
"Anggap saja harta Karun ku ini es krim, Baby!" titah Damian seraya mengusap kepala Sissy.
Wanita cantik itu menelan ludahnya kasar ketika melihat benda panjang yang hampir mirip dengan terong ungu di hadapannya.
Damian benar-benar tak tahu tempat, pria itu menyuruh Sissy berjongkok tepat di depan harta Karun nya.
Parahnya pria tampan itu menyuruhnya untuk melakukan hak yang tidak pernah Sissy lakukan seumur hidup.
"Itu jorok, Dami. Aku tidak mau!" Sissy menolak menatap Damian dengan tatapan jijik.
Pria tampan itu tertawa geli melihat raut wajah Sissy. Tidak ada rasa marah karena Sissy memperlihatkan tatapan jijik ke arah harta Karun nya.
"Aku bersih, Baby! Cepat lakukan atau aku akan melakukan hal yang tidak akan pernah kamu sangka, Sissy!" titah Damian dengan seringai kejam terpasang di wajahnya.
Gleg.
Sissy menelan ludahnya kasar. Mau tak mau wanita itu harus melakukan semua perintah Damian. Kalau tidak masa depannya akan benar-benar hancur.
Dengan tangan bergetar Sissy memegang benda panjang dan lonjong itu membuat darah dalam tubuh Damian berdesir.
Ayo, Sissy. Anggap saja ini es krim … semoga ini terapi pertama dan terakhir agar aku bisa terlepas dari pria Bastard dan gila ini batin Sissy semangat.
Plum.
Setengah harta Karun Damian masuk ke dalam mulut kecil Sissy. Membuat pria tampan itu mendongak menikmati sentuhan Sissy.
Dia merasa harta Karun nya itu perlahan bangkit dari mati suri nya. Damian menekan kepala Sissy agar ciuman di bawah sana semakin dalam.
Sissy meneteskan air matanya di kala semua benda terong itu masuk sepenuhnya memenuhi rongga mulut, hingga kerongkongan nya.
"Ah … hampir, Baby! Lakukan dengan cepat!" Damian melenguh kecil, sekuat mungkin pria tampan itu menahan d*sahan nya agar tak di dengar oleh karyawan toko lingerie itu.
Damian memaju mundurkan kepala Sissy di bawah sana membuat pria tampan itu keenakan. Sejenak Damian berperang batin.
Dia benar-benar hebat, hanya sekali terapi harta Karun ku hampir bangkit, betul kata papa kalau dia yang membuat harta Karun ku mati suri, dia juga yang bisa membuat si Kasan hidup kembali.
Tapi, aku masih ingin bermain dengannya, aku tidak ingin menendang nya saat ini. Karena aku harus bisa mencicipi nya, selama dia menjadi istriku. Setelah aku bosan barulah aku menendangnya batin Damian menyeringai jahat.
Di saat tubuhnya hampir mencapai puncak kenikmatan, Damian langsung menarik kepala Sissy hingga harta Karun nya keluar dari mulut wanita itu.
Damian sengaja agar Sissy tak tahu kalau saat ini harta Karun nya telah bangkit. Dia tak ingin mayones nya keluar dalam mulut Sissy.
Masih banyak rencana yang harus Damian lakukan.
"Dami–."
Damian segera menarik Sissy agar berdiri, lalu pria tampan itu mencium rakus bibir ranum wanita itu. Tangannya bergerilya mencari tempat favorit nya, sedangkan satu tangan lagi ia gunakan untuk membantu si Kasan mengeluarkan laharnya.
Sissy berusaha membalas ciuman Damian, wanita itu meremang di kala tangan Damian berada di dada nya.
Ah.
Damian melenguh di sela-sela ciuman itu karena harta Karun nya baru saja memuntahkan laharnya ke di dinding, setelahnya si Kasan kembali loyo.
Hah … hah.
Deru nafas Damian dan Sissy sama-sama tersengal-sengal setelah ciuman panas itu terlepas.
Damian menyatukan keningnya dengan kening Sissy.
"Kita ke hotel sekarang!" tegas Damian membuat Sissy membelalakkan matanya.
*
*
*
Wkwk Damian memang beda🤣🤣
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
Rekomendasi Author 🥰