
Setelah memastikan sang ayah telah
terlelap dalam tidurnya, Alex baru keluar dari kamar sang ayah.
Pria tampan itu melihat kearah jam yang terpajang di dinding nya yang sudah menunjukkan pukul dua siang.
Alex telah menemani sang ayah bermain mobil-mobilan setengah hari.
Pria tampan itu benar-benar merasa Lelah.
Akan tetapi, rasa lelah itu akan hilang setelah melihat dan mendengar suara tawa sang ayah tercinta.
Tak ada hal yang paling indah bagi Alex terkecuali melihat senyuman manis yang terpasang di wajah sang ayah.
Kebahagiaan dan tawa sang ayah adalah kunci kebahagiaan Alex di dunia ini.
Dia masih bertahan di dunia yang kejam ini hanya karena sang ayah masih bernafas, seletih-letihnya dia bekerja akan hilang begitu sja saat melihat senyuman teduh yang terpasang di wajah sang ayah.
Semenjak ibunya meninggal, Alex berubah menjadi anak yang patuh pada ayahnya.
Alex menghempaskan bokongnya di kursi
santai yang berada di dekat kolam renang.
Pria tampan itu mencoba memejamkan matanya perlahan, berusaha menikmati semilir angin yang menerpa wajah tampannya.
Entah terlalu lelah, Alex pun terlelap dengan posisi berbaring di kursi santai itu.
*
*
Gadis cantik itu merasa bosan berada di dalam kamar mewah itu. Dia memberanikan dirinya melepaskan jarum infus yang tertancap di punggung tangannya.
Dia mengelap beberapa tetes darahnya yang keluar dari punggung tangannya itu dengan itu.
Gadis cantik itu beranjak dari tempat tidur, menyeret langkahnya keluar dari kamar mewah itu.
Dia melihat ke segala arah mencoba memastikan tidak ada orang yang berlalu Lalang.
“Aman!” Gadis itu bernafas lega
melihat tidak ada orang di sekelilingnya.
Para pelayan akan memilih beristirahat
bila sudah masuk waktu siang.
Terlebih lagi Alex berada di rumah, jadi, dia sendiri yang akan menjaga sang ayah tanpa butuh bantuan dari pelayannya.
“Ya ampun … ini rumah atau istana, kenapa sangat indah seperti istana di negeri dongeng!Lantainya begitu mengkilap, perabotannya juga terlihat bersih tanpa debu."
"Pengharum ruangannya juga sangat wangi! Seperti aroma bunga lilly putih!”
Gadis cantik itu mengelilingi rumah megah milik Alex, tak berhentinya gadis cantik itu berdecak kagum melihat dekorasi rumah Alex.
Gadis itu menghentikan langkahnya ketika melihat sebuah figura besar. Terdapat foto Alex remaja tersenyum lebar di peluk oleh kedua orang tuanya.
Terlebih lagi senyuman Alex di dalam foto
tersebut sangatlah tulus.
Tanpa beban, seolah-olah dia adalah
remaja paling bahagia.
Begitu juga dengan senyuman manis yang terpasang di wajah kedua orang tuanya.
Sama-sama tulus …
“Mereka terlihat seperti keluarga
harmonis,” gumam gadis itu pelan.
menatap foto Alex yang sudah dewasa.
Tak ada senyuman sama sekali, raut wajah
Alex terlihat datar nyaris tanpa emosi.
Sorot matanya terlihat sangat dingin.
“Kasihan, Tuan itu. Dia pasti tersiksa!”
Gadis cantik itu dapat menerka bahwa masa remaja Alex sangat pelik semenjak ibunya meninggal.
Gadis itu tahu karena saat Alex menangis tadi
dirinya mendengar semua gumaman Alex.
Di tengah-tengah lamunannya, gadis itu mengernyitkan dahinya di kala mendengar suara rintihan seseorang.
“Suara siapa itu? Kenapa terdengar seperti orang yang sedang kesakitan?”
Gadis cantik itu berusaha melangkah mencari asal suara tersebut.
Sehingga tak berselang lama dia sampai di taman belakang, mata gadis cantik itu membulat sempurna melihat Alex yang meracau tak jelas dengan mata terpejam.
“Tolong … mama … papa … paman! Tolong aku …. Tidak-tidak, jangan lepas bajuku, jangan robek celana ku! Hiks … mama!”
Gadis cantik itu berlari mendekati Alex yang terlihat pucat pasi, keringat dingin membasahi tubuhnya, bahkan butiran kristal mengalir dari sudut mata Alex.
“Tuan!” Gadis cantik itu mengguncang tubuh Alex pelan. Lalu dia menepuk pelan pipi Alex guna menyadarkan pria tampan itu dari mimpi buruknya.
Namun, Alex malah menarik tangan gadis cantik itu, sehingga tubuh gadis cantik itu menimpa tubuh kekarnya.
Degg.
Jantung gadis cantik itu berdegup kencang karena berada dalam posisi sangat intim dengan pria tampan yang telah menolongnya.
“Mama … papa!” Alex kembali meracau membuat gadis cantik itu langsung membalas pelukan Alex.
“Tenanglah, Tuan. Tidak ada yang akan menyakitimu! Ada saya di sini yang akan menemani Tuan tidur!”
Gadis cantik itu berkata pelan seraya mengusap rahang tegas milik Alex.
Jari-jarinya tergerak menghapus butiran kristal yang jatuh dari pelupuk mata Alex. Entah mantra apa yang gadis itu pakai, sehingga membuat Alex berubah menjadi tenang.
Gadis cantik itu pun ikut terlelap dalam pelukan Alex, dia tidur dengan nyaman di atas tubuh kekar Alex.
Entah apa yang akan terjadi bila sampai Alex terjaga dari tidurnya dan melihat seorang gadis yang tidur di atas tubuhnya.
Apakah gadis itu akan bernasib baik atau buruk karena sikap Alex yang sering berubah-ubah?
Ini sangat nyaman … pelukannya sangat hangat, untuk pertama kalinya aku merasakan pelukan senyaman ini.
Aku mohon biarkan aku menikmatinya sebentar saja …
Gadis cantik itu menarik sudut bibirnya dengan mata yang terpejam.
*
*
*
**Bersambung.
Hihihi ... kira-kira gimana tuh ekspresi babang Alex ya, Bun🤭 waktu bangun udah ada bidadari cantik dalam dekapannya 🙈🙈
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏**