Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S4 : Sekali Bastard Tetap Bastard


Sudah dua bulan Damian dan Sissy menikah. Hubungan keduanya berjalan semakin baik terlebih lagi sikap Damian yang ternyata diam-diam perhatian pada Sissy.


Wanita itu awalnya tak suka dan sangat membenci Damian karena berbuat sesuka pria itu tanpa memikirkan perasaan Sissy. Namun, perlahan Sissy mengerti bahwa Damian tipikal laki-laki yang cuek namun perhatian.


Keduanya hidup damai, meski terkadang perseteruan terjadi apabila Sissy membahas perceraian.


Sissy juga telah mengajukan surat kontrak pernikahan pada Damian yang tidak boleh menyentuh wanita lain selama menikah dengannya.


Keduanya melakukan kegiatan panas setiap malam, Damian memakai pengaman karena sesuai perjanjian cukup sekali benih Damian masuk ke dalam rahim Sissy.


Saat ini Sissy sedang menyantap mangga muda. Padahal hari sudah malam, namun, bukan nasi yang di makan. Melainkan mangga muda dan pisang.


Entah mengapa akhir-akhir ini Sissy sangat menyukai dua buah itu.


"Kenapa Damian belum pulang, ya? Padahal ini sudah malam!" gumam Sissy seraya terus menyantap mangga muda nya.


Setelah menghabiskan makanannya. Sissy beranjak merebahkan tubuhnya di sofa depan televisi. Dia ingin menunggu kepulangan Damian.


Namun, karena terlalu lama menunggu membully Sissy yang telah mengantuk pun tertidur.


*


*


*


Matahari terbit dari ufuk timur, suara alarm berbunyi menandakan sudah saatnya pemilik alarm bangun. Sissy tersentak kaget. Wanita cantik itu bangkit duduk lalu mengucek matanya perlahan.


Dia meregangkan otot-otot nya. Sissy menelisik ke seluruh sudut rumah nya yang tak menandakan jejak keberadaan Damian.


"Kenapa Damian belum pulang juga? Padahal dia janji akan pulang awal dan mengajak ku dinner di luar!"


Sissy menjatuhkan air matanya perlahan. Entah mengapa air mata wanita cantik itu menetes begitu saja tanpa di tahan.


"Kenapa aku menangis? Bukannya Damian memang Bastard. Dia selalu ingkar bila berjanji! Dia penipu, dia pembohong, Sissy!"


Wanita itu berusaha meyakinkan dirinya agar baik-baik saja. Namun, air matanya tak kunjung surut, hatinya tiba-tiba merasa sesak.


"Kenapa aku sensitif begini, sih? Lebih baik sekarang aku mandi dan pergi ke perusahaan Damian. Siapa tahu dia di sana dan aku bisa bertanya alasan dia tidak pulang semalam!"


Sissy beranjak dari sofa menuju kamar mandinya.


*


*


*


Sissy melangkah masuk ke dalam perusahaan Damian. Terlihat para karyawan suaminya itu menyambut kedatangannya dengan senyuman hangat.


Mereka tahu bahwa Sissy kekasih Damian dan mereka menyukai sikap Sissy yang jauh lebih beretika daripada wanita yang kerap di bawa oleh Damian ke perusahaan nya.


"Apa Damian ada di dalam?" tanya Sissy pada sekretaris wanita Damian.


"Kok sepertinya?" Sissy menatap heran wajah bingung sekretaris tersebut.


"Soalnya saya baru datang juga, Nona. Saya telat datang dan sekarang saya harus menyiapkan agenda kegiatan Tuan Damian hari ini! Apalagi saya belum sempat masuk ke ruangan beliau!" jawab wanita itu jujur membuat Sissy tersenyum lembut.


"Ya sudah, lanjutkan pekerjaan mu. Maaf karena telah mengganggu mu bekerja!" ujar Sissy tak enak hati.


"Eh … tidak apa-apa, Nona."


Sissy tersenyum manis lalu membuka pintu ruangan Damian.


Degg.


Jantung Sissy berdetak kencang di kala melihat ruangan Damian yang sepi dan meja kerja suaminya itu berantakan.


Terlebih lagi mata Sissy melihat high heels wanita yang tergeletak di lantai. Perasaan wanita itu merasa tak enak.


"Semoga apa yang ku bayangkan tidak terjadi!" gumam Sissy dengan bibir bergetar.


Wanita cantik itu perlahan berjalan mendekati pintu ruangan pribadi Damian. Dia membuka nya dan mata Sissy terbelalak.


Degg.


Bibir Sissy bergetar, bola matanya mengembun melihat pemandangan menyakitkan bagi nya.


Damian tidur bersama seorang wanita di bawah selimut tebal. Terlebih lagi pakaian dalam keduanya berceceran di lantai.


"Sekali Bastard tetap Bastard dan akan selalu Bastard!" ujar Sissy menangis dalam diam.


Wanita cantik itu mengambil pot kristal yang berada di meja. Lalu melemparkannya ke dinding.


Prangg.


"Bangun kalian @njing!" jerit Sissy membuat kedua insan itu tersentak kaget ketika mendengar suara kaca pecah.


*


*


*


Wkwkwkwk … perang dunia ketiga di mulai!! 🤣🤣


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


Rekomendasi Author 🥰🙏