Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 46 Hukuman


"Kau…kembali!" Embun menutup mulutnya, pelariannya sia-sia dan kini ia benar-benar berada dalam bahaya


Tanpa bicara, James mengangkat tubuh Embun dan meletakkannya di pundaknya seperti mengangkat sekarung beras


Langkahnya lebar membuat mereka sekejap saja sudah berada di dalam ruangan pengap tempatnya di kurung


James menghempas kasar tubuh Embun di ranjang hingga kepalanya menabrak sandaran ranjang yang terbuat dari kayu


Embun memegangi kepalanya yang terasa berdenyut sembari berusaha untuk menegakkan tubuhnya, namun tangan kekar James sudah lebih dulu menarik rambutnya


"Jangan berfikir kalau kau bisa lari dariku!"


Embun meringis, ia terus memukul tangan James untuk melepaskan rambutnya yang seakan hampir terlepas dari kepalanya


"Lepaskan!"


James tidak bergeming, pengaruh alkohol serta rasa marah akibat perbuatan Embun membuatnya ingin memberikan pelajaran pada gadis itu


Ia lalu meraup kasar bibir yang kini masih meringis kesakitan itu. Ia melampiaskan kemarahannya sekaligus menikmati sesuatu yang sudah lama tidak ia temukan


Wajah Embun memerah dan nafasnya tersengal-sengal karena James tidak memberikan jedah padanya untuk sekedar menarik nafas


Kekurangan udara membuat Embun merasa seluruh tubuhnya tidak bertenaga, ia tidak lagi meronta namun kesadarannya sedikit lagi terambil darinya


"Kau tidak akan pernah bisa pergi dariku"


James melepaskan cengkraman pada rambut Embun, membuat gadis itu langsung jatuh berbaring karena tenaganya yang telah terkuras habis


"Erik!" teriak James memanggil orang kepercayaannya yang tadi mengantarnya kesana


"Saya disini bos" jawab Erik seraya mendekat ke arah James


"Bawa orang-orang tidak berguna ini pergi dari sini, dan berikan hukuman karena tidak becus menjaga gadis ini hingga berhasil kabur dari penjagaan mereka!"


"Baik bos"


Erik menyuruh pengawal yang dibawanya untuk menyeret teman mereka keluar dari sana sebelum kemarahan James kembali memuncak


Ia masih tidak bisa membayangkan hukuman apa yang nantinya akan kelima orang itu dapatkan karena ia tau pasti bosnya itu tidak pernah setengah-setengah dalam memberikan hukuman


Nafas Embun mulai stabil dan rasa sakit di kepalanya sudah berkurang, ia kembali menegakkan tubuhnya dan saat itu ia menyadari kalau disana tinggal mereka berdua


Alarm bahaya seketika di kirimkan otaknya pada tiap anggota tubuhnya, perlahan ia bergerak menjauh sambil mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk melumpuhkan pria itu


James tersenyum mengejek, ia mulai melepaskan satu persatu kancing kemeja yang di pakainya hingga memperlihatkan perut kotak-kotaknya yang di gemari para wanita


Embun berlari kearah pintu, ia harus bisa keluar dari sana sebelum James melakukan sesuatu yang tidak pernah dibayangkannya selama ini


Kini pintu itu terkunci, seakan anak buahnya tau kalau saat ini bosnya ingin bersenang-senang dan tidak ingin ada seorang pun yang mengganggu


"Jangan mendekat!" Embun melempar botol-botol yang berada di dekatnya hingga bunyi pecahan botol terdengar menggema di ruangan itu


James hanya menyeringai sambil terus menghindar dari lemparan botol Embun. Pria itu terus mendekat dan kini telah menanggalkan celana yang dikenakannya dan menyisakan sebuah dalaman yang menutup kejantanannya


Embun makin ketakutan, ia berlari mengitari ruangan itu menjauh sebisa yang ia lakukan. Bahkan ia tidak peduli lagi pada rasa sakit akibat pecahan botol yang kini menancap di telapak kakinya


James makin bergairah saat melihat darah yang mengalir dari kaki Embun, keinginan untuk menyentuh gadis itu pun makin besar. Langkah Embun yang semakin melambat memudahkan James dengan cepat mengejar gadis itu


Ia memeluk dan mencium tengkuk Embun menikmati aroma vanila yang keluar dari tubuh gadis itu. Embun memberontak dengan sisa tenaga yang di milikinya, namun dengan beringasnya James menghempas Embun di ranjang dan menindihnya


James mulai menarik kasar baju yang di kenakan Embun hingga sobek dan melemparkannya asal. Dengan kedua tangannya, Embun menutup kedua asetnya yang hanya tinggal berbalut dalaman saja


Seperti serigala yang kelaparan, James menarik tangan yang menutupi sesuatu yang sangat disukainya dan mulai membenamkan wajahnya disana


Embun menangis tanpa suara, ia sudah pasrah terhadap nasib yang akan di alaminya. Sebentar lagi James akan merenggut sesuatu yang berharga yang dimilikinya dan setelahnya ia akan di buang seperti sampah yang tidak berguna


Di tengah kepasrahannya, Embun menyadari kalau kakinya masih bisa ia gerakkan karena saat ini James masih sibuk dengan aset kembar miliknya. Ia juga masih bisa merasakan kejantanan pria itu yang sedari tadi menyentuh kulitnya sekalipun masih terbungkus dalaman


Kakinya menendang kejantanan James hingga pria itu menegakkan tubuhnya sambil meringis kesakitan memegangi miliknya


Melihat adanya kesempatan, Embun menjauh dan menyeret kakinya mengarah ke celana James yang tergeletak di lantai karena ia yakin kemanapun pergi pria itu pasti membawa serta air soft gun miliknya


Seperti perkiraannya, senjata itu tertutupi oleh celana James saat tadi ia lepaskan. Ia pun mengambil senjata itu dan mengarahkan ke perutnya


Ia berfikir kematian akan lebih baik untuknya saat ini, daripada harus berakhir dengan menyerahkan tubuhnya pada pria sekejam James. Dengan tubuh yang limbung akibat kesadarannya yang makin menipis Embun menarik pelatuk senjata tersebut dan suara deru senjata pun memenuhi seisi ruangan itu


Erik yang mendengar suara tembakan, segera masuk ke dalam ruangan tersebut dan mendapati bosnya sedang memegangi perut Embun yang sudah berlumuran darah


"Siapkan mobil, kita bawa dia ke rumah sakit sekarang!"


Tanpa menunggu perintah untuk yang kedua kalinya, Erik berlari menuju mobil yang tadi mereka letakkan di depan ruko tersebut sedangkan James kini tengah menggendong Embun yang sudah tidak sadarkan diri meski sebelumnya ia menutupi tubuh bagian atas Embun dengan baju miliknya sedangkan ia hanya menggunakan celananya saja