Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Perbedaan Sikap Alex


"Apa kau takut padaku, Elliz?" tanya Alex pelan membuat Elliza mencengkeram selimut nya.


"Aku ti-tidak takut," cicit Elliza pelan membuat Alex terkekeh kecil.


Pria tampan itu berpindah posisi naik ke atas ranjang Elliza. Pelayanan VVIP yang Alex berikan untuk Elliza membuat pria tampan itu bisa ikut merebahkan tubuhnya di samping Elliza.


Ranjang yang Elliza pakai bukanlah brankar rumah sakit. Melainkan kasur king size yang cukup menampung tiga orang.


Elliza menelan ludahnya sendiri ketika Alex tidur di sampingnya. Gadis cantik itu merasa sangat ketakutan, iris matanya bergetar menunjukkan kekhawatiran di dalamnya.


Alex yang tidur dalam posisi menyamping dengan tangan kanan menumpu kepalanya bisa menatap wajah gelisah Elliza.


"Syukurlah kalau kau tidak takut! Setidaknya aku bisa menikmati malam panas bersama mu lagi!" balas Alex santai membuat Elliza terhenyak.


Gadis cantik itu segera menoleh ke arahnya dan langsung memelototi Alex tanpa sadar.


Bagaimana bisa pria tampan itu mengatakan bisa menikmati nya lagi setelah apa yang dia lakukan membuat Elliza hampir bertemu penjaga alam lain.


Melihat raut wajah panik Elliza membuat Alex tertawa lepas. Pria tampan itu berusaha bersikap seolah tak terjadi apa-apa.


Bukan tanpa sebab, melainkan Alex ingin menutupi kesedihan dan kekhawatiran nya.


Percayalah bahwa sekarang keadaan Alex tak kalah buruknya dari Elliza. Pria tampan itu merasa bersalah karena telah menyakiti istrinya sendiri.


"Jangan takut! Aku tidak akan menyentuh mu lagi. Maafkan aku yang hilang kendali," ujar Alex lembut setelah selesai tertawa.


Pria tampan itu mengusap pipi lembut Elliza. Perlakuan hangat Alex saat ini berbanding terbalik dengan perlakuan kasar saat mereka bercinta.


Elliza merasa kalut di kala mendengar pernyataan Alex. Dia teringat kembali kata-kata Alex sebelum mereka bercinta.


"Aku tidak bisa lembut saat bercinta, Elliz. Aku suka bermain kasar! Kalau kamu tidak mau, tidak masalah. Aku tidak akan menyentuhmu, aku akan melampiaskan gairah ku pada wanita bayaran!"


Elliza menggigit bibirnya, gadis cantik itu merasa gundah. Perlahan Elliza mendongak memberanikan dirinya menatap wajah tampan Alex.


Dapat Elliza lihat sorot mata Alex memancarkan kekhawatiran, rasa bersalah, penyesalan dan kesedihan mendalam.


Apakah suaminya ini begitu mengkhawatirkan dirinya? Mengapa Alex terlihat kelelahan seperti ini? Apa karena Alex menjaga dirinya semalaman penuh?


Berbagai pertanyaan hadir dalam benak Elliza. Namun, bukan itu yang dia pikirkan. Gadis cantik itu membuka suaranya.


"Kalau kamu tidak menyentuhku, apa kamu akan melampiaskan gairah mu pada wanita lain?" tanya Elliza hati-hati membuat Alex terdiam beberapa saat.


Pria tampan itu menatap lekat wajah cantik Elliza yang pucat. Tatapan Alex sangatlah lembut membuat Elliza merasa tenang hatinya.


"Bisa jadi! Aku tidak ingin menyakitimu lagi, Elliz. Seperti semalam, bila aku kembali menyentuh mu seutuhnya aku bisa hilang kendali! Aku … "


Alex mengepalkan tangannya. Pria tampan itu menatap lekat mata Elliza yang seolah ingin menuntut penjelasan darinya.


"Katakan, Sayang."


Entah mengapa Elliza masih bisa memanggil Alex dengan kata sayang. Elliza tak bisa menolak kelembutan Alex.


Perlakuan hangat pria tampan itu saat ini mampu membuat Elliza melupakan kejadian tempo lalu.


Hati Alex berbunga-bunga mendengar Elliza memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Apa kau ingin mendengar sebuah cerita sedih, Elliz?" tanya Alex lembut membuat Elliza bingung.


*


*


*


Hayoo … cerita apa Babang Alex 🥺


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰