
Tidak perlu waktu lama bagi Lio mengetahui dalang dari kejadian yang di alami Embun, hanya saja untuk mengatakan siapa dalang itu pada Mike rasanya terlalu sulit karena hanya mendengar nama pria itu saja sudah menyulut emosi tuannya itu
Sehingga ia memilih untuk mempertemukan Mike dengan orang suruhan James langsung. Dan di markas kelompok mereka lah Lio mempertemukan mereka
"Apa benar, b*Jing*n itu yang menemui istriku tadi?" tanya Mike dengan tatapan membunuh
"Be-benar tuan" jawab perawat itu terbata
Setelah mengorek informasi dari pengawal yang berjaga, Lio segera mencari perawat yang memberi makanan pada pengawal tersebut hingga akhirnya terungkap kalau perawat itu juga yang sudah membantu James menemui Embun
"Dimana b*Jing*n itu sekarang?" gertak Mike
"Ti-tidak tau tuan. Setelah bertemu dengan nona Embun, dia langsung pergi begitu saja" jawab perawat itu dengan takut, ia bahkan tidak berani menatap Mike yang duduk di depannya
"Jangan berbohong! cepat katakan dimana b*Jing*n itu sekarang atau kau akan menerima akibatnya!"
"Ampun tuan! saya benar-benar tidak tau dimana tuan James berada. Selama ini saya hanya terhubung dengan asistennya saja, sementara ketemu baru hari ini itu pun karena tuan James perlu seseorang untuk mendorong kursi rodanya" perawat itu memohon seraya berlutut
Mike melihat tidak adanya kebohongan dari mulut perawat itu, namun amarah sudah lebih dulu menguasai dirinya sehingga ia tetap saja membutuhkan pelampiasan
"Kau tidak tau apa yang sudah b*Jing*n itu lakukan pada istriku, dan sekarang karena kebodohan mu istriku serta anak dalam kandungannya terancam dalam bahaya. Apa kau tau itu,hah!" Mike mencengkram erat kedua lengan perawat itu
"Ampun tuan! maafkan saya, saya butuh uang dan tuan James menawarkan uang yang memang saya butuhkan" suara perawat itu bergetar ketakutan
"Karena uang kau sampai membuang rasa kemanusiaanmu, dasar sampah!" Mike menghempas perawat itu hingga terjatuh dari tempat duduknya
"Cari tau dimana b*Jing*n itu sekarang! kali ini aku pastikan akan membunuh b*Jing*n itu dengan tanganku sendiri"
"Maaf tuan, James sudah meninggalkan negara ini dengan jet pribadi setelah tadi sempat bertemu dengan nona" penuturan Lio membuat kemarahan Mike semakin memuncak. Ia mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya terlihat memutih
"Br*ngs*k! apa tidak ada yang bisa kalian lakukan, bodoh!"
"Maaf tuan," Lio hanya bisa menundukkan kepalanya.
Bukannya tidak bisa mengejar musuh bebuyutan mereka itu, tapi ia benar-benar tidak tau kemana pria itu melarikan diri. Ia sudah bertanya pada anak buah James dan tetap saja mereka menutup mulut mereka, padahal Lio sudah menggunakan kekerasan untuk membuat mereka bicara
"Kita datangi markas mereka, aku pastikan mereka akan membuka mulutnya!"
"Baik tuan,"
"Jebloskan wanita itu ke penjara! dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan terhadap istriku" tunjuk Mike pada perawat itu
"Jangan tuan, saya mohon jangan masukan saya ke penjara! orang tua saya sudah tua, sudah sakit-sakitan. Kasihani saya tuan!" mohon perawat itu sambil memeluk kaki Mike
Mike menghempaskan kakinya, hingga lagi-lagi perawat itu terdorong menjauh. Seperti tidak kenal lelah dan sakit, perawat itupun kembali memohon sembari bersujud di kaki Mike
Beruntung, Lio segera menarik perawat itu menjauh kalau tidak sudah di pastikan sepatu yang Mike kenakan akan menapak di wajahnya
Membawa kemarahannya, Mike berjalan menuju mobilnya terparkir. Tujuannya hanya satu yaitu membunuh James dan mengakhiri penderitaannya selama ini