
Degg.
Jantung Alex berdegup kencang, dadanya berdebar-debar layaknya anak muda yang sedang kasmaran. Seperti di film kartun di mana si pria bila melihat wanita cantik timbul bentuk love di matanya.
Begitulah kondisi Alex saat ini, dirinya merasa ada bentuk love di matanya, begitu juga dengan pipinya yang merona.
Gila … ini benar-benar gila! Kecantikan nya mampu meluluhlantakkan satu kekaisaran.
Wajah bersih, pipi chubby dengan rona merah muda di pipinya, bibir mungil, hidung mancung minimalis.
Mata bulat layaknya Barbie.
Ah … Alex menurunkan tatapannya menuju leher jenjang gadis itu, turun ke dada sintal gadis itu.
Gleg.
Mata Alex hampir melorot melihatnya, pria tampan itu menelan ludah kasar ketika melihat dada besar tanpa memakai bra di dalamnya.
Bahkan, terbentuk jelas bagaimana puncaknya karena dress yang gadis itu gunakan berwarna pink soft.
Lalu turun ke bawah lagi.
Gleg.
Kembali Alex menelan ludahnya ketika melihat penutup segitiga muda itu yang tembus pandang.
Siall, warnanya hitam, umpat Alex dalam hati.
Alex telah salah sangka, tidak ada wajah yang berjerawat dan kulit hitam kusam.
Kalau saja tidak ada sisa lumpur yang berada di lengan dan kaki gadis itu.
Pastinya Alex akan mengira gadis cantik di hadapannya ini adalah bidadari kiriman Tuhan untuknya.
"Kamu … "
Belum sempat Alex menyelesaikan ucapannya, si gadis itu jatuh pingsan membuat Alex langsung menangkap tubuh lemah gadis itu.
Oh, sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak Alex karena dada besar itu kini bergesekan dengan dadanya.
"Hey, bangun!" Alex menepuk pipi gadis itu lembut.
Mata Alex membulat sempurna melihat bibir gadis itu berwarna biru dan menggigil.
"Paman."
"Letakkan dia di samping papa mu, agar paman bisa memeriksa nya!"
Alex segera meletakkan tubuh seksi yang lemah itu di samping papanya. Sang paman memeriksa denyut nadi gadis tersebut.
"Dia mengalami hipotermia ringan dan seperti nya sakit maag nya kambuh karena dia tidak makan berhari-hari!" jelas paman Alex membuat pria tampan itu terkejut.
"Kenapa dia tidak makan, Paman?" tanya Alex polos membuat pamannya itu mengedikkan bahunya.
"Ya mana paman tahu! Bukannya dia wanita mu, jadi kenapa tanya sama paman! Tapi, tubuhnya benar-benar indah ya, Al!"
Paman Alex menunjukkan dada gadis tersebut membuat Alex memelototi pamannya itu.
"Jangan mesum, Paman! Kalau udah gak tahan cari istri sana. Sudah tua masih saja lajang!" dengus Alex membuat sang paman terkekeh geli.
"Kalau begitu gantikan pakaian wanita mu itu, setelahnya panggil paman biar paman pasangkan infus!" titah sang paman lalu beranjak keluar dari kamar tersebut.
Degg.
Tak lama setelahnya pria tampan itu menyeringai penuh arti. Dia segera keluar mencari pakaian yang cocok untuk gadis cantik itu.
Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Alex langsung kembali ke dalam kamar tamu.
Mata Alex berbinar bahagia melihat tubuh gadis cantik itu yang sudah polos di hadapannya. Dengan semangat 45 Alex memakaikan pakaian tersebut.
Akan tetapi, sebelum itu. Alex mendekatkan wajahnya pada puncak pink itu lalu menyesap nya dengan lembut.
Eughh.
Gadis cantik itu melenguh dengan mata terpejam membuat Alex segera menghentikan aksi mesumnya.
Dia segera membenahi dress gadis itu. Alex tak memakaikan bra pada gadis itu, dia hanya memasang segitiga muda.
"Paman!" panggil Alex membuat paman nya itu segera masuk.
Dokter paruh baya itu segera memasangkan infus di tangan kanan gadis itu, tak lupa dia menyuntikkan cairan vitamin ke dalam botol infus tersebut agar si gadis itu memiliki energi lagi.
Tak lupa dokter itu memberikan beberapa obat dan menjelaskan apa yang harus lakukan untuk gadis itu.
"Jangan biarkan dia kelaparan lagi! Sepertinya dia memiliki riwayat penyakit maag. Pastikan dia selalu membawa roti dan air putih bila bepergian ke manapun, karena orang-orang yang mengidap penyakit maag tidak boleh kelaparan! Itu sangat berbahaya untuk mereka!" jelas dokter tersebut panjang lebar.
"Baik, Paman!"
Entah mengapa Alex mengiyakan semua perkataan pamannya. Padahal dia tidak mengenal siapa gadis yang sedang pingsan ini.
"Kalau begitu paman pergi dulu! Jaga papamu, jangan sampai dia berada di luar jangkauan mu lagi!" Paman nya itu menepuk pundak Alex.
Pria paruh baya itu menyeret langkahnya ingin keluar. Namun, sebelum itu dia berhenti saat memegang gagang pintu.
"Al!" panggil nya menoleh ke belakang.
"Iya, Paman!"
"Sering-seringlah berkonsultasi tentang penyakit mu! Sebelum kamu menyesali di kemudian hari. Paman menyayangi mu! Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, Nak!" jelas dokter tersebut membuat Alex menatap datar dirinya.
"Aku tidak akan menikah dan jatuh cinta, Paman. Jadi, itu aman-aman saja untukku!" balas Alex datar.
"Kita ini hanya manusia biasa, Al. Pikiran kita bisa berubah-ubah di setiap harinya. Kita tidak tahu takdir kita kedepannya itu seperti apa! Jaga dirimu! Dengarkan saran paman kalau kamu benar-benar menyayangi diri kamu sendiri!"
Dokter tersebut pergi meninggalkan Alex yang termangu di dalam kamar tersebut.
"Aku tidak akan pernah jatuh cinta, iya kan? Benarkan?" Alex bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
*
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏