
"Maksudnya, Tuan?" tanya Meimei polos mendongak menatap wajah tampan Max yang merona menahan hasratnya.
Shitt … Max mengumpat kesal dalam hati ketika melihat tatapan Meimei yang benar-benar membuatnya tak dapat menahan gairah nya.
"Ini pisang nya minta di kupas!" Max menuntun tangan Meimei menyentuh bongkahan di balik celana nya yang sudah membengkak.
"Tu-tuan … apa ini sakit?" tanya Meimei gugup membuat Max langsung mengernyitkan dahinya heran.
"Iya … kamu mau melakukan sesuatu untuk mengobati nya hemm?" Max mengusap pipi Meimei dengan lembut, pria tampan itu memasukkan ibu jari nya ke dalam mulut Meimei yang terbuka sedikit.
"Saya tahu caranya agar tidak sakit, Tuan!" balas Meimei tersenyum polos membuat Max merasa heran.
Apa maksud dari perkataan Meimei? Mengapa gadis polos itu tahu obat nya? Apa obat yang di maksud Meimei itu obat dokter?
Tubuh Max menegang di kala harta Karun Max telah masuk ke dalam mulut Meimei. Pria tampan itu melotot tak percaya!
Bagaimana bisa gadis lugu dan polos seperti Meimei tahu cara mengobati hasrat Max yang menggebu-gebu.
Terlebih lagi Meimei terlihat seperti player. Gadis cantik itu menatap wajah Max yang merah merona dengan sorot mata sayu.
"Ah … Meimei! Kamu ke-kenapa tahu cara mainnya? Ah … iya benar lebih cepat!"
Max menekan kepala Meimei maju mundur dengan gerakan yang cepat membuat pria tampan itu mencapai puncak.
Mayones Max keluar dalam mulut Meimei masuk ke dalam kerongkongan gadis cantik itu.
Nafas Max terengah-engah, pria tampan itu menarik kembali kepala Meimei menjauh dari harta Karun nya.
Meimei menelan mayones pria itu membuat Max tersenyum sinis. Dia tak menyangka Meimei bisa bertindak seperti seorang wanita bayaran, padahal wajah gadis itu sangatlah polos seperti bayi tak berdosa.
"Ternyata kamu wanita bayaran berkedok pelayan! Kalau tahu begini sudah dari kemarin aku menyuruh mu melakukan lebih dari ini!"
Max menatap rendah Meimei. Saat ini penilaian nya terhadap Meimei sangatlah buruk. Pria tampan itu kembali duduk di hadapan Meimei yang tersenyum manis ke arahnya.
Gadis cantik itu bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa, hingga membuat Max merasa kesal.
Dengan gerak cepat Max menahan tengkuk Meimei lalu mencium kasar bibir ranum gadis cantik itu. Max menindih tubuh Meimei seraya terus memperdalam ciuman tersebut.
Meimei berusaha mendorong dada bidang Max karena gadis cantik itu merasa kehabisan nafas. Pria tampan itu mengerti dan langsung melepaskan ciuman tersebut.
Ah.
Meimei mencengkram erat sprei di kala ciuman Max turun ke lehernya. Pria itu menciptakan karya seni nya di sana membuat Meimei melenguh.
Gadis itu merasa geli, nikmat dan sakit bersamaan. Tangan Max tak dapat di kondisikan lagi, pria tampan itu menyentuh dua aset milik Meimei yang atas dan bawah.
Sehingga membuat gadis cantik itu tak berhenti mengeluarkan suara mendayu-dayu nya.
Max yang mendengarnya pun merasa semakin semangat dan gencar menyentuh aset milik Meimei.
"Ternyata wajah polos tak menjamin hatinya, kamu tidak lebih dari wanita bayaran Meimei! Mulai sekarang kamu bukan hanya pelayan di rumah ini."
"Tapi, kamu juga akan menjadi pelayan ranjang ku!" bisik Max membuat Meimei terdiam.
Gadis cantik itu tak mengerti maksud perkataan majikannya itu. Saat ini dia tak bisa berpikir jernih atau membalas perkataan Max karena ulah majikan nya itu sesuatu yang aneh dalam tubuhnya memberontak ingin keluar.
"Ah … Tuan!" Meimei menelan wajah Max yang berada di bukit kembarnya.
*
*
*
The next bab bakal author jelaskan tentang siapa sebenarnya Meimei ya😁
Maaf telat up … sebentar lagi ada up satu lagi🥰😘
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏