
Seorang gadis cantik yang sedang terlelap dalam tidurnya merasa terusik karena ulah seseorang yang menoel pipi dan menjepit hidungnya.
Eugh.
Gadis cantik itu melenguh dan membuka matanya perlahan. Pandangan nya yang buram perlahan menjadi jelas.
"Yey … Alex! Dia bangun, Alex! Barbie nya udah bangun Alex!" teriak pria tua itu memanggil anaknya.
Tak berselang lama Alex masuk seraya menenteng nampan yang berisikan sarapan.
Gadis cantik itu menelisik ke seluruh ruangan. Dia baru sadar kalau sebelumnya dia pingsan.
Wajahnya berubah menjadi puas karena takut akan di usir dari kediaman Alex. Air matanya mengalir begitu saja.
"Tuan, jangan usir saya!" Gadis cantik itu bangkit duduk lalu menangkup kedua tangannya di bawah dagu menatap Alex dengan tatapan memelas.
"Hey, Barbie! Kenapa kamu menangis? Barbie, 'kan gak boleh nangis!" Ayah Alex bangkit duduk menangkup pipi gadis itu.
Lalu dia mengusap air mata yang membasahi pipi gadis tersebut.
Alex yang melihatnya pun menghela nafas berat. Saat ayahnya sadar di tengah malam, tiba-tiba ayahnya tertawa bahagia ketika melihat sosok gadis cantik tidur di sampingnya.
Terlebih lagi sang ayah menganggap gadis tersebut sebagai Barbie hidup. Karena wajah gadis cantik itu benar-benar mirip Barbie.
Sontak saja Alex menepuk jidatnya ketika melihat sang ayah yang langsung memeluk erat tubuh seksi gadis itu.
Alex ingin memindahkan gadis cantik itu ke kamar lainnya, akan tetapi, sang ayah merajuk tidak mengizinkan Alex melakukan hal itu.
Pada akhirnya Alex pun pasrah membiarkan sang ayah yang tidak tidur semalaman karena sibuk menoel pipi gadis cantik itu.
Alex hanya berdoa agar sang ayah tak menoel yang lain.
Ha ha … kalian pasti tahu apa yang di maksud oleh Alex! Sesuatu yang besarnya seperti buah giri Bali, memiliki puncak kelereng berwarna pink.
Lembut nya seperti brownies kukus.
Ah ….sangat nikmat bagi Alex! Terlebih lagi pria tampan itu sudah mencicipi puncak berwarna pink itu.
Lembut dan kenyal.
"Tuan … hiks … tolong jangan usir saya!" ujar gadis cantik itu dengan suara yang serak membuat Alex sadar dari lamunannya.
"Hemmm, makanlah dulu! Tangan mu masih berfungsi, 'kan? Atau haruskah aku menyuapi mu?"
Alex berkata datar menaik turunkan alisnya menatap wajah sembab gadis cantik itu.
"Tapi … "
"Makanlah, atau tidak keluar dari rumah ku!" tegas Alex membuat gadis cantik itu langsung mengambil mangkuk bubur tersebut dengan tangan yang bergetar.
"Alex, jangan bentak-bentak Barbie, nanti Barbie nya nangis!" ujar ayah Alex dengan nada kesal.
Bibirnya di majukan, dahinya berkerut seperti anak kecil yang merajuk membuat Alex menghela nafas berat.
"Iya, Pa!"
Alex melihat gadis cantik itu kesusahan saat makan karena tangannya bergetar, bahkan, tak sedikit bubur yang tumpah di bajunya membuat Alex kesal.
"Saya bisa sendiri, Tuan!" balas gadis tersebut tak enak hati.
Nyali gadis itu menciut ketika mendapatkan tatapan tajam dari Alex. Dirinya hanya bisa terdiam dan menerima suapan dari Alex.
Alex yang melihat baju gadis itu kotor karena terkena noda bubur tadi pun menyeringai kecil.
Gadis cantik itu tersentak kaget ketika Alex menghapus noda bubur yang berada tepat di dadanya.
Tubuhnya meremang saat merasakan tangan Alex mengusap nya dengan lembut.
"Kau ini sangat jorok!" Alex berkata datar lalu kembali menyuapi gadis cantik itu.
Untung saja ayah Alex tak melihatnya karena pria tua itu asik memainkan game di tablet Android miliknya.
Kenapa rasanya berbeda? batin gadis itu merasa nyaman dengan sentuhan Alex.
Setelah selesai menyuapi gadis cantik itu, Alex mengangkat tubuh sang ayah lalu mendudukkan nya di kursi roda.
"Tuan, mau ke mana?" tanya gadis cantik itu penasaran.
"Membawa papa ku berjemur!" Alex segera mendorong kursi roda ayahnya membawa keluar dari kamar tersebut.
Namun, di saat Alex memegang gagang pintu kamar tersebut. Dia berbalik menatap datar gadis itu.
"Istirahatlah di kamar ini, bila buruh sesuatu tekan tombol hijau yang ada di dinding dekat tempat tidur, nanti akan datang pelayan yang akan membantumu! Jangan ke mana-mana kalau kau tidak ingin ku tendang dari rumah ini!" tegas Alex lalu keluar dari kamar tersebut meninggalkan gadis itu sendirian.
Gadis cantik itu tersenyum kecil menatap punggung Alex yang perlahan menghilang di balik pintu kamar.
"Dia pria yang baik, meski dari luar terlihat dingin tapi dadi dalam dia sangat hangat!"
"Lalu tadi! Dia menyentuh dada ku, tapi, kenapa aku tidak marah! Apakah karena dia tampan atau sudah baik ke padaku? Atau karena niatnya tadi hanya ingin membersihkan noda di bajuku!"
Gadis cantik itu memegang dadanya yang berdebar kencang. Akan tetapi …
Tunggu-tunggu … sepertinya ada yang berbeda dan ada yang hilang! Apa itu?
Wajah gadis itu memerah padam ketika melihat ke arah dadanya.
"Oh ya ampun … aku tidak pakai bra! Pasti tadi dia merasakan dada ku yang mengeras karena sentuhannya! Bagaimana ini? Ah … aku sangat malu!" Gadis cantik itu menutup wajahnya dengan selimut saking malunya.
Sedangkan di sisi lain, Alex sedang senyum-senyum sendiri seraya menjilati bibirnya.
"Aneh, kenapa tiba-tiba aku berfantasi tidur dengannya?" gumam Alex menyeringai kecil.
*
*
*
Hihihi … Babang Alex ngeri ya, Bund🙈🙈🤭
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏