
Matahari terbit dari ufuk timur, cahaya keemasan nya tampak malu-malu memasuki celah jendela sepasang insan yang sedang di tutupi selimut tebal.
Kedua insan itu tidur saling berpelukan memberikan kehangatan pada tubuh mereka masing-masing yang tak memakai sehelai kain pun.
Di saat sinar matahari telah sampai di puncak kepala barulah pemilik mata tajam itu membuka matanya perlahan.
Pria tampan itu tersenyum manis ketika pertama kali terjaga yang ia lihat adalah sosok berwajah cantik dan polos di dalam pelukannya.
Masih terekam jelas bagaimana obrolan penuh haru mereka berdua tadi malam, berakhir dengan pergumulan panas yang takkan pernah terlupakan bagi seorang Maxim Alvarado.
"Mungkin aku adalah salah satu dari lelaki egois di dunia ini. Aku sadar kalau aku sendiri juga barang bekas tapi menginginkan barang baru!"
"Aku sangat bahagia saat tahu kalau kamu masih orisinil! Terima kasih karena sudah memberikan nya padaku," gumam Max pelan dengan senyuman manis terpasang di wajahnya.
Pria tampan itu mengusap pipi chubby milik Meimei membuat gadis yang sudah tak perawan lagi itu melenguh.
"Eughh."
"Bangun tukang tidur! Hari sudah siang, kalau kamu tidak bangun akan aku pastikan kamu benar-benar tidak bisa bangun lagi!" ancam Max seraya menyentuh sesuatu milik Meimei.
"Tu-tuan … jangan lagi! Masih perih!" Meimei segera membuka matanya lebar menatap Max dengan sorot mata puppy eyes, sehingga membuat Max yang melihatnya pun merasa gemas.
"Ah … sakit, Tuan!" Meimei meringis di kala Max menggigit pipinya.
"Jangan panggil aku Tuan lagi! Karena sekarang aku bukan Tuan mu!" tegas Max seraya mengeratkan pelukannya pada Meimei membuat gadis itu menautkan alisnya.
"Saya kan pelayan, Tuan! Dan Tuan majikan saya. Sudah sepantasnya saya memanggil Anda, Tuan!" balas Meimei polos.
"Kamu itu sekarang sudah bukan lagi pelayan ku!"
"Tapi, semalam saya baru saja menjadi pelayan Anda di atas ranjang," cicit Meimei pelan membuat Max tersentak mendengar nya.
Pria tampan itu teringat akan perkataannya tempo lalu yang ingin menjadikan Meimei sebagai pelayan ranjang nya.
Entah mengapa saat mendengar kata tersebut keluar dari mulut Meimei membuat Max tak suka, karena sebutan itu terlalu kasar.
"Kamu bukan pelayan ranjang atau pelayan di rumah ku! Tapi, kamu pelayan terakhir dalam hidupku."
Max mengeluarkan rayuan mautnya, seperti saat ia merayu Juliet dan Elliza. Maka saat ini Max akan merayu Meimei dengan segala keahliannya.
"Pelayan terakhir? Bukankah itu sama saja?" tanya Meimei polos membuat Max mendengus kesal.
"Kamu adalah pelayan terakhir ku. Dengan kata lain kamu yang akan mengurus semua kebutuhan ku secara lahir batin dan terakhir kamu juga yang harus melahirkan anak untukku!" tegas Max membuat Meimei menutup mulutnya tak percaya.
Max tersenyum simpul ketika melihat ekspresi Meimei yang tampak terkejut.
"A-apa itu artinya saya menjadi tawanan cinta Anda, Tuan?" tanya Meimei polos membuat senyuman Max perlahan pudar.
"Tawanan cinta?" gumam Max pelan.
Tak lama kemudian pria itu kembali tersenyum lalu menggesekkan hidungnya dengan hidung Meimei.
"Sejenis itu juga! Setelah aku pikir-pikir kita berdua ini cocok. Sama-sama memiliki trauma masa lalu yang sama. Kita tahu bagaimana rasanya diabaikan dan tidak diharapkan kehadirannya oleh orang tua kita!"
"Jadi, kalau kita punya anak nanti, kita berdua bisa memperlakukan mereka seolah mereka adalah permata yang berharga. Mari hidup bersama Meimei … kita buat kisah rumah tangga yang berbeda dengan orang tua kita!"
"Di mana rumah tangga itu adalah tempat kita merajut impian kita berdua sebagai anak dulu. Mungkin kita tidak memiliki keluarga yang bahagia!"
"Tapi, kita bisa membuat keluarga bahagia. Aku, kamu dan anak kita kelak!" jelas Max panjang lebar membuat Meimei terdiam.
Gadis itu berusaha mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Max.
"A-anak?" ulang Meimei serius.
"Benar, anak! Semalam aku sudah mengeluarkan mayones terbaik ku ke dalam pabrik mu! Kita tunggu saja pabrik mu memproses mayones ku, hingga menjadi adonan!" balas Max tersenyum penuh kemenangan.
*
*
*
Wkwkwkwk … babang Max gercep ya Bun 🙈 kagak banyak drama🤣🤣
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏