Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 47 Kritis


Setibanya di rumah sakit, Embun langsung mendapat penanganan dari dokter. Kondisi yang kritis serta peluru yang masih belum bisa di keluarkan membuat team dokter segera membawa Embun ke dalam ruang operasi untuk menyelamatkan nyawanya


Erik yang menyelesaikan segala urusan administrasi di rumah sakit tersebut, sedangkan James menunggu di depan kamar operasi seorang diri


Seharusnya operasinya hanya berlangsung selama satu jam saja, namun di karenakan peluru yang menembus begitu dalam dan juga melukai organ dalamnya membuat operasi Embun harus memakan waktu hingga tiga jam lamanya


Selama itu, James masih tetap berada disana. Selain karena ia ingin mengetahui nasib gadis itu, ia juga masih harus berjaga dari serangan tiba-tiba yang di lakukan Mike untuk membebaskan gadis itu


Meskipun ia sudah menempatkan anak buahnya di setiap sudut rumah sakit untuk berjaga, tapi ia juga tidak mau mengambil resiko dengan kehilangan gadis itu hanya karena Mike yang tiba-tiba datang di saat dirinya tidak disana


"Pasien sudah melewati masa kritisnya tuan, tapi untuk sementara pasien kami tempatkan di ruang ICU untuk tetap mendapatkan pantauan dari kami" ucap Bima selaku dokter bedah yang mengoperasi Embun


Bima sedang berada di ruang prakteknya ketika seorang perawat datang dan mengatakan padanya kalau ia di minta untuk melakukan operasi besar pada seorang perempuan yang terkena tembakan di perutnya


Ia tidak mengetahui identitas pasiennya, karena situasi yang mendesak ia pun segera menuju keruang operasi untuk melakukan tugasnya.


Disana lah ia di buat terkejut saat melihat wajah perempuan yang akan menjadi pasiennya. Setelah memburuknya hubungan mereka berdua, baru kali ini Bima menemui gadis itu lagi namun ternyata dalam situasi yang kurang baik


"Terima kasih dokter. Kalau begitu, kapan gadis itu bisa keluar dari sini?"


"Kalau keadaan pasien tetap stabil, paling tidak empat sampai lima hari lagi baru pasien bisa di bawa pulang"


"Itu terlalu lama dokter, saya akan membawanya pulang sekarang juga"


Bima terkejut, selama ini baru kali ini ia menemui seorang keluarga pasien yang mengatakan hal gila padanya. Memaksa seorang pasien untuk pulang di saat pasien itu belum sadar dari operasi besar yang habis di jalaninya


"Maaf tuan, pasien tidak akan kami izinkan pulang sebelum pasien kami nyatakan sembuh dan bisa menjalani rawat jalan. Saya harap tuan tidak memaksakan keinginan tuan, mengingat pasien baru saja menjalani operasi besar dan belum sadarkan diri" Bima bersikeras pada pendapatnya, karena ia sangat tau pentingnya observasi setelah operasi bagi pasien


"Saya akan tetap membawa gadis itu pulang hari ini. Terima kasih atas waktunya dokter, saya permisi"


James mengambil ponselnya dan menyuruh Erik untuk mempersiapkan keperluan Embun dirumahnya. Sementara anak buahnya sudah ia persiapkan untuk menghalangi pihak rumah sakit yang menentang keputusannya


Bima ternyata mengejar James yang bahkan tidak mendengarkan ucapannya, ia menahan lengan pria itu agar berhenti dan mengurungkan niatnya demi keselamatan Embun


"Saya akan memanggil pihak keamanan kalau anda bersikeras membawa pasien saya keluar dari sini!"


"Anda tidak punya hak terhadap dia dokter, saya yang membawanya kesini jadi saya yang lebih berhak terhadap hidupnya" James mengibaskan tangannya untuk membuat tangan Bima terlepas darinya


"Saya dokter yang mengoperasinya, jadi saya berhak terhadap hidup pasien saya" Bima menekankan tiap perkataannya


James yang kesal langsung memegang kerah baju Bima kemudian menyudutkan pria itu di tembok yang ada di belakangnya


"Saya harap anda tidak usah mencampuri urusan saya dokter, sebelum sesuatu terjadi pada diri anda!" ancam James kemudian meninggalkan Bima disana


*


*


Mike terlihat sangat berbeda dari biasanya, meski tetap berpakaian rapi tapi tidak dengan rambut yang di sisir asal serta warna gelap di bawah matanya yang menandakan kalau ia terjaga semalaman


Penyangga tangannya sudah ia lepaskan sejak kemarin karena dianggapnya mengganggu walaupun nyeri di bagian bahu kadang masih ia rasakan


Keadaan di kantornya saat ini sudah cukup stabil sehingga ia bisa fokus mencari keberadaan Embun yang di sembunyikan oleh James


tok!tok!


Lio masuk dengan setumpuk kertas di tangannya


"Anda sepertinya kurang tidur, tuan" tanya Lio sembari meletakkan kertas-kertas yang menumpuk itu di atas meja kerja Mike


"Hhh…aku bermimpi buruk tentang Embun" Mike meletakkan penanya dan bersandar pada sandaran kursinya


Semalam Mike bermimpi tentang James yang sedang menodongkan senjata api ke arah Embun untuk membunuhnya, tapi belum sempat menolong ia sudah terbangun dengan keringat yang mengucur deras di tubuhnya


Setelahnya ia tidak lagi ingin melanjutkan tidurnya karena tidak mau akan kembali bermimpi buruk tentang kekasihnya itu


"Anak buah kita sudah melaporkan, kalau mereka sudah mengetahui dimana tempat nona Embun disembunyikan"


"Kenapa kau baru mengatakannya padaku?" Mike menatap Lio tajam, namun asistennya itu seakan tidak terpengaruh akan hal itu


"Saya juga belum lama menerima laporan mereka, tuan"


"Apa yang kau tunggu? ayo bersiap, kita bebaskan Embun sekarang juga!" Mike sangat bersemangat, selain mengkhawatirkan Embun ia juga sebenarnya sudah sangat merindukan gadis itu


Mungkin setelah berhasil menyelamatkan Embun, ia akan mengajak gadis itu untuk segera menikah tidak peduli gadis itu setuju atau tidak. Asalkan bisa bersama dan menjaga gadis itu setiap saat, Mike rasa itu sudah cukup baginya


"Mereka masih mengawasi tempat itu tuan, kita tetap harus tau situasi disana sebelum membebaskan nona Embun"


"Kapan kita akan pergi kesana? aku semakin khawatir kalau membiarkan Embun bersama James dalam waktu yang lama…" lirih Mike


"Kita tunggu hingga sore hari ini tuan, setelah itu kita bisa menyusun rencana untuk membebaskan nona Embun"


"Baiklah, segera beritahu padaku kalau ada kabar dari anak buah kita" Lio mengangguk kemudian ia berpamitan untuk kembali melanjutkan pekerjaannya