Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S3 : Pisang Besar


Meimei mengernyitkan dahinya di kala ciuman tersebut semakin dalam, gadis itu membuka matanya lebar saat pria yang sedang menindihnya itu tak lain adalah majikannya sendiri.


Gadis cantik itu langsung menendang pusaka Max yang sudah berdiri tegak siap keluar dari tempat persembunyianya.


“Akk … siall, apa yang kamu lakukan? Ahh … harta karun ku!”


Max meringis kesakitan, pria tampan itu bangkit berdiri di atas lututnya seraya memegang harta karun nya yang hampir patah karena ulah Meimei.


Gadis cantik itu menutup mulutnya merasa gelisah karena telah bersikap kurang ajar apa majikannya sendiri. Dengan segera Meimei mengelus pusaka Max berharap pusaka itu membaik.


Namun, gadis polos itu tak sadar bahwa bukannya baik pusaka Max semakin buas minta di puaskan.


“Maafkan saya, Tuan. Tadi saya reflek! Apa sekarang sudah mendingan atau Anda butuh dokter untuk mengobatinya?”


Meimei mentap Max dengan sorot mata ketakutan sekaligus khawatir. Pria tampan itu mengumpat kesal dalam hati Ketika melihat raut wajah Meimei sangat menggairahkan.


Ah … apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa segila ini padahal hanya berdekatan dengannya! Gatot … benar-benar gatot, seharusnya saat ini aku yang membuat dia berteriak kenikmatan di bawah kukungan ku, bukan aku yang berteriak kesakitan karena nya batin Max berteriak kesal dalam hati.


“Kenapa kamu sangat bar-bar, sih? Aku kira gadis seperti mu tidak bisa menendang!” ketus Max seraya memejamkan matanya menikmati elusan tangan lembut Meimei pada pusaka nya yang perlahan tak sakit lagi.


“Itu karena saya tadi reflek, Tuan. Lagian salah Anda sendiri yang cium bibir saya saat saya tidur.”


Meimei berkata jujur menatap Max  dengan tatapan polos nya membuat Max menghela nafas berat.


Pria tampan itu tak mengerti mengapa respon tubuhnya saat berdekatan dengan Meimei terasa berbeda.


Gairah nya lebih dominan dari akal sehat nya, padahal saat Bersama dengan Wanita bayaran atau mantan kekasih nya Max tak pernah seperti ini.


“Berani melawan kamu, ya. Salah kamu sendiri yang tidur dengan ku! Jadi, jangan salahkan aku kalau menyentuh mu lebih dari ini!” tegas Max membuat Meimei mengernyitkan dahinya heran.


“Bukannya Anda sendiri yang menyuruh saya untuk tidur dengan Anda semalam. Ini juga bukan kemauan saya, Tuan!” bantah Meimei membuat Max menautkan alisnya.


Pria tampan itu berusaha mengingat Kembali kejadian apa yang terjadi tadi malam. Pria itu membelalakan matanya, dia ingat jikalau dia pulang dalam keadaan mabuk.


Max menatap ke arah Meimei dengan mata yang melotot nyaris hampir keluar. Tersangka utama adalah Meimei karena tidak ada orang lain di rumahnya.


  “Kamu yang menggantikan baju ku?” tanya Max dengan suara yang tergagap.


“Benar, Tuan! Cuma saya tidak berani menggantikan celana d*lam Anda karena di dalam sana pisang nya besar seperti balok!” ujar Meimei polos membuat Max menjatuhkan rahangnya.


Gadis cantik itu teringat akan tonjolan di balik celana milik Max tadi malam. Sesuatu yang membuat bulu kuduknya merinding melihatnya.


Max tak mampu berkata-kata lagi, ptia tampan itu merasa sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia ketahui. Dia tak menyangka Meimei benar-benar memiliki keberanian untuk menggantikan pakaiannya.


Lalu apa tadi? Pisang besar! Mirip dengan balok! Oh ya ampun … rasanya kepala Max ingin pecah.


“Meimei … kamu benar-benar limited edition! Kamu ingin melihat lagi pisang besar nya?” tanya Max dengan nafas yang naik turun.


“Maksudnya, Tuan?”


*


*


*


wkwkwk ... kagak tahu si Max kalau pisang enak di bikinin kolak buat menu buka puasa.


Bersambung .. 


Next bab bakal malam ya kakak ... pukul 7 dan 10 .. insya Allah.


jangan lupa, like, komentar, vote dan beri ratingh 5 yah kakak.


Salem Aneuk Naggroe Aceh.