
"Aku lebih terluka, Paman! Aku juga ingin jadi pria normal yang bisa bercinta dengan sewajarnya. Aku juga ingin memanjakan pasangan ku di atas ranjang! Aku juga ingin lembut! Tapi, aku tidak bisa mengontrol diriku, Paman!"
"Bayangan masa lalu ku masih berbekas jelas di dalam otakku! Bagaimana cara mereka memaksa ku melakukan hal yang tak sewajarnya!"
Untuk pertama kalinya Alex menangis setelah dewasa, pria tampan itu menunjukkan kelemahan nya di depan sang paman.
Siapa yang tidak ingin normal? Bagi mereka yang menderita kelainan juga ingin kembali normal.
"Lex."
"Paman paling tahu bagaimana keadaan ku saat itu! Aku masih berumur 9 tahun saat mereka melecehkan ku, Paman! Tidak ada tempat untuk aku mengadu saat itu. Tangisan dan permohonan ampun ku tidak mereka dengar!"
"Para manusia b*debah itu meluapkan hasrat b*natang nya padaku tanpa belas kasih!"
Paman Alex ikut meneteskan air matanya. Dia merasa bersalah karena tak bisa menyelamatkan Alex dulu.
Flashback.
"Lex, nanti kamu pulang bareng paman, ya! Kita main bareng ke Mall!" ujar Keenan paman Alex.
"Baik, Paman. Alex bakal nungguin paman di gerbang sekolah," jawab Alex berbinar bahagia yang kala itu berumur sembilan tahun.
Alex merasa sangat gembira karena bisa bermain dengan sang paman. Bocah kecil itu terkadang merasa kesepian karena tak memiliki adik atau kakak, karena Alex merupakan anak tunggal.
Meski begitu Alex merasa bahagia karena kasih sayang dari orang tuanya sangat melimpah ruah. Terlebih lagi Keenan juga sangat memanjakan Alex dengan selalu bersedia mengajak keponakan kesayangan nya itu bermain ke Mall.
Jam pulang sekolah pun tiba. Alex menunggu Keenan di depan gerbang sekolah. Sudah dua jam Alex menunggu, namun, Keenan tak kunjung datang.
Sekuriti yang sedari tadi menemani Alex tiba-tiba mengatakan ingin ke toilet dan Alex mengangguk kepalanya polos.
Bocah tampan itu memainkan robot Ultraman nya karena merasa kesepian. Alex tersenyum senang di saat melihat kaki jenjang seorang pria di hadapannya.
"Paman." Alex mendongak ingin menatap sang paman.
"Halo, Sayang!"
"Paman siapa?" tanya Alex polos saat melihat seorang pria asing tersenyum ke arahnya.
Pria itu tak menjawab melainkan menutup hidung Alex dengan sapu tangan membuat bocah kecil itu memberontak. Namun, perlahan melemah karena ia pingsan setelah mencium bius pada sapu tangan tersebut.
"Aku tidak sabar ingin mencoba nuansa baru!" Pria itu membawa Alex masuk ke dalam mobil Van miliknya.
*
*
*
Pria tampan itu terlambat menjemput Alex karena tiba-tiba ada pasien darurat yang membutuhkan dirinya. Padahal kala itu Keenan sudah waktunya pulang.
Namun, karena rumah sakit tempat Keenan bekerja kekurangan dokter sehingga harus meminta bantuan Keenan.
Keenan tiba di depan pintu gerbang sekolah Alex. Pria tampan itu buru-buru turun guna mencari Alex.
Mata Keenan menajam saat melihat mainan Ultraman yang tak asing baginya tergeletak di jalanan.
"Ini 'kan punya Alex!" gumam Keenan setelah memungut mainan tersebut.
Alex merasa gelisah, dia segera menuju ke pos sekuriti yang berada di depan gerbang sekolah. Alex bertanya tentang keberadaan Alex.
"Tadi saya memang menemani Tuan muda Alex. Tapi, tiba-tiba saya kebelet kencing jadi saya tinggalkan Tuan muda sebentar. Saat saya balik Tuan muda Alex sudah tak ada. Saya kira sudah ada sopir yang menjemputnya!" jelas sekuriti tersebut membuat Keenan merasa khawatir.
Pria tampan itu pun menyuruh sekuriti itu menunjukkan CCTV di depan gerbang, karena dia ingin mencari tahu siapa yang menjemput Alex.
Mata pria tampan itu membulat sempurna ketika melihat Alex di bius oleh pria asing.
"Kurang ajar! Siapa yang berani menyakiti keponakan ku!" ujar Keenan penuh amarah.
*
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰
Mampir juga ke novel temen ku ... semuanya udah tamat, sambil nungguin novel ini up ❤️