Tentang Sebuah Rasa

Tentang Sebuah Rasa
Canda


...Lhu-Lhu bakalan seneng banget lhoo kalau kalian pada vote+ komen + like + share..... hehehe...


...Terima kasih untuk kalian yang udah nyenengin Lhu-Lhu...


...Love yours ❤️❤️❤️...


Wardah dan Anisa berbincang bersama sembari melihat anak-anak yang yang asik bermain. Sakha sudah beradaptasi dengan baik rupanya. ketiga bocil itu tengah asik berlarian bersama. Sesekali mengeksplore benda-benda di sekitar mereka. Lingkungan kampus yang masih ada beberapa mahasiswa tapi tak seramai hari kerja, membuat mereka lebih leluasa bermain di luar. Wardah sendiri sampai heran, di dalam kampus sebesar ini ternyata tersedia taman dan beberapa mainan anak-anak juga.


Tengah asik berbincang dan mengawasi anak-anak, tiba-tiba seorang mahasiswa menghampiri Anisa. Wardah diminta untuk ikut mengisi seminar katanya. Tentu saja Wardah tercengang. Ia sama sekali tak menyiapkan bahan materi. Toh tujuannya ikut Eza hanya ingin bertemu Wardah dan Si Kembar.


"Ya udahlah Say, pokoknya nyapa aja juga para mahasiswa udah seneng. Ya udah, kita langsung ke hall aja," ujar Anisa dengan entengnya.


Anak-anak ikut serta ke dalam ruang seminar. Biarlah mereka bermain di sana. Wardah pun tak tega kalau harus meninggalkan Sakha tanpa pengawasannya. Memasuki ruangan puluhan pasang mata tertuju pada tiga bocil yang berlari ke arah depan. Diikuti Wardah dan Anisa. Jangan lupa juga disertai dengan sambutan selamat datang dari Eza yang memamerkan jika istrinya sudah hadir ditengah-tengah mereka.


Wardah menangkupkan tangannya menyambut sapaan para mahasiswa yang dilewatinya. Wardah semakin bingung hendak menyampaikan apa nantinya.


Anisa duduk di sebelah Farhan dan Wardah langsung dipersilahkan untuk duduk di panggung bergabung dengan Eza dan dua moderator. Jangan ditanya di mana tiga bocil tadi. Mereka sudah asik bermain bersama di depan, terkadang juga lari-larian. Sakha yang awalnya pemalu sampai tak mempedulikan itu lagi. Ia sudah tak risih dilihati oleh orang banyak.


"Hallo, selamat pagi semuanya.... Hehe, saya sebenarnya juga bingung mau menyampaikan apa kalau ditunjuk dadakan seperti ini," ujar Wardah setelah salam dengan tawa renyahnya.


"Kenapa kok tiba-tiba minta saya buat ngisi seminar? Ulah siapa ini," tanya Wardah santai. Mencoba mencairkan suasana.


Tak disangka, ternyata antusias mereka sangat baik. Ternyata semua ini ulah Eza yang menyinggung tentang dirinya di tengah-tengah materinya. Sebagai intermezzo katanya. Justru mereka malah meminta Wardah untuk hadir di tengah-tengah mereka pula. Wardah hanya menyampaikan pembahasan yang ringan, dibalut dengan candaan receh agar tak bosan. Wardah juga memilih untuk memberikan kesempatan kepada para audiens yang lebih aktif di sesinya.


Perbincangan ringan dengan candaan receh membuat seminar dadakan ini menarik. Bahkan tingkah ketiga bocil tadi juga menjadi topik pembicaraan mereka. Sudah seperti obrolan biasa tapi juga berbobot.


"Buna! Mau cucu!" ujar Sakha tiba-tiba di tengah perbincangan Wardah.


"Nak, kok kamu nggak tahu posisi sih? Buna-kan lagi fokus," celetuk Wardah.


"Ayah, tolong dong anaknya ini dikondisikan," sambungnya memberikan segelas air minum pada Eza agar disuapkan untuk Sakha.


"Sebentar ya Mas-Mas, Mbak-Mbak, saya kasih sajen untuk Raden Ganteng Sakha dulu," canda Wardah.


Wardah mengupaskan buah kesukaan Sakha sembari menunggu Eza menyuapi minum. Mintanya susu, dikasihnya air mineral. hahaha


Mana mungkin di saat seperti ini harus membuatkan susu. Apa buah kesukaan Sakha? Apalagi jika bukan apel? Bukan hanya Sakha, Arzan dan Alzain juga turut meminta jatah apel itu. Anisa, Farhan, dan dosen yang menyaksikannya tak mempermasalahkan sama sekali. Biarlah itu sekalian menjadi intermezzo dalam acara ini.


Hal itu tak luput dari perhatian para mahasiswa yang hadir. Mereka juga terhibur dengan intermezzo itu. Beberapa mereka juga standby menyalakan kameranya membuat cuplikan video aksi Sakha dan dua kembar itu beraksi tadi.


Seminar ini berjalan dengan lancar meski bagian Wardah lebih banyak canda tawa. Sesi terakhir yaitu sesi foto bersama. Bukan hanya Wardah dan Eza. Di sini Sakha dan dua kakak kembarnya juga menjadi salah satu guest star.


"Gabung sama Sakha, udah kecipratan jadi artis cilik nih Zain sama Arzan," ujar Anisa saat mereka kembali ke taman setelah acara.


Mereka memutuskan untuk camping sebentar sebelum pulang. Jangan lupa jika Wardah sudah menyiapkan makanan yang super banyak untuk mereka nikmati bersama. Wardah juga sudah menyiapkan makanan khusus untuk anak-anak.


Tampak dua keluarga kecil itu tengah berbincang asik sembari menikmati makanan dan suasana taman mungil di tengah kampus megah. Tiga bocil itu juga tampak sangat menikmati makanan mereka bersama. Kalau begini, Canda tawa menghiasi pertemuan mereka.


Kalau begini bisa dipastikan tiga bocil itu nanti pasti akan susah untuk dipisahkan. Biarlah nanti Anisa dan Wardah yang pusing membujuk anak masing-masing agar mau berpisah.


...Bersambung...