
Kevin hanya menatap Nirmala sambil tertegun.
Pemuda itu tidak menjawab, tidak juga bereaksi. Ia hanya melihat ke arah wanita manis dengan mata hitam dan bibir tebal di depannya.
Sampai-sampai Nirmala salah tingkah.
"Ma-maksudku mengenai hidup bersama itu, sudah sepaket ya dengan pernikahan dan komitmen sehidup semati," gumam Nirmala, "Tapi kalau kamu belum siap untuk komitmen, ya kita bersahabat saja, karena yang kucari adalah suami dan bukan pacar-pacaran,"
Kevin masih diam seribu bahasa.
(Ni anak kenapa ya, Tante Author jadi pingin jambak rambutnya. Kesurupan kali ya?!)
“...” bibir Kevin bergerak sedikit.
Nirmala sampai memicingkan mata untuk memastikan.
“Apa Kev?!” tanya wanita itu.
“... Makasih Ya Tuhan,” gumam Kevin lagi.
Nirmala terkikik mendengarnya. Tetap Kevin yang reaksinya tak pernah ia duga.
“Ehem!” Kevin berdehem membasahi tenggorokannya dan mengusap wajahnya.
Senang tak terkira sampai tak tahu harus berekspresi apa.
Sudah pasti ia akan posesif sekaligus obsesif ke Nirmala.
Dan tampaknya Nirmala sudah tahu kalau ia akan dirantai sepenuhnya oleh Kevin. Juga ia harus menyiapkan hati menghadapi berbagai rintangan karena fans fanatik Kevin, juga masa lalu Kevin sebagai gigolo.
“Aku nggak kasih larangan ini - itu ya Kev, kamu bebas berekspresi, bergaul dengan siapa saja, tidak harus pergi selalu bersamaku. Aku anggap kamu sudah mengerti arti sebuah komitmen,” kata Nirmala.
Kevin masih menyembunyikan wajahnya yang sudah pasti merah, dengan tangkupan tangannya.
Tapi ia mengangguk merespon Nirmala.
“Dan sampai hari pernikahan, untuk menghormati lingkungan sekitar sini, aku harap kita masih tinggal terpisah,”
Kevin melepas tangannya, lalu menatap Nirmala dengan malas. “Tadinya kan biar nggak bayar cicilan, Tante,”
Nirmala tertawa mendengarnya, “Ya makanya kita menikah secepatnya,”
“Oke, mau kapan?”
“Setelah pernikahan Wana,”
“Itu sih sebulan lagi, kelamaan loh. Keburu Tante hamil,”
Nirmala melempar Kevin dengan sendok.
Kevin terkekeh sambil memungut sendok yang jatuh di lantai.
“Kev, mengenai masalah hamil itu... Aku tak yakin aku bisa hamil, di usia segini aku bahkan belum pernah dikaruniai satu pun,” Nirmala mengelus lengannya yang dingin dan menatap Kevin dengan gusar.
Kevin tersenyum, “Santai aja Tante, kalau memang sudah waktunya pasti dikasih kok. Kalau kamu lebih memilih untuk childfree, aku juga tidak keberatan. Yang penting kamu nggak pergi lagi dariku, kecuali ke Surga bersamaNya,”
Wanita itu terdiam,
Ia menatap Kevin dengan pandangan menerawang.
Lalu,
Setitik air mata jatuh ke pipi Nirmala.
Entah kenapa, padahal ucapan Kevin sederhana dan sudah sering ia dengar diucapkan orang lain.
Tapi saat keluar dari mulut Kevin, yang Nirmala tahu sungguh-sungguh mencintainya, ia merasa sangat tersentuh.
Sekian lama terkurung oleh dogma dari keluarga toxicnya, bahwa yang utama adalah anak, anak dan anak, ucapan Kevin barusan sangatlah berarti baginya.
Melihat itu, Kevin beranjak, lalu menarik Nirmala untuk berdiri menghadapnya.
Dan memeluk wanita itu dengan erat.
“Oh, iya, syarat 30jutanya batal kan ya?” tanya Kevin di sela-sela sesi pelukan mereka.
“Aku sebenarnya hanya bercanda waktu itu, nggak tahu lagi bagaimana cara agar kamu menjauh. Tak kusangka kamu malah mengusahakan hal itu,”
“Kamu nih bercanda aja serius, nggak lucu, ah!” keluh Kevin. Nirmala menyeringai. Memang dia tidak berbakat melucu.
“Kev?” gumam Nirmala setelah beberapa menit kemudian mereka berpelukan dalam posisi yang sama.
“Hm,”
“Kamu... nggak mau itu?” Nirmala mendongak menatap Kevin dengan pipi memerah.
“Ya mau lah, tapi kan aku nunggu kamu yang inisiatif,”
“Ih curang,”
“Mau di sini, atau di sana?” Kevin menyingkap rambut Nirmala ke belakang bahu wanita itu.
“Di unitku aja, aku punya fantasi sendiri,"
“Fantasi?! Njiiir!"
Tanpa diduga, bibir Nirmala tersenyum penuh arti.
*
*
Dan rencana Nirmala adalah,
"Serius Tante Gemoy?! Aneh-aneh aja sih idenyaaaa," keluh Kevin.
"Soalmu kamu anak nakal, jadi harus Tante ikat yang kencang," Nirmala memainkan ikat pinggang Kevin yang sudah ia ambil dari celana jeans cowok itu.
"Anjay! Seksi banget...” gumam Kevin sambil menatap Nirmala.
"Tapi, Harus banget aku diikat sekencang ini? Mana pake label ties, sakit loh!" gerutu Kevin.
"Takut kamu kabur," Nirmala memukul paha Kevin dengan lembut memakai ikat pinggang.
"Ish! Sadis gilaaaak," Kevin sepertinya malah bersemangat.
"Ayo, ngaku bocah edan. Saat kita berpisah, sudah berapa banyak wanita yang kamu garap, hah?!" Nirmala akting galak.
"Aku sukaaaaa!" seru Kevin antusias meneriaki Nirmala.
Nirmala menjambak rambut Kevin sampai kepala cowok itu terdongak ke atas, "Berapa banyak wanita yang harus aku singkirkan agar kamu sepenuhnya milikku? Berapa banyak yang kamu bawa ke unit, hah?"
"Nggak ada Tante, aku udah tobat,"
"Bohong! Seusia kamu kan lagi aktif-aktifnya,"
"Memangnya aku gunung berapi?! Aku ngga punya pacar, kalo kepingin ya colay,"
"Yang waktu itu ada di apartemen kamu siapa? Yang bilaang dia punya kaka psikopat,"
"Pacarnya Agus ituuu, anaknya Mami Dewi Tunggullangit! Emang tingkah lakunya kayak demit!"
"Alasan saja kamu!"
Ctarr!
Nirmala menyabet 'senjata' Kevin dengan ikat pinggang.
"Aow! Tante kenapa jadi buas kayak Nona Dias Harumnamanya sih?!"
"Nona Dias Hardiyata! Seenaknya aja kamu ngerubah nama orang,"
(Baca novel otor yang lain yaaa, Judulnya : Jangan Galak-Galak Dong, Non ! ) promosi teroooossss.
Pembaca,
mohon maaf agak saru nih,
Saat ini,
Kevin sudah dalam posisi tanpa pakaian, kedua tangannya terikat di tiang ranjang, dan wajahnya entah kenapa terlihat senang, karena tidak menyangka kalau Nirmala yang kalem berani menggunakan metode wild ala bon-dage ke Kevin.
Dan Nirmala masih memakai b-ra dan pantynya, berdiri di depan Kevin sambil menyeringai nakal.
Senjata Kevin belum tegak karena cowok itu belum dirangsang. Kalau bisa, Ia lebih memilih posisi sebaliknya. Walaupun belum birahi, tetap saja benda lunglai itu ukurannya sudah menggiurkan.
Tapi kali ini, Nirmala adalah Ratunya.
Jadi mau tak mau Kevin dipaksa pasrah, tanpa bisa menggapai Nirmala.
"Sini dong," rayu Kevin.
"Ih, suka-suka aku dooong,"
"Ini masih tidur," Kevin mengangkat pinggulnya sekilas.
"Kalo tegak suka kurang ajar soalnya," desis Nirmala.
Kevin hanya menyeringai.
"Kev,"
"Kamu suka tipe wanita seperti apa? Sudah berapa banyak wanita di hati kamu?"
Kevin menghela napas.
"Kamu yakin mau dengar? Percaya kalau aku bilang?"
"Nggak,"
"Sudah kuduga, ngapain juga kamu tanya,"
"Aku suka kamu,"
"Kamu sudah bilang,"
"Makanya aku takut sama kamu,"
"Ohya?"
"Makanya kamu kuikat saja,"
"Et dah,"
"Apa fantasi kamu terhadapku?"
"Menurut kamu apa togeee? Udah pasti hal-hal gila!"
"Seperti apa?"
"Seperti ... spank dan remas sampai merah, mungkin mengerjai lubang yang belum terjamah atau fist..."
"Ssst! Dasar gila! Kamu kayak bintang 'Hub' jadinya!" potong Nirmala ketakutan sendiri.
"Aku hanya berusaha jujur," Kevin menyeringai, "Lagipula pada prakteknya, aku tidak akan tega melihat kamu kesakitan,"
"Bohong,"
"Laaah..."
"Dasar berandal," Nirmala berlutut dan perlahan menghampiri Kevin.
"Hm,"
"Mau kupukul nggak?"
"Maaauuuuu,"
"Pakai ini?" Nirmala membuka bra-nya.
"Anjriiit..." gumam Kevin dengan mata mengiba.
"Ih nakal," cebik Nirmala sambil menundukkan wajahnya dan menjilat pangkal batang Kevin sampai ke bagian puncaknya.
"Ahh... Gilaaa," gumam Kevin sambil memejamkan matanya. Nikmat sekali rasanya. Hangat dan licin.
"Ini hukuman kamu, dasar bocah gila," Nirmala menjetikkan jari lentiknya di area puncak Kevin yang mulai tegang.
"Oi!" protes Kevin.
Dan wanita itu menjepit senjata kevin diantara belahan kedua dadanya, sementara mulutnya terbuka menerima puncak tubuh Kevin yang mencuat tersisa.
Dan ia pun mulai bergerak perlahan.
Kevin yang tak mampu bergerak hanya bisa mengepalkan tangannya erat-erat menahan kenikmatan. Dalam hatinya ia memperingatkan dirinya sendiri.
Jangan keluar cepet
Jangan keluar cepet
Ingat harga diri
Ingat kredibilitas
Ingat ... "Oooh!!" Kevin menyemburkan cairan kenyalnya.
Sial! Baru juga berapa detik! Ah! Kacau deh!! Umpatnya kesal.
Nirmala meludahkan sebagian cairan kental yang masuk kemulutnya sambil tersenyum puas. "Muka kamu kalau orgasme, cute banget ya ternyata," desis wanita itu.
"Udah lama nggak main, jadi cepet keluarnya," Kevin berusaha membela diri.
"Aku sih ngga masalah, yang penting kamu masih normal,"
"Beuh! Beneran gahar Tante, healingnya setahun sih ya!"
"Mulut kamu harus disekolahin! Nih!"
Nirmala berdiri di atas ranjang, diatas tubuh kevin, dan meloloskan pantynya.
"Aku ingin dijilat, di sini," wanita itu menyodorkan tubuhnya. Kevin maju tapi tertahan ikatan.
"Pelan-pelan saja tapinya," Nirmala menjambak rambut Kevin agar cowok itu tidak lancang maju dengan segala nafsunya.
"Sini," gumam Kevin.
"Kamu janji pelan-pelan ya,"
"Mana bisa,"
Nirmala menyeringai. Dan menempelkan tubuhnya ke bibir Kevin.
Kevin meraupnya dengan rakus.
"Ah! Aaah Kevin! Keeviin," Nirmala berteriak-teriak sambil bergerak, "Iya! Iya disitu! Oohhhh..."
Dia menggila.
Mereka menggila.
Sampai beberapa detik kemudian, akhirnya Nirmala tak tahan, lalu memasukkan tubuh Kevin yang sudah tegak lagi ke dalam tubuhnya sendiri.
Dan ia pun bergerak tak menentu, menuruti instingnya.
"Kevin..." eng-ahnya. "Kevin aku cinta kamu, dasar breng-sek!!"
Kevin hanya mampu melenguh menikmati rasa yang disajikan. Ia sudah tidak mampu lagi berpikir. Otaknya sudah penuh.
"Oooh! Aku mau keluaaar!!"
Kata-kata kotor yang keluar dari mulut Nirmala, semata-mata ungkapan kekesalannya selama ini karena ia tidak fokus akan segalanya sejak mengenal Kevin.
Kenapa, kenapa dan kenapa, hanya itu pertanyaannya.
Dan Nirmala pun akhirnya melengkungkan tubuhnya sambil mendesah lega. Ia meneteskan cairan putih kental, tanda pelepasannya.
*
*
"Tanteeee,"
"Apa sih?!" Nirmala pura-pura kesal sambil mengeringkan rambutnya. Dia baru saja selesai mandi.
"Aku mau pipis ini loooh,"
"Ya pipis aja disitu,"
"Dikira aku bayi, apa?! Main semprot sembarangan,"
"Aku masih kuatir ngelepasin kamu,"
"Apa sih Tante,"
"Takutnya kamu balas dendam,"
"Ya iya bakalan balas dendam, tapi kan pipis dulu,"
"Aku udah mandi, Kev,"
"Ya tinggal mandi lagi apa susahnya sih?! Jebar-jebur gitu aja!"
"Aku ke bawah dulu ya beli makan,"
"Tante, deliveri aja kenapa sih?! Aku kebelet banget ini!! Woy! Tanteeee!"
"Berisik ih, nanti digedor sekuriti, loh," Dan Nirmala berlalu di balik pintu.
"Tanteeeeee!"
*
*
Tante Rider ada yang mau bantu ngelepasin ikatan Kevin nggak? Daripada nanti kita repot harus jemur kasur...
Habis dilepasin ikatannya, jangan lupa pakunya ditusuk lagi ke ubun-ubun, takut nanti dia terbang.
Di-take away juga boleh, tapi balikin ya. Episodenya masih kesisa banyak soalnya.
Piss yo! Wkwkwkwk