
Seorang pria tampan terlihat sangat gagah memakai jas berwarna hitam di padu dengan celana warna senada. Di tambah kacamata hitam bertengger di batang hidungnya.
Pria itu menatap datar seorang Wanita paruh baya di hadapannya yang tampak gugup berhadapan dengannya.
“Ceritakan semuanya madam Choo! Aku ingin tahu siapa dan bagaimana kehidupan Meimei sebelumnya!” titah Max pada sosok Wanita paruh baya yang tak lain adalah bibi dari Meimei.
“Apa Meimei melakukan kesalahan, Tuan?” Bukannya menjawab, madam Choo malah bertanya. Wanita itu mengira Meimei telah membuat masalah besar pada Max. Sehingga pria tampan itu mengajaknya bertemu dan bertanya
tentang Meimei.
“Tidak, Madam. Aku hanya ingin mengetahui bagaimana kehidupan Meimei sebelumnya saja. Karena aku merasa ada yang beda dari tingkahnya!” balas Max serius membuat Madam Choo menelan ludahnya.
Pria tampan itu tak ingin menceritakan apa saja yang telah ia lakukan pada Meimei karena tak ingin menambah masalah.
“Cepat, Madam. Waktu ku terlalu mahal!” desak Max membuat Madam Choo mau tak mau menceritakan siapa Meimei sebenarnya.
“Meimei adalah keponakan saya. Dia memiliki otak kurang setengah ons, adik saya dulu adalah mantan Wanita bayaran, Meimei adalah salah satu benih pria yang menyetubuhi adik saya …”
Meimei merupakan anak haram yang di abaikan oleh ibunya, gadis cantik itu hidup dalam kesepian, hingga saat umurnya menginjak lima tahun. Ibunya menikah dengan seorang pria baik hati. Madam Choo merasa sangat senang karena pria itu mau menyayangi Meimei seperti anak kandungnya sendiri.
Namun, beberapa bulan yang lalu, Madam Choo menemukan kejanggalan pada sosok ayah sambung Meimei yang seperti memiliki perasaan lebih pada Meimei. Terbukti saat Madam Choo mengambil cuti pulang ke kampung halamannya.
Wanita itu pernah menyaksikan ayah sambung Meimei melecehkan keponakannya. Madam Choo pun bertanya pada Meimei apakah ayah nya itu sering melakukan hal yang tak senonoh pada gadis itu.
Hancur hati madam Choo saat Meimei menceritakannya dengan wajah berbinar tentang hubungannya bersama dengan sang ayah.
Flashback on.
“Papa bilang kalau aku mau patuh pada papa dia akan membelikan apa saja yang aku mau … aku sangat menyayangi papa, Bibi. Dia sangat baik padaku!”
“Di saat mama sibuk menyayangi dan membelikan adik-adik pakaian baru, Papa diam-diam memberikan ku pakaian baru juga. Bukankah papa sangat baik, Bibi? Dia menyayangi ku seperti putri kandungnya sendiri!” jelas Meimei dengan raut wajah polos.
“Dia bukan papa yang baik, bodoh! Dia predator k*lamin berkedok sebagai papa tiri mu! Sekarang katakan pada bibi, apa saja yang dia lakukan padamu?” Madam Choo mengguncang tubuh Meimei membuat gadis itu merasa ketakutan.
“Bibi … sakit,” lirih Meimei dengan mata yang berkaca-kaca.
“Ada apa ini, Kak?” tanya Ibu Meimei heran.
“Katakan sekarang kalau tidak Bibi akan menghukum mu!” bentak Madam Choo tanpa memperdulikan adiknya itu.
“Apa yang kamu lakukan, Choo?” tanya ayah tiri Meimei yang tak terima Meimei di bentak.
“Diam kamu baj*ngan!!” sanggah Madam Choo menatap tajam pria jahat itu.
“Hiks … papa menyentuh dada dan ‘itu’ ku, Bibi. Dia juga sering menciumnya … kata papa itu hal biasa yang di lakukan seorang ayah pada putrinya!” ujar Meimei di sela-sela tangisnya membuat semua yang mendengarnya terbelalak kaget.
“Apa maksud kamu, Meimei? Jangan mengada-ngada … Papa tidak pernah melakukan hal yang kamu katakan tadi!” bantah ayah tiri Meimei lantang.
“Tidak … apa yang aku katan benar, papa sering menyentuh ku dan papa menyuruh ku agar tidak menceritakannya pada siapa pun!” ujar Meimei cepat dengan bola mata yang sudah berair.
“Apa-apaan ini? Tidak mungkin suami ku melakukan hal yang tidak senonoh itu padanya, Kak. Dia pasti berbohong!” sanggah Ibu Meimei yang sangat percaya pada suaminya ketimbang pada Meimei yang merupakan anaknya.
Hubungannya dan Meimei tak akur, karena baginya Meimei adalah anak pembawa sial. Terlebih lagi otak Meimei yang kurang se-ons.
“Terserah kamu mau percaya atau tidak. Yang jelas aku sudah melihatnya sendiri, sekarang aku akan membawa Meimei pergi dari rumah ini! Hiduplah kamu dengan predator k*lamin itu!” teriak Madam Choo marah.
Flashback off.
*
*
*
Bersambung.
Jangan Lupa Like, Komentar, Vote Dan Rate 5 Yah kakak.
Salem Aneuk Nanggroe Aceh Darussalam.