
Dengan topeng di wajah mereka, Darren dan Akira saling bertatap-tatapan. Mereka saling mengepalkan tangan mereka, bersiap untuk menghadapi serangan satu sama lain.
"Emerald Bullet!" Akira meluncurkan serangan pertamanya.
Spark! Spark! Spark! Peluru hijau berterbangan di udara, meluncur ke arah Darren dengan kecepatan tinggi.
Dengan pedangnya, Darren berusaha menangkis semua peluru itu. Cetang! Ceting! Satu persatu peluru itu dipantulkannya.
"Emerald Sting!" Akira meluncurkan serangan keduanya.
Jarum-jarum hijau bermunculan dari segala arah. Tak mungkin Darren bisa menangkis semua itu hanya dengan pedangnya.
"Non-elemental Spell: Protection!" Ucap Darren dengan segera.
Jarum-jarum itu pun meluncur ke arah tubuh Darren. Tapi berkat Protection-nya, ia berhasik menangkal serangan itu.
"Dia cerdas juga," Ucap Akira melihatnya. "Sepertinya serangan jarak jauh takkan mempan padanya. Aku harus mendekat dan menggunakan keahlian berpedang ku."
Akira tiba-tiba mengeluarkan sebuah pedang yang sebelumnya jelas tak ada disana.
"Pedang itu muncul begitu saja di tangannya. Apa itu sihirnya?" Pikir Darren saat melihatnya.
Akira berlari lurus ke arah Darren, sambil mengarahkan pedangnya lurus ke depan seakan ingin menghunuskannya.
Darren mengantisipasinya dengan jurus Aergium yang pernah ia gunakan sebelumnya.
"Seni Berpedang Aergium: Wind Cutting Slash!"
Serangan lurus Akira berhasil digagalkan dengan tebasan bertubi-tubi dari pedangnya. Tapi Akira terlihat tak peduli dengan itu.
Akira tiba-tiba menghentakkan kakinya dan terlempar ke udara layaknya sedang salto. Ia mengubah posisi pedangnya dan menyerang ke arah wajah Darren.
Ceting! Darren kembali menangkisnya. Ia benar-benar fokus kali ini. Ia harus melawannya, tapi disisi lain ia juga tak ingin sampai melukainya.
"Akira, bisakah kita hentikan ini?" Ucap Darren sambil berusaha tetap waspada.
Akira membalasnya dengan sebuah suara yang sangat lembut. "Seandainya aku bisa," Ucapnya seakan ia tak ingin semua ini terjadi. "Tapi pekerjaan tetaplah pekerjaan. Aku tak bisa melepas seseorang yang berbahaya begitu saja."
"Seandainya jika kau tidak muncul saat itu, aku dan tim-ku mungkin sudah mati. Kami berhutang budi padamu," Ucap Akira lagi. "Tapi kalau itu hanyalah untuk memperdaya kami, maka itu takkan berhasil."
Akira kembali meluncurkan serangan jarak jauhnya. "Emerald Bullet!"
Seraya peluru-peluru hijau itu berterbangan, Akira juga ikut bergerak ke arah Darren. Ia mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas.
Diserang dari dua arah bersamaan, sempat membuat Darren tertekan. Jika ia fokus dengan peluru itu, maka Akira bisa saja menebasnya. Tapi jika ia fokus dengan Akira, maka peluru itu bisa mengenai wajahnya.
Darren mengambil sebuah kuda-kuda dengan posisi penguatan pada kakinya. Ia harus tetap berdiri dan tak boleh jatuh, atau ini semua akan berakhir pada kekalahannya.
"Thunder Elemental: Cover Me in Thunder!"
Dengan kuda-kudanya yang mantap dan posisi bertahan yang tak bercelah, Darren mengalirkan energi petir keseluruh tubuhnya.
Jurus ini sama seperti yang ia gunakan saat melawan Michael waktu itu.
Jreett! Hantaman pedang Akira berubah menjadi ledakan petir yang kuat begitu tubuh Darren bersentuhan dengannya. Ditambah lagi dengan tusukan dari peluru-peluru tadi, membuat ledakannya menjadi lebih kuat tiga kali lipat.
Akira yang terkejut saat ledakan petir itu muncul dihadapannya, tak memiliki cukup waktu untuk menghindar. Ia berakhir tersambar dan terpental cukup jauh.
Gubrak! Beberapa pecahan benda terlempar ke tanah. Sepertinya baju zirahnya sedikit mengalami kerusakan.
Darren yang masih berdiri di situ, melihat semuanya terjadi begitu cepat, kembali menggenggam pedangnya dan menghampiri Akira dengan perlahan, tapi tetap waspada.
"Akira?" Panggilnya pelan untuk memastikan bahwa ia madih hidup.
Tapi tak ada jawaban. Darren menjadi panik. Apa dia sudah membunuh seseorang lagi?
Ia menyentuh tubuh Akira yang masih tergeletak dan dirasakannya tubuh itu masih hangat. Ia masih hidup!
Tapi yang lebih mengejutkannya lagi. Saat Darren melihat ke wajahnya, topengnya telah hancur. Dengan jelas wajah asli Akira bisa terlihat hanya dengan cahaya matahari.
"Dia perempuan?" Darren terkejut saat melihat wajahnya.
Ia mencoba tidak menghiraukan hal itu untuk saat ini. Sekarang, ia harus menyembuhkannya. Sepertinya ia mengalirkan terlalu banyak elemen petir tadi.
"Heal!" Ucap Darren. "Ayolah, kau tidak boleh mati!"
Tapi sesaat sebelum ia selesai, seseorang telah merapal sebuah mantra dibelakangnya.
"Wither!" Ternyata itu Accel yang sudah terlepas dari ikatannya. Bagaimana bisa? Terlihat ia sudah memegang tongkat sihirnya. Sepertinya itu alasannya.
Darren yang masih sibuk, tak siap dengan serangan dadakan itu. Ia tak sempat bereaksi dan berakhir menerima sihir Wither itu.
"Sepertinya hidup mu sudah kelar sekarang," Ucap Accel dengan arogan.
Darren bisa merasakan sesuatu pada punggungnya. Apa itu sihir Wither? Apa hidupnya sudah selesai?
"Ah, aku akan mati lagi," Pikirnya dengan putus asa.