Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S4 : Maafkan Aku


"Baby, aku masakin kamu spaghetti kesukaan kamu!" Damian masuk ke dalam kamarnya dengan senyuman manis terukir di wajahnya.


Di lihatnya Sissy duduk di kursi roda memandang nanar ke luar jendela kamar.


Sudah empat bulan pasca kecelakaan yang menyebabkan Sissy lumpuh dan koma dua Minggu. Awalnya ayah Sissy murka pada Damian.


Namun, ketika melihat penyesalan dan kesungguhan Damian dalam merawat Sissy saat koma membuat pria itu luluh dan memaafkan Damian.


"Baby, aku suapin ya!" Damian berlutut di hadapan Sissy. Lalu dia menyuapi Sissy dengan telaten.


Setelah mengetahui dirinya lumpuh dan mendengar penjelasan dari Clarissa yang ternyata menjebak Damian. Keduanya hanya tidur setelah melakukan pemanasan selebihnya tidak.


Sissy berubah menjadi pendiam. Dia tak mengeluarkan sepatah kata pun, dia menerima segala perlakuan tulus Damian.


Damian tak marah ataupun kesal. Dia hanya sedih karena Sissy enggan berbicara dengannya. Istri mungil yang ceria dan cerewet kini berubah menjadi istri murung dan pendiam.


Clarissa telah di kirim ke pelosok Afrika Utara untuk menjadi relawan anak-anak yang kelaparan. Itu merupakan hukuman yang paling berat karena wanita itu tak suka anak-anak dan hidup pas-pasan jauh dari kemewahan.


"Apa kamu suka dengan masakan ku?" tanya Damian lembut seraya membersihkan sisa makanan di mulut Sissy.


Hening.


Sissy hanya diam menatap lurus dengan tatapan kosong. Hari Damian terasa sangat sesak. Max dan Alex sempat menghajar Damian karena kesal dengan sahabat nya itu.


Hanya Diego yang mengerti Damian, karena pria tampan itu paham betul bagaimana berada di posisi Damian saat semua pihak menyalahkan dirinya.


"Baby, apa kamu marah padaku? Tidak bisakah kamu memaafkan kesalahan ku? Aku benar-benar ingin melihat senyum mu lagi!"


Damian berucap dengan bibir bergetar menahan tangis. Pria itu menatap dalam wajah pucat Sissy yang seperti mayat hidup. Tidak ada gairah sedikitpun untuk hidup.


Nyatanya kehamilan Sissy tak membuat wanita itu semangat.


Sissy tetap diam. Hingga membuat Damian meletakkan kepalanya di pangkuan Sissy.


"Aku cinta sama kamu, Sayang!" ujar Damian dengan nada lirih.


Hadi sudah mulai sore, Damian menggendong Sissy membawa wanita itu ke kamar mandi. 


Saatnya Sissy mandi, dengan penuh kehati-hatian Damian meletakkan Sissy di dalam bathtub. Pria tampan itu tak sungkan atau merasa jijik.


Damian lah yang membersihkan hajat Sissy. Dia benar-benar ingin menebus kesalahannya. 


Pertama kalinya jatuh cinta dan pertama kalinya Damian membuat kesalahan dalam mencintai seseorang.


Damian mengecup tengkuk Sissy, sudah empat bulan pria itu menahan gairah nya. Dia langsung mencium bibir Sissy penuh gairah.


Namun, lagi-lagi dan lagi Damian harus menahan gairah nya saat tak mendapatkan balasan dari Sissy.


Entah mengapa Sissy sangat betah diam. Damian tersenyum getir, sebesar itukah rasa marah Sissy padanya sehingga untuk membalas ciuman saja dia enggan.


Apa ketulusan Damian selama ini belum mampu merobohkan dinding tokoh yang membentengi Damian di hati Sissy?


"I love you."


Damian berbisik pelan lalu segera membersihkan seluruh tubuh Sissy begitupun dirinya.


Kemudian dia menggendong Sissy membawa ke ruang ganti. Dia memakaikan pakaian dalam dan kemeja besar pada tubuh Sissy.


Tak lupa dia memakaikan skin care pada wajah dan tubuh Sissy. Pria itu rela kerja di rumah demi bisa merawat istrinya.


"Istriku ini makin hari makin cantik!" Damian tersenyum senang setelah mengoleskan pelembab bibir Sissy.


Degg.


"Terima kasih," ujar Sissy dengan nada pelan membuat perasaan Damian senang.


"Baby!" Damian tersenyum cerah dan di balas senyuman manis oleh Sissy. Wanita itu menarik wajah Damian agar dekat dengan wajahnya.


Di cium bibir Damian dengan lembut penuh perasaan, membuat pria tampan itu meneteskan air matanya.


Dia merasa sangat senang karena akhirnya Sissy mau berbicara.


"Boleh aku minta sesuatu?" tanya Sissy dengan suara merdunya.


"Tentu, Baby! Apapun itu aku kabulkan!" ujar Damian dengan suara yang bergetar menahan tangis dan bahagia.


"Aku ingin makan cake coklat yang di jual di New York dekat dengan universitas XX!" pinta Sissy membuat Damian langsung menyanggupi permintaan istri tercintanya itu.


Meski jaraknya sekitar tiga jam dari rumah Damian. Pria itu tidak akan mempermasalahkan nya.


"Aku akan menyuruh Ken untuk mem–"


"Aku ingin kamu yang membelinya!" potong Sissy membuat Damian terdiam.


"Ini kemauan anak kita!" lanjut Sissy seraya mengelus perut buncitnya membuat Damian tersenyum senang.


"Baiklah. Aku akan pergi untuk membelinya! Kamu tunggu sebentar ya, Sayang! Eh … tapi bagaimana denganmu? Kalau nanti kamu ingin ke kamar mandi!"


"Aku bisa sendiri!"


"Tapi."


"Just believe me!" ujar Sissy penuh keyakinan.


"Baiklah, Baby. Kalau begitu aku pergi dulu!" Damian mengecup kening Sissy lalu perut buncit istrinya itu.


"Daddy pergi dulu!"


Damian pergi, Sissy menatap sendu punggung Damian yang menghilang dari pandangannya.


"Maafkan aku! Aku tidak ingin membuat kamu susah," gumam Sissy menangis dalam kesepian.


*


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


Mampir juga ke novel temen author 🥰