Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
Setelah Lima Tahun


Area emak-emak yang udah menikah, yang jomblo mojok di pojokan aja bareng authorπŸ™ˆπŸ€£πŸ”ͺπŸ”ͺ


...----------------...


Diego segera melancarkan aksinya, pria tampan itu mencium kening Juliet lembut, lalu turun ke mata, hidung dan bibir.


Saling memberikan kehangatan satu sama lain melalui ciuman tersebut. Tangan Diego sudah berani meraba-raba punggung Juliet dengan lembut.


Membuat getaran aneh dan nikmat dalam tubuh Juliet, wanita cantik itu menggigit bibirnya guna menahan suara manis nya.


Diego mencium leher jenjang Juliet, tak lupa dia menciptakan karya seni nya yang berwarna merah di sana.


"Ah."


Suara lenguhan Juliet tak dapat di tahan lagi, wanita cantik itu mengeluarkan suara indahnya membuat Diego semakin bersemangat untuk membuat wanita yang ia cintai itu merasa kenikmatan.


Tangan Diego menggenggam lembut satu bongkahan kenyal milik Juliet membuat wanita cantik itu mencengkram erat sprei guna meluapkan perasannya.


Diego mencium rakus salah satu bongkahan kenyal itu membuat Juliet berteriak manja.


"Diego."


"Juliet."


"I want you, Diego!"


"Me too, Honey."


"Aku mohon lakukanlah sekarang!"


Nafas Juliet memburu, tangannya juga tak tinggal diam. Wanita cantik itu tiba-tiba menjadi sangat ahli.


Juliet membalikkan tubuh Diego, wanita cantik itu menindih tubuh kekar Diego.


Sekarang saatnya Juliet mengambil alih, wanita itu melakukan hal yang sama seperti Diego lakukan padanya tadi.


Giliran Diego yang merem melek menikmati permainan Juliet. Perlahan ciuman Juliet turun ke dada bidang Diego.


"Ah, Juliet!" Diego mengerang nikmat di kala Juliet menciumi salah satu puncak dada bidangnya.


Juliet yang mendengarnya pun semakin semangat, wanita itu semakin gencar mencari titik sensitif yang berada pada tubuh Diego.


Perlahan turun ke pusar, lalu tibalah pada puncak inti djdi Diego. Wanita cantik itu segera melepaskan penutup pusaka gagah milik Diego.


Gleg.


Juliet membuka matanya lebar di kala melihat pusaka Diego yang berdiri tegak laksana tiang listrik.


"Sayang … " Diego menuntun tangan Juliet untuk menggenggam pusaka nya itu.


Perlahan Juliet memainkan mainan barunya itu membuat Diego tak dapat menahan suaranya.


"Aku sudah tak tahan lagi! Kita lakukan ke intinya sekarang!" Diego segera membalikkan tubuh Juliet.


Mereka kembali berciuman panas, dengan tangan Diego bergerak memainkan pusat inti milik Juliet.


Setelah lima tahun tak bertemu, saling memberikan kehangatan dan kenikmatan. Mengutamakan kenyamanan antara bagi keduanya adalah hak yang mereka lakukan.


Baik Juliet maupun Diego merasakan hal baru pada saat melakukannya. Berbeda dari sebelumnya tanpa cinta.


Sekarang mereka bersenggama dengan penuh cinta dan perasaan. Tak ada kata terpaksa atau yang memaksa, dua-duanya saling menginginkan.


Suara mendayu-dayu terdengar bersahutan dalam kamar besar itu. Bahkan, suara Juliet terdengar begitu menggoda. Wanita cantik itu tak dapat menahan d*sahan nya.


Begitu juga dengan Diego yang membalas d*sahan Juliet dengan suara yang lebih keras.


Mereka benar-benar lupa diri dan lupa waktu, bahkan, Juliet yang dulunya malu-malu kini berubah menjadi lebih agresif.


"Aku benar-benar mencintaimu, Juliet! Aku mohon, terimalah aku. Yakinkan Adam dan Abraham kalau aku juga menyayangi mereka! Sumpah demi apapun, Sayang … aku tidak bisa lagi jauh darimu! I love you … aku bisa gila berjauhan denganmu!"


"Aku tidak bisa menahan perasaan ku lagi, Sayang! Aku ingin segera menikahi kamu. Tolong bujuk lah Adam dan Abraham, mereka pasti akan menurut padamu!"


Diego berkata dengan suara yang terengah-engah. Pria tampan itu menghentakkan pusaka nya agar semakin dalam.


Diego menggenggam tangan Juliet di kala merasakan wanita nya itu hampir mencapai puncak.


"Aku … hemmm! Aku … akan membujuk mereka!" Juliet membusungkan dadanya di kala aliran asmara dalam tubuhnya keluar dari bawah sana.


Diego mempercepat permainan tersebut agar bisa segera sampai pada puncaknya juga.


Sehingga tak seberapa lama, tubuh Diego bergetar begitu juga dengan tubuh Juliet yang ikut bergetar.


"Ah." Suara lenguhan panjang keluar dari mulut keduanya. Diego tak langsung melepaskan diri nya, dia ingin bibit nya kembali tenggelam dalam rahim Juliet.


"Aku berharap akan segera hadir adiknya si kembar. Agar kamu tidak bisa lari dariku lagi dan aku bisa menemani masa kehamilan mu kali ini!" ujar Diego tersenyum lembut mengusap pipi Juliet yang merona.


"Aku ingin lagi!" Diego kembali mencium rakus bibir Juliet, namun, saat Diego ingin memajukan pinggulnya lagi.


Suara ketukan pintu kamar mereka berbunyi membuat Diego mengerucutkan bibirnya, sedangkan Juliet terkekeh geli.


"Mommy …," panggil Abraham dan Adam serempak.


"Harus pakai sabun lagi, deh," gumam Diego cemberut.


*


*


*


Bojo mana bojo kuπŸ€£πŸ™ˆπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❀️πŸ₯°πŸ₯°