
"Apa maksud anda?"
"Tentu saja sebagai anak kau harus tau bagaimana wajah takut mereka saat meregang nyawa di tanganku!" seringai muncul di bibir James
"Ti-tidak mungkin! kau berbohong! mereka… mereka masih hidup, mereka pasti masih menungguku pulang ke rumah. Mereka tidak mungkin meninggalkan ku sendirian disini" sangkal Embun namun dengan air mata yang mulai menetes
"Apa kau pernah menjumpai mereka setelah menikah dengan ba jingan itu?" tanya James menyudutkan karena ia yakin hingga saat ini Mike pasti masih menyembunyikan tentang kebenaran itu, meskipun ia juga tidak menyangka kabar tentang hilangnya sebagian memori wanitanya itu benar adanya
Embun hanya terdiam. Ia bahkan kesulitan menjawab pertanyaan sederhana pria itu karena memang selama ini Mike selalu menghindar tiap kali dirinya mengajak untuk mengunjungi orang tuanya di kampung
"Ck… sudah aku duga, pasti ba jingan itu masih menyembunyikan tentang kematian kedua orang tuamu. Sepertinya dia takut ketahuan kalau penyebab kematian mereka karena ulahnya"
Dada Embun berdebar kencang. Ia tidak tau apakah ucapan pria itu benar adanya atau hanya sekedar bualan yang berniat menjelekkan nama suaminya
"Setelah melihat ini, mungkin kau akan percaya bahwa aku bukanlah seorang pembohong seperti yang kau tuduhkan" James memberikan ponsel miliknya yang sedang memutar sebuah video kepada Embun
Dengan ragu, Embun menerima ponsel tersebut. Matanya membulat saat melihat video itu, bahkan tubuhnya pun ikut bergetar. Tidak kuasa rasanya ia melihat hal yang terjadi dalam video itu, namun matanya tidak ingin berpaling dari ponsel itu
Rekaman video yang memperlihatkan kekejaman James dan kesakitan orang tua Embun saat meregang nyawa mereka, perlahan membawa kembali ingatan Embun yang menghilang
Ia berteriak sembari memegangi kepalanya. Dunia seakan berhenti berputar, telinganya seakan tuli dari suara-suara lain selain jeritan kesakitannya
Ia berharap saat itu juga ketidaksadaran menelannya hingga membuat penyiksaan itu segera berakhir, tapi kesakitan itu hanya membuat tubuhnya terasa tidak bertulang dan berakhir ia terduduk di lantai yang dingin dengan air mata yang membanjiri wajah cantiknya
James tersenyum samar melihat apa yang terjadi pada Embun, karena hal itu berarti tujuannya telah tercapai. Ingatan Embun tentang dirinya telah kembali, dan itu berarti ia bisa langsung berangkat pulang ke negara kelahirannya
Ia memang memilih tidak menunda kepulangannya begitu keinginannya sudah tercapai, bagaimana pun ia tetap lah seseorang yang selalu menepati janjinya sejak dulu
Ia pun mengambil ponselnya, lalu mulai mendekati Embun dan mencium puncak kepala wanita itu
"Semua ini terjadi karena Mike lebih memilih menyelamatkan dirimu dari pada kedua orang tua yang kau sayangi" ucap James seraya mengelus wajah Embun
Meski wanita itu tidak memberikan respon atas sentuhannya tapi ia tau kalau apa yang ia ucapkan di dengar oleh wanita itu
"Tanya kan sendiri pada suamimu itu kenyataan yang selama ini ia tutupi. Setelah itu, kau boleh datang menemui ku kapan pun kau mau dan aku akan menerima mu dengan kedua tanganku"
Sekali lagi James mengecup puncak kepala Embun, hingga akhirnya ia berlalu dari kamar rawat wanita itu