Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
Sakit, Marah atau Malu?


"Eughh." Juliet menggigit bibirnya menahan sensasi aneh yang dia rasakan.


Wanita cantik itu masih terlelap dalam mimpinya tanpa menyadari bahwa di alam nyata dirinya sedang di lahap oleh sosok monster mengerikan.


Diego tersenyum senang mendengar suara manja Juliet. Pria tampan itu semakin bersemangat melakukan aksi nakalnya.


Pagi-pagi buta Diego telah bangun karena di bangunkan oleh pusaka nya sendiri. Pusaka keramatnya telah bangkit akibat gesekan manja yang di berikan kulit Juliet.


Padahal wanita itu hanya tidur memeluk erat tubuh Diego karena mengira Diego itu guling.


Diego yang baru bangun pun langsung melancarkan aksinya. Tangannya yang nakal bergerak memainkan dua bukit kembar milik Juliet.


"Waw … benar kata orang kalau wanita yang telah melahirkan asetnya semakin besar! Perasaan dulu hanya sebesar buah melon, sekarang udah seperti buah semangka!" gumam Diego dengan mata yang berbinar.


Diego langsung membuka penutup bukit kembar milik Juliet. Dia langsung melahapnya dengan lembut agar tak membangunkan di pemilik bukit.


Bisa gawat kalau Juliet bangun pikir Diego.


"Hemm." Juliet mencengkram sprei guna meluapkan sensasi aneh dan nikmat itu.


Tak berhenti di sana, Diego kembali menuruni wajahnya dari bukit kembar, ke pusar dan sampai di penutup goa pribadi milik Juliet.


Dengan hati-hati Diego menurunkan penutup goa tersebut. Lalu dengan semangat nya Diego bermain di sana.


"Sir, faster … faster," gumam Juliet tak karuan dengan mata yang terpejam.


Degg.


Diego yang sedang beraksi pun terkejut mendengar racauan Juliet. Pria tampan itu mengira dirinya sudah ketahuan.


Diego mengangkat wajahnya lalu mendongak melihat wajah Juliet yang memerah.


Mata wanita itu terpejam seperti sedang bermimpi. Diego tersenyum lebar melihat nya. Dia tak menyangka Juliet akan bermimpi bersenggama bersama dengannya.


"Dasar wanita … malu-malu kucing, malu-malu tapi mau. Giliran di dunia nyata malah jangan Sir, jangan sir. Tapi, kalau dalam mimpi … jangan sir, jangan sir, jangan berhenti maksudnya!" gumam Diego seraya terkekeh kecil.


Pria tampan itu langsung melahap goa pribadi milik Juliet sehingga membuat tubuh wanita cantik itu bergetar.


"Ah."


Diego tersenyum kecil melihat Juliet sampai pada puncaknya. Pria tampan itu pun langsung membenahi pakaian Juliet agar wanita cantik itu tidak curiga saat bangun nanti.


Diego bangkit berdiri beranjak menuju kamar mandi. Pria tampan itu ingin menidurkan pusaka nya yang kembali bangun.


Dia tak ingin memasuki goa pribadi Juliet lagi tanpa izin. Itu semua karena dia tak mau di anggap mengejar Juliet karena hasratnya saja.


Namun, kalau untuk menyentuh dan mencicipi. Diego tak bisa menahan hasratnya. 


Diego terpaksa melakukan solo karir di dalam kamar mandi seraya membayangkan wajah cantik Juliet.


"Ah … Juliet!" Diego berteriak memanggil nama wanita itu di kala dirinya mencapai puncak.


*


*


*


Juliet membuka matanya perlahan karena merasa risih. Wanita itu mengucek matanya. Perlahan Juliet bangkit duduk dan meregangkan otot-otot tubuhnya.


"Kenapa bisa aku mimpi melakukannya dengannya? Kenapa juga mimpi itu terasa nyata?" Juliet menyibak selimut melihat bagian bawahnya yang ikutan basah.


Juliet menghela nafas lega karena berpikir semua itu hanyalah mimpi. Pakaiannya juga masih melekat pada tubuh moleknya.


Juliet mengikat rambutnya asal, wanita itu tersentak saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.


Cklek.


"Sir," gumam Juliet terkejut melihat sosok Diego yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan di perutnya.


Gleg.


Juliet menelan ludahnya melihat Diego bertelanjang dada. Perut kotak-kotak seperti nasi kotak. Rambut basah dan wajah Diego yang berseri-seri karena baru saja selesai mandi.


Tiba-tiba bayangan mimpinya semalam langsung terlintas di kepalanya begitu saja. Juliet langsung memukul kepala pelan membuat Diego bingung.


"Apa kamu sakit?" tanya Diego khawatir.


Pria tampan itu menyeret langkahnya ingin mendekati Juliet. Diego menyentuh kening Juliet guna memeriksa suhu tubuh wanita yang di cintai nya itu.


"Ada apa? Kenapa wajah kamu memerah seperti itu? Apa kamu demam atau berpikiran mesum ketika melihat aku yang tidak memakai baju? Karena hanya ada dua kemungkinan di saat wajah seseorang tiba-tiba memerah, satu di saat demam, dua di saat marah dan tiga di saat berpikiran mesum!" tebak Diego menatap Juliet penuh selidik.


"Itu tiga, Sir. Bukan dua!" ralat Juliet membuat Diego ber- oh ria.


"Lalu kamu yang mana? Sakit? Marah? Atau berpikiran mesum?" goda Diego membelai leher jenjang Juliet.


*


*


*


Bersambung.


Woho .. author balik lagi nih. Ayo yang mau up banyak hari ini🥰🥰 kasih vote dong … mumpung hari Senin dan Komentar nya juga jangan di kasih kendor ❤️🌹🌹🔪


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰