
Seorang gadis kecil berumur 12 tahun terkapar lemah di rerumputan, tubuh kecilnya tersembunyi di balik semak semak. Dia meneteskan air matanya karena rasa sakit yang di rasakan nya sangatlah kentara, tubuhnya remuk karena terlempar keluar dari jendela mobilnya yang pecah karena di tabrak oleh truk besar.
“Mom-my, dad-dy, Lilly, kak Aarin, Kak Aaron … sa-kit … hiks,” lirihnya pelan.
*
*
Wanita cantik itu membuka matanya lebar lalu bangkit duduk bersandar di tepi ranjangnya, keringat dingin membasahi tubuhnya karena mimpi buruknya itu datang lagi, hampir setiap malam dia bermimpi melihat sosok gadis kecil yang bersimbah darah.
“Hah … hah … kenapa aku selalu mimpi seperti itu?” tanya nya dalam hati. Belum juga Wanita itu menormalkan detak jantungnya, suara ketukan pintu kamarnya terdengar keras menganggu pendengarannya.
“Lala, bangun! Sudah sore, saatnya kamu bekerja!” teriak suara cempreng dari luar membuat Lala menghela nafas berat karena sekarang waktunya dia Kembali bekerja sebagai seorang Wanita pemandu karoke. Sudah 10 tahun Luna bekerja di tempat karoke dan sekarang dia berumur 22 tahun. Wanita itu tak mengingat apapun semenjak dirinya berumur 12 tahun.
Lala juga tak bersekolah, di usia nya dari 12 sampai dengan 18 bekerja sebagai cleaning service di tempat karoke dan sekarang dia bekerja sebagai pemandu karoke.
“Hey, bisu! Apa kamu mendengarkan ku? Atau telinga mu ikutan tuli, hah?!” bentak seorang Wanita bertubuh gempal membuat Lala mau tak mau bangkit dari ranjang sempitnya lalu membuka pintu kamarnya.
“Aku mendengarnya, maaf aku telat bangun tidur dan sekarang aku akan segera mandi!” tulis Lala di buku kecil yang selalu ia kalungkan di lehernya agar memudahkan Lala berdialog dengan orang-orang di sekitarnya.
“Dasar pemalas! Kerjanya Cuma nuangkan bir ke gelas tamu aja udah belagu berani bangun telat. Aku aja yang kerjanya ladenin tamu di atas ranjang enggak tuh telat bangun seperti kamu! Jadi, orang jangan belagu … udah bisu, lemot lagi macam siput!” Wanita itu Bernama Grace pun mendorong jidat Lala dengan telunjuknya.
Lala hanya diam saja karena dia tak punya kuasa untuk membalas orang-orang yang menindas nya karena dia sadar diri tak memiliki apa-apa.
‘Andai aku punya keluarga pasti mereka akan membela ku sekarang,’ batin Lala menginginkan sosok keluarga.
“Udah ah … sana mandi karena nanti malam kamu juga akan belajar urusan ranjang agar tubuh wajah cantik mu itu berguna!” ketus Grace dengan nada sarkas membuat Lala melebarkan matanya. Dia terkejut mendengar perkataan Grace, karena selama ini Lala selalu menghindari kontak fisik dengan para tamu.
Lala ingin menuliskan ‘tidak mau’ tetapi, Grace lebih dulu mendorong Lala lalu masuk ke dalam kamar karena mereka berdua tidur dalam satu kamar.
“Dasar bisu!” umpat Grace berjalan sempoyongan karena baru saja minum alcohol Bersama dengan pelanggannya. Lala mencekal tangan grace lalu menunjukkan tulisannya.
“Aku tidak mau jadi Wanita penghibur!” tulis Lala seraya menggelengkan kepalanya membuat Grace kesal.
“Dasar sok suci! Jadi, orang tahu diri sedikit, bukan kamu aja yang nggak mau jadi Wanita penghibur! Aku juga … aku capek tiap hari harus melayani Hasrat bin*tang para pria hidung belang! Tapi, aku nggak bisa protes!” bentak Grace dengan mata berkaca-kaca lalu mendorong kasar tubuh Lala dan Kembali berjalan menuju ranjang kecilnya. Grace merebahkan tubuhnya di sana dengan mata yang terpejam karena Wanita itu memang merasa sangat Lelah.
Lala luruh ke lantai menangis tanpa suara karena momok paling menakutkan baginya adalah menjadi Wanita penghibur, dia tak bisa melarikan diri karena tempat karoke tersebut berada di kota mati. Tempat karoke mereka sangatlah besar dan para tamu yang datang dari kalangan atas. Banyak para Wanita yang bekerja di sana mencoba melarikan diri, tetapi mereka Kembali lagi dengan wajah yang lebam karena di siksa oleh para penjaga di tempat itu.
‘Aku harus bagaimana? Aku tidak ingin menjadi wanira penghibur … aku hanya punya tubuh ini, kalau sampai tubuh ku juga hancur, sungguh aku tak punya alas an untuk hidup lagi,’ batin Lala menangis membuat Grace yang sebenarnya tak sepenuhnya tidur pun merasa iba.
Bagaimanapun Grace pernah berada di sisi Lala yang sangat ketakutan bila mahkota yang di jaga nya di ambil oleh pria hidung belang, Grace bangkit lalu berjalan melangkah mendekati meja dan membuka laci, lalu mengambil satu botol kecil yang berisikan obat tidur.
Bugh.
Grace melemparnya mengenai kepala Lala, membuat gadis yang sedang menangis itu segera mengambil obat itu dan mendongak menatap bingung Grace dengan matanya yang berair.
“Bagaimana caranya?” tanya Lala menulis di buku kecilnya membuat Grace memutar bola matanya malas.
“Pintar-pintar kamu aja bagaimana mengelabui mereka, dulu aku memasukkan obat ini ke dalam minuman pelanggan pertama ku saat dia sedang mandi, hanya 15 pelanggan bisa aku kelabui, sampai aku bertemu dengan pelanggan yang berasal dari geng mafia, siasat ku itu dengan mudah ia ketahui … jadi, kamu harus hati-hati, minimal kamu bisa mengulur waktu untuk menjaga perawan mu!”
Grace menjelaskan Panjang lebar membuat Lala menganggukkan kepalanya semangat, dia berterima kasih pada Grace karena telah menolongnya.
*
*
Di tempat lain seorang pria tampan sedang mendengarkan penjelasan dari dokteer pribadinya tentang penyakit yang ia derita.
“Anda harus menjalani terapi psikologis, Tuan. Agar Roby tidak bisa bangkit lagi dan menguasai diri Anda! Sebab, sisi lain dari karakter Roby sangatlah bengis dan tak segan membunuh, saya hanya mengkhawatirkan bila suatu hari nanti terjadi sesuatu pada orang di sekitar Anda karena ulah, Roby!” jelas Dokter tersebut membuat pria tampan itu tersenyum samar.
“Benarkah aku tipikal orang yang bengis, Dokter?” tanya pria tampan itu dengan suara bariton nya menatap tajam dokter tua itu dengan mata elang nya.
Gleg.
Dokter itu menelan ludahnya kasar karena pria lembut di hadapannya berubah menjadi pria kasar, sisi lain dalam tubuh pria itu telah bangkit.
“Tu-tuan Agam!” ucapnya terbata-bata membuat pria yang di panggil Tuan Agam itu tertawa lebar.
“Aku bukan si goblok Agam, tapi aku si cerdas Roby!” desis pria itu menyeringai kejam lalu menodongkan pistol ke kening dokter tersebut.
“Tu-tuan ampun,” balas dokter itu dengan suara yang bergetar ketakutan.
“Aku peringatkan padamu jangan pernah menghasut Agam untuk melenyapkan ku … Agam dan aku satu, kami berdua tidak bisa di pisahkan karena kami tumbuh dalam tubuh yang sama. Aku sisi terkuatnya dan Agam sisi terlemah dalam tubuh ini! Jadi, kalau sampai suatu saat Agam Kembali ke sini lagi dan kamu menghasutnya untuk melenyapkan ku, maka aku tidak akan segan untuk melenyapkan mu saat aku Kembali mengambil alih tubuh, Agam! Kamu paham!” sentak Roby dengan suara bariton nya.
“Pa-paham, Tuan!” jawab Dokter itu ketakutan.
Roby tersenyum puas karena telah berhasil mengambil alih tubuh Agam yang hendak melakukan terapi psikologis untuk melenyapkan dirinya.
“Bagus … ahh … sepertinya aku butuh gadis perawan sekarang!” ujar Roby santai meregangkan otot-ototnya berbalik meninggalkan dokter tersebut yang kencing di celana karena ketakutan.
*
*
Halo semuanya, Kembali lagi pada cerita author kali ini, doakan author biar sehat selalu agar bisa up rutin seperti novel author yang lain, kecuali Novel Bella karena author sakit wkwkwk.
Btw, si Agam itu punya dua kepribadian ganda yang akan author bahas di next bab.
Salem Aneuk Nanggro Aceh.