini


Ia kembali menumpahkan air matanya disana, hingga akhirnya ia tertidur dengan jejak air mata yang masih tersisa di pipinya


*


*


*


Seharian ini Mike di sibukkan dengan urusan perusahaan, rencananya besok ia akan ikut menghadiri sidang perdana tentang kepemilikan lahan di Kalimantan bersama papanya


Ia juga sudah mendapat kabar dari pengacaranya tentang kemajuan hasil laporannya di kepolisian hari itu


Pengacaranya mengatakan dalam waktu dekat, Edwar akan di bawa ke kantor polisi sebagai tersangka penggelapan dana perusahaan sesuai hasil pemeriksaan dan juga bukti yang di peroleh pihak penyidik


Kabar itu tentu saja menjadi angin segar di tengah badai yang saat ini melanda perusahaannya.


Dengan tertangkapnya Edwar, pengendalian kekuasaan di perusahaan sepenuhnya berada di tangannya sehingga hal yang selama ini sudah ia rencanakan tidak akan mendapat hambatan dari Edwar


Semua sudah tersusun dengan sempurna, namun kehadiran Embun malam ini di rumahnya membuat semua rencana yang sudah ia susun mengalami perubahan


Tidak mungkin ia tega meninggalkan Embun sendirian di rumahnya apalagi melihat keadaannya saat ini, tapi menyuruh gadis itu pulang ia khawatir mendapat penolakan


Sebenarnya Mike tidak sengaja melintas di tempat tadi ia bertemu dengan Embun. Ia hendak keluar mencari makanan saat merasakan perutnya terasa perih karena belum terisi makanan


Mike melihat seorang gadis keluar dari sebuah restoran sambil berlari. Merasa mengenal gadis itu, Mike pun menepikan mobilnya lalu mengikuti kemana gadis itu akan pergi.


Saat melihat gadis itu terduduk sambil memeluk lututnya, Mike pun mendekat dan sedikit terkejut karena dugaannya tidak salah. Gadis itu adalah Embun, gadis yang sama yang menginap di rumahnya semalam


Tanpa mengatakan apa-apa, Mike melepaskan jasnya lalu menutupi tubuh Embun dengan jas miliknya. Lalu ikut duduk disisi Embun yang masih sesegukan itu


Mike berusaha tidak ikut campur dalam kehidupan Embun tapi melihatnya menangis, membuat satu sisi hatinya seakan tidak terima akan hal itu


Apalagi saat Embun mengalami kekerasaan yang di lakukan oleh sekawanan preman, tubuhnya langsung bereaksi dengan memberikan tendangan pada salah seorang preman yang menarik rambut Embun


Melawan sekawanan preman kampung bukan hal yang sulit bagi Mike tapi ketakutan yang Embun tunjukkan membuatnya harus segera membawa gadis itu pergi dari sana


Mike keluar dari kamarnya untuk melihat keadaan Embun. Saat tiba di kamar yang di tempati Embun, Mike langsung masuk setelah ketukan pintunya tidak di tanggapi oleh Embun


Disana ia melihat Embun telah tertidur dengan posisi meringkuk. Lama Mike memandangi wajah Embun,tanpa sadar wajahnya kini semakin dekat dengan wajah Embun


Mike menyatukan bibirnya,menikmati manisnya bibir mungil Embun yang selalu ingin ia rasakan tiap waktu


Embun menggeliat namun Mike tidak terusik akan hal itu, ia malah ikut memejamkan matanya tanpa memperdulikan reaksi Embun ketika nanti terbangun dan melihat apa yang ia lakukan


Ia sudah tidak perduli dengan apapun, karena yang saat ini ia inginkan hanyalah menjadikan Embun miliknya dan menikmati hidup bersama dengan gadis itu