
Perlahan pemilik mata tajam dan dingin itu membuka matanya saat merasakan deru nafas seseorang menerpa kulit dada bidangnya.
Tubuhnya terasa berat seperti ada yang menindih tubuhnya.
"Kenapa tubuhku berat?" gumam Damian pelan belum sepenuhnya sadar.
Degg.
Damian teringat akan percintaan panas nya semalam. Semuanya terasa begitu nyata bahkan rasanya masih sama saat pria itu memasuki tubuh wanita mungilnya.
Damian menunduk menatap wajah polos wanita yang selama ini ia tunggu kepulangan nya.
Tidak … kali ini bukan bayangan. Saat ini Damian tidak berhalusinasi lagi.
Pelukan ini terasa nyata, pria tampan itu menyibakkan selimut lalu melihat tubuh mereka berdua polos.
Berarti tadi malam keduanya benar-benar melakukan penyatuan setelah sekian lama.
"Baby, apa ini benar kamu?"
Damian menyentuh wajah polos Sissy dengan tangan bergetar. Pria tampan itu meneteskan air matanya tanpa sadar.
"Baby, i-ini benar kamu … ini benar kamu!"
Damian memeluk tubuh Sissy berharap semua ini adalah kenyataan, pria tampan itu benar-benar merasa sangat bahagia.
Bahkan, pelukannya kian erat membuat Sissy yang sedang terlelap terjaga karena susah bernafas.
"Sayang, a-aku tidak bisa bernafas!" Sissy berkata terbata-bata membuat Damian segera melonggarkan pelukannya.
Pria tampan itu tersenyum cerah, dia menatap Sissy dengan tatapan yang berbinar meski air mata menumpuk di matanya.
"Ini bener kamu, 'kan? Aku gak mimpi 'kan, Baby? Kamu nyata, bukan halusinasi ku, benarkan?"
Damian berkata dengan suara serak menahan tangisnya. Hati Sissy merasa remuk di saat melihat sorot mata terluka penuh kesedihan yang terpancar dari mata Damian.
Terluka, kesedihan, kerinduan dan amarah bercampur menjadi satu.
"Iya, ini benar aku, Sayang. Aku Sissy, istri kecil mu sudah kembali!" balas Sissy tak kalah bergetar suaranya.
Sosok wanita itu benar Sissy, setelah sekian lama wanita itu berobat di Turki bersama dengan orang tuanya.
Kini, Sissy kembali setelah dua bulan yang lalu dia bisa berjalan kembali. Bahkan, wanita itu sudah melahirkan sosok bayi mungil yang cantik mirip dengannya.
Hati Sissy terluka di kala mendengar kabar tentang Damian dari ibu mertuanya. Hari-hari Damian hanya bekerja dan menangisi kepergian nya.
Sissy tak dapat menahan kerinduan nya lagi, sehingga membuat wanita itu segera menemui Damian.
Padahal, seharusnya dia belum di bolehkan pulang karena bulan depan Sissy harus melakukan pemeriksaan terakhir tentang kondisi kaki nya.
Damian menangis sesenggukan seperti anak kecil yang takut di tinggalkan oleh ibunya.
Dia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sissy. Pria itu meluapkan segala rasa sesak yang selama ini membelenggu jiwanya.
Sissy menepuk punggung Damian yang bergetar karena menangis. Wanita itu tak kalah bahagia karena bisa bertemu lagi dengan pria yang amat ia cintai itu.
"Kamu tahu, betapa tersiksanya aku tanpa kamu, Baby. Hari-hari ku terasa hampa dan kosong … setiap harinya aku menahan rindu. Aku tersiksa, Baby!"
Damian mengungkapkan betapa sesak hatinya. Dia menceritakan semua apa yang ia lakukan selama tidak ada Sissy.
"Maafkan aku, Sayang. Sungguh aku tidak berniat menyakiti mu! Aku janji tidak akan pergi lagi dari hidup kamu! Mari kita hidup bersama lagi dan merawat Desy bersama-sama!" ujar Sissy menghapus air mata Damian.
"Siapa Desy?"
"Putri kecil kita!" jawab Sissy tersenyum cerah membuat Damian membelalakkan matanya.
"Kamu."
"Aku sudah melahirkan bayi mungil yang cantik mirip denganku tujuh bulan yang lalu."
Sissy mengajak Damian bangkit dari ranjang. Mereka berjalan dengan tubuh polos mendekati box bayi.
Entah sejak kapan ada box bayi di dalam kamar pria itu. Damian tak menyadari nya.
"Dia putri kita!" Damian ingin menyentuh pipi bayi mungil yang sedang terlelap dengan jempol berada di bibirnya.
"Jangan sentuh Desy, Sayang! Kita berdua belum mandi. Apalagi semalam kita …"
"Aku mengerti!" Damian langsung menarik tangan Sissy masuk ke dalam kamar mandi.
"Baby, aku sudah bersih! Apa aku bisa menggendong nya?" tanya Damian yang baru saja memakai pakaiannya.
Sissy terkekeh geli, dia membiarkan Damian menggendong Desy meski bayi mungil itu masih terlelap.
Dengan hati yang berdebar-debar Damian menggendong bayi mungil yang berusia tujuh bulan itu.
"Nyenyak sekali tidurnya. Kapan dia akan bangun, Baby? Sudah jam sembilan pagi!" tanya Damian tanpa menoleh ke arah Sissy.
"Sebentar lagi dia akan bangun, itu karena kalau malam dia tidur jam 11 malam, Sayang. Dia tidak bisa tidur awal-awal!" keluh Sissy membuat Damian tersenyum miris.
Dia merasa bersalah karena tidak ada saat-saat Sissy membutuhkan nya. Pria tampan itu berjanji untuk menjaga istri dan anaknya.
Dia tidak akan menyakiti Sissy lagi sehingga tak ada alasan bagi Sissy untuk pergi meninggalkan nya lagi di masa depan.
"Jangan pergi lagi, ya! Bila suatu saat ada masalah besar, mari kita selesaikan bersama-sama!" Damian menatap Sissy dengan tatapan memelas membuat wanita itu merasa bersalah.
"Maaf, Sayang. Aku janji di masa depan tidak akan pergi lagi!"
Sissy menahan tengkuk Damian lalu mencium lembut bibir pria tampan itu.
Di tengah-tengah ciuman tersebut, suara rengekan Desy membuat ciuman itu terlepas.
"Desy sudah bangun, Sayang. Biarkan aku menyusui nya dulu!"
Sissy membawa Desy duduk di atas ranjang lalu membuka kancing bajunya menyusui bayi mungil yang ingin menangis itu.
Damian tersenyum senang dia mengecup kening Sissy yang tampak dewasa seraya menyusui anak mereka.
"I love you, My Sissy!"
"I love you too, My Bastard!"
Keduanya tertawa kecil. Mereka tak menyangka waktu berjalan begitu cepat sehingga mereka bisa memiliki bayi mungil.
Damian bermain dengan putri kecilnya. Dia melihat dan membantu Sissy yang memandikan Desy.
Setelah itu dia mengajak putri kecilnya itu bermain di atas ranjang. Tawa bayi mungil itu terdengar menggemaskan di telinga Damian.
"I love you my little girl!" Damian mencium pipi Desy.
"I love you too Daddy!" balas Sissy menirukan suara anak kecil.
Keduanya tertawa bersama lalu kembali bermain dengan bayi mereka.
Tidak ada lagi kesedihan dan tangisan karena telah tergantikan dengan suara tawa dan senyuman bahagia.
.
.
.
TAMAT.
Terima kasih pada pembaca setia Gairah Cinta CEO Bastard dari kisah Diego sampai Damian.
Setiap yang baik datang dari Allah dan setiap yang buruk datang dari author dan nafsu.
Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Cerita ini hanya fiktif belaka dan memakai budaya barat bukan Indonesia.
Insya Allah bakal ada ekstra part. Jadi, jangan un Favorit ya kakak … biar ada notifikasi nantinya dan tahu kalau ada karya baru.
Penggemar Arka Cs insya Allah bakal ada novel baru. Tapi bukan sekarang, mungkin setelah lebaran.
Mohon maaf lahir dan batin bila ada salah tulisan yang menyinggung kakak-kakak semua.
Tidak ada maksud untuk menyinggung dan menyindir.
Love you semua kakak-kakak ❤️❤️❤️
Ini novel baru author yang minta di samperin sama kakak semua ... mohon dukungannya kakak.
Ceritanya gak kalah seru juga. Ayo dukung author 😁😁🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏