Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 48 Menyusun rencana


Embun sudah berada di rumah James dengan peralatan yang sama yang ada di ruang ICU rumah sakit yang kini melekat di tubuhnya


Ternyata menjadi seorang mafia membuat James sadar setiap saat ia berada dalam bahaya, karena itu di rumahnya ia memiliki berbagai macam peralatan rumah sakit yang bisa di gunakan sewaktu waktu saat ia butuhkan


Mungkin karena memiliki musuh yang banyak, membuat James merasa lebih aman di rawat oleh dokter pribadi miliknya di rumah dari pada harus dibawa ke rumah sakit yang tidak lebih aman dari rumahnya


Sementara di kantor Jarvis Company, Mike tengah duduk bertiga dengan Lio dan seorang anak buah yang ia percayakan untuk mengatur anggota kelompoknya saat ia tidak ada


Hari itu sudah sore, dan anak buahnya datang untuk mengabarkan tentang sesuatu yang ia ketahui sekaligus membicarakan tentang rencana selanjutnya yang akan mereka ambil


"Jadi kalian sudah pastikan, kalau Embun sudah di pindahkan oleh mereka ke rumah James?" tanya Mike yang masih penasaran akan laporan yang anak buahnya sampaikan


"Benar bos. Tempat itu sekarang sudah tidak di jaga seperti sebelumnya, namun kami melihat di rumah pimpinan Triad penjagaannya semakin di perketat makanya kami mencurigai kalau nona Embun sekarang berada di rumah tersebut"


Mike makin membenarkan mimpinya semalam. Tidak akan ada alasan lain sampai James membawa Embun kerumahnya kalau tidak ada sesuatu yang serius terjadi pada gadisnya itu


"Kalau begitu malam nanti kita harus memastikan, apakah Embun benar-benar di bawa kerumah James atau tidak?"


"Memastikan bagaimana tuan?" Lio ingin menyamakan apa yang tuannya itu pikirkan dengan yang ada di pikirannya


"Kita akan kesana. Kalau memang Embun ada disana, kita bisa langsung menyelamatkannya"


"Bagaimana kalau ternyata nona Embun tidak ada disana? bukan kah akan beresiko kalau kita langsung menyerang sebelum memastikan hal itu"


"Apa kau lupa kalau James selalu memindahkan tawanannya ke tempat berbeda setiap dua hari sekali? kalau memang Embun tidak disana, kita tinggal menanyakan pada anggotanya nanti ketika kita berhasil menerobos kesana"


"Apa tidak sebaiknya kita menunggu sampai besok bos? benar kata Lio, akan sangat beresiko kalau kita tidak memastikan keadaan disana terlebih dahulu" sanggah anak buahnya


"Tidak. Kita akan tetap kesana malam nanti, kalian tidak perlu takut karena aku akan meminta bantuan pada Rey"


Kedua pria itu saling pandang, meski menyayangkan bosnya yang terlalu gegabah tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk melarang keinginan bosnya itu


"Kalau begitu, bagaimana rencana anda selanjutnya tuan?" tanya Lio


Mike mulai menceritakan tentang rencananya, Lio serta anak buahnya hanya mengangguk mengerti akan rencana yang bosnya maksudkan


"Saya harap kalian mengerti akan tugas masing-masing. Tengah malam nanti, kita bertemu disana"


Keduanya mengangguk, kemudian anak buahnya pamit untuk melaksanakan tugasnya. Begitu juga Lio yang langsung sibuk dengan urusan kantor yang di berikan kepadanya. Sementara Mike pergi menemui Rey di kantornya


*


*


Mike yang tengah duduk berhadapan dengan Rey menceritakan maksud kedatangannya yang tiba-tiba kesana


Mereka sengaja membicarakan hal yang penting tersebut di ruangan kerja Rey karena pria itu tidak lama lagi akan menghadiri sebuah rapat penting sehingga Mike hanya bisa menceritakan maksud kedatangannya dengan cepat


"Jadi, kau meminta bantuan ku untuk menyelamatkan kekasihmu itu?"


"Iya, pokoknya kau harus membantuku saat ini"


"Aku pasti akan selalu membantumu, tapi sejak kapan kau memiliki kekasih?" Rey melipat tangannya di depan dada memandang Mike yang langsung salah tingkah dengan pertanyaannya


"Hmm…sebulan yang lalu, ya kami baru berpacaran sebulan yang lalu" Mike tersenyum menjawab pertanyaan Rey karena ia juga tidak ingat tepatnya kapan ia memaksa Embun untuk menjadi kekasihnya


"Aku ingin menanyakan tentang gadis itu tapi sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat." Rey melirik jam tangannya, memastikan kalau ia masih ada waktu untuk berbicara dengan temannya itu


"Aku akan menceritakan tentangnya lain waktu, yang terpenting saat ini kau mengizinkan anak buah mu untuk ikut denganku menyelamatkan Embun"


"Ya kau berhutang cerita padaku, jangan lupakan itu. Kapan kau akan menyelamatkan gadis itu?"


"Tengah malam nanti. Jangan lupa doakan aku supaya berhasil menyelamatkan calon istriku"


Rey menghembuskan nafasnya panjang. Ia benar-benar tidak tau apa-apa tentang temannya itu padahal selama ini tidak ada hal yang akan mereka rahasiakan dari masing-masing


Melihat kesungguhan Mike yang ingin menyelamatkan gadisnya itu makin membuat rasa penasaran Rey bertambah besar untuk segera bertemu dengan gadis yang telah menyentuh hati temannya itu


"Aku akan ikut denganmu" Mata Mike membulat, ia merasa senang bila Rey bisa ikut dengannya namun ia juga tidak mau membahayakan nyawa Rey mengingat Rey kini telah memiliki anak dan istri


"Tidak perlu membahayakan dirimu Rey. Kasian Serena kalau tau kau akan ikut dalam misi berbahaya ini"


"Serena tidak akan keberatan kalau tau aku akan menolong mu. Bagaimana pun juga kami masih berhutang nyawa padamu" Rey masih mengingat perbuatan buruk James terhadap istrinya dan saat itu berkat Mike dan anak buahnya nyawa istrinya berhasil di selamatkan


"Baiklah kalau begitu. Tengah malam nanti kita bertemu disana"


Rey mengangguk, setelah berpelukan singkat Mike kemudian pamit untuk mempersiapkan dirinya untuk malam nanti