Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Rayuan Maut Alex


Ah.


Elliza membuka mulutnya lebar setelah Alex melepas ciuman tersebut. Tangan Alex memainkan dua aset nya yang berharga atas bawah dengan jari-jari nakalnya.


Sentuhan Alex saat ini sangatlah berbeda. Ada kelembutan di dalamnya, sangat lembut sehingga membuat Elliza mengeluarkan suara mendayu nya.


Gadis cantik itu sejenak melupakan Kemarahan nya karena ulah Alex. Permainan suaminya kali ini membuat Elliza tak bisa berpikir jernih.


Alex merebahkan tubuh Elliza di atas ranjang. Pria tampan itu kembali mencium lembut bibir Elliza. Suara kecapan lidah terdengar dalam ruangan tersebut.


Elliza mengalungkan kedua tangannya ke leher Alex. Dia mer*mas rambut Alex menandakan dirinya benar-benar bergairah.


Elliza membuka lebar kakinya membuat Alex segera merapat kan tubuhnya dengan tubuh Elliza.


Perlahan ciuman tersebut turun ke leher jenjang Elliza. Dia mencium lembut kulit putih itu, lalu turun ke bukit kembar Elliza.


Dia menaikkan pakaian Elliza, istrinya itu tak memakai pakaian dalam membuat Alex lebih leluasa melakukan aksinya.


"Sayang … lebih dalam lagi!" Elliza menekan kepala Alex yang sedang memainkan puncak bukitnya dengan lihai menggunakan Indra pengecap nya.


Tubuh gadis cantik itu meliuk seperti gadis kepanasan. Permainan Alex saat ini benar-benar berbeda dari semalam.


Pria tampan itu berusaha menekan ego nya yang sangat ingin menerjang Elliza dengan kasar dan membabi buta.


Saat ini Alex sedang perang batin, pria tampan itu berusaha mengontrol akal sehatnya agar tak lepas kendali.


"Aku bisa memuaskan mu seperti ini, Elliz! Apakah dengan ini kamu merasa cukup, Elliz? Atau kalau belum cukup, aku akan membeli v*brator guna menggantikan junior ku! Itu sama nikmatnya juga!"


Alex bertanya dengan suara yang serak seraya memainkan area bawah Elliza menggunakan goyang dua jarinya.


Elliza tak dapat berpikir jernih. Gadis cantik itu hanya mampu mencengkram erat seprei di kala merasa kenikmatan surgawi itu.


Bahkan Elliza membuka kakinya lebar-lebar memberikan akses untuk Alex. 


"Sayang … lebih cepat! Aku tidak tahan!" Elliza menatap Alex dengan bola mata penuh gairah.


Gadis cantik itu sangat haus akan belaian Alex. Suami tampan nya itu sangat bahagia mendengar permintaan Elliza.


"Dengan senang hati, Elliz! Aku akan melakukan apa yang kamu minta, asalkan kamu mau memaafkan aku!"


Alex mempercepat tempo jemari nya. Masuk, keluar, masuk keluar dan masuk lagi, keluar lagi membuat Elliza semakin menggila.


Dia membusungkan dadanya di kala gelombang dahsyat dalam dirinya menghantam pertahanan tubuhnya. ****** ***** nya keluar dari bawah sana membuat Elliza merasa lega.


Namun, gadis cantik itu kembali mengeluarkan suara mendayu nya di kala wajah Alex tepat berada di bawah sana.


Alex menyesap kuat-kuat bekas ****** ***** tersebut.


"Oh, Sayang … kamu benar-benar membuat ku lelah!" Elliza menjepit kepala Alex dengan kakinya. Membuat pria tampan itu kesulitan bernafas.


"A-ku tidak bisa bernafas!" Alex berkata dengan suara tertahan membuat Elliza merona malu.


Gadis cantik itu segera membuka pahanya lebar memberikan akses bagi Alex untuk bernafas.


Sejenak gadis cantik itu melupakan kemarahannya karena Alex telah membuat nya melayang ke cakrawala.


"Maaf … habis nikmat," cicit Elliza pelan dengan pipi merona membuat Alex terkekeh kecil.


Pria tampan itu kembali membenahi pakaian Elliza. Dia menaikkan tubuhnya tidur sejajar dengan Elliza.


"Sekarang kamu tidak marah lagi, 'kan?" tanya Alex penuh harap membuat Elliza tersenyum tulus.


"Bagaimana bisa aku marah dengan suami tampan ku ini?" Elliza bertanya balik seraya mengelus rahang tegas Alex membuat pria tampan itu tersenyum canggung.


Jantung Alex berdebar-debar seperti anak muda yang sedang dilanda cinta.


"Kamu terapi, ya? Aku mohon … ini demi kamu dan aku juga! Aku janji akan menemani kamu. Percayalah bahwa semuanya akan berjalan dengan baik, karena aku dan paman Keenan akan selalu mendukung mu, Sayang!"


"Jangan mau di perbudak oleh rasa trauma mu sendiri, Sayang. Buktikan pada trauma mu itu bahwa hanya kamu sendiri yang boleh mengontrol rasa takut mu itu!"


"Jangan biarkan rasa takut mu yang mengontrol dirimu!" 


Elliza berusaha membujuk Alex dengansegala kata-kata manisnya. Pria tampan itu merenung perkataan Elliza.


"Kamu janji akan menemani aku sampai kapan pun?" tanya Alex ragu menatap serius bila mata Elliza.


Gadis cantik itu tersenyum lebar penuh ketulusan. Dia mengangguk penuh semangat.


"Aku janji, Sayang!"


"Kalau begitu aku mau terapi!" balas Alex mantap membuat Elliza berbinar bahagia.


Seolah rasa sakit dan lemah yang melanda tubuhnya sirna dalam sekejap. Alex terkejut di kala Elliza menduduki asetnya.


"Elliz, apa yang kamu lakukan … ah!" Alex membuka mulutnya lebar di kala Elliza menggoyangkan tubuhnya.


"Aku akan memberikan mu terapi plus plus, Sayang!" Elliza tersenyum nakal membuat Alex menelan ludahnya kasar.


*


*


*


Wkwkwkwk … Elliza diam-diam menghanyutkan ya, Bun🤭🤭🤭


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️