
Ketika Lio tiba di kediaman Embun, ia mendapati rumah itu sudah kosong. Saat menanyakan pada tetangga terdekat, mereka mengatakan kalau orang tua Embun terlihat keluar bersama dua orang asing dan bepergian dengan mobil mewah mereka
Ia pun segera memberikan laporan kepada Mike terkait hal itu, bos mereka pun mengintruksikan untuk mencari jejak mobil yang membawa orang tua Embun serta mendatangi tempat-tempat yang mereka curigai
Kelompok mereka pun terbagi, ada yang tetap berada di sekitar rumah itu dan yang lainnya ikut bersama dengan Lio untuk mengejar mobil James yang mereka perkirakan kepergiannya belum jauh
Namun, setelah hampir seharian mencari mereka tidak juga menemukan jejak mobil tersebut. Hingga saat malam tiba, mereka mendengar suara tembakan di kejauhan.
Bagi orang awam mungkin terdengar seperti suara guntur saat akan hujan, tetapi bagi mereka yang terbiasa dengan suara dentuman senjata dua hal itu tentu saja berbeda
Mereka meyakini suara tersebut berasal dari gedung tua yang siang tadi sudah mereka periksa. Saat makin mendekat, mereka melihat sebuah mobil tengah parkir tepat di depan pintu gudang
Tak berselang lama, sosok yang mereka cari muncul dari balik pintu. Lio melepaskan sebuah tembakan, namun sayang tidak mengenai pria itu
Bahkan dengan lincahnya, James berhasil masuk ke dalam mobil yang langsung melaju dengan kencang membawa mereka pergi dari sana
Lio melarang anak buahnya untuk mengejar James, karena saat ini kondisi papa Embun sangat kritis dan membutuhkan penanganan segera
Ia sendiri yang membawa papa Embun ke rumah sakit terdekat sedangkan anak buahnya yang lain, ia perintahkan untuk membawa jasad ibu serta adik Embun pulang kerumah
Setibanya di rumah sakit, papa Embun segera mendapat pertolongan. Namun takdir berkata lain, papa Embun ternyata tidak bisa bertahan lama dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya disana
Lio segera menyampaikan kabar duka itu kepada tuannya yang sedari tadi terus memantau mereka dari rumah. Ia juga meminta maaf karena tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik
*
*
Seharian ini perasaan Embun tidak enak. Ia merasa terus gelisah padahal biasanya saat berada di sisi Mike ia akan merasa tenang tapi entah kenapa untuk hari itu terasa berbeda
Mike memang sejak sore telah berada di rumah menemaninya. Meskipun ia menangkap kegusaran dari sikap Mike, tapi ia juga tidak mau bertanya karena merasa ia masih belum berhak bertanya banyak hal pada pria itu
Anehnya waktu masih menunjukkan pukul setengah tujuh malam, namun Embun merasa sangat mengantuk seakan matanya di rekat oleh lem yang membuatnya sulit terbuka
Ia akhirnya mengalah dan memilih untuk mengikuti keinginan matanya sementara Mike masih berada di ruangan kerjanya
Di mimpinya itu ia melihat kepergian orang-orang yang disayanginya itu satu persatu. Teriakan ketakutan pun terus keluar dari bibirnya tapi tetap saja tidak ada yang berubah
Biasanya Mike akan memeluknya ketika mimpi buruk itu datang, tapi yang ia harapkan tidak kunjung datang.
"Jangan sakiti mereka! tolong! siapapun tolong mereka! tidak!"
Embun terbangun dengan air mata dan nafas yang memburu. Mike masih belum kembali ke kamar sementara hujan disertai Guntur dan petir tiba-tiba saja membasahi bumi seakan ikut merasakan ketakutannya
Embun membungkus dirinya dengan selimut. Tubuhnya bergetar hebat dan air matanya ikut berderai seiring ketakutannya. Suara guntur mengingatkannya akan suara tembakan yang mampu membangkitkan rasa trauma mendalam yang hampir mampu ia lupakan
Ia terus menekan bantal untuk menutup kedua telinganya demi menyamarkan suara menggelegar yang memekakkan telinga
Dadanya terasa sakit seakan ada beban berat yang tengah menghimpitnya.Ia tidak berdaya. Ketakutan seakan menelan tubuhnya dan yang lebih menyedihkan ia hanya sendirian di tengah ketakutannya itu
Mike termenung cukup lama di ruangannya saat mendapat kabar buruk yang di sampaikan oleh asistennya
Ia terlalu takut untuk menemui Embun yang terakhir di lihatnya sedang tertidur. Namun suara gelegar guntur menyadarkannya bahwa saat ini mimpi buruk mungkin telah mengusik tidur dari kekasihnya itu
Ia berlari masuk ke dalam kamar, dan mendapati Embun dalam posisi yang sangat buruk.
Embun terus meneriakkan perkataan memilukan yang membuat siapapun yang mendengar akan merasakan kesakitan yang sama dengannya
Mike memeluk tubuh Embun mencoba menenangkan seperti yang tiap malam ia lakukan tapi gadis itu justru mendorongnya menjauh sama seperti kejadian tiga bulan yang lalu
"Tenang sayang, ada aku disini"
Mike terus memeluk meskipun mendapat penolakan hingga akhirnya Embun tidak lagi menolaknya karena kelelahan dan kehilangan kesadarannya
Ia membaringkan tubuh Embun di kasur. Menghapus sisa air mata yang masih menggenang di wajahnya.
Lama Mike menatap Embun dalam diam. Ia tidak tau bagaimana caranya memberitahukan Embun kebenaran yang menyakitkan ini bahkan ia tidak membayangkan apa yang nantinya akan Embun lakukan padanya karena kegagalannya menyelamatkan orang-orang yang berharga dalam hidupnya
"Maafkan aku"