Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Aku juga ingin sembuh


Alex mondar-mandir di depan ruang operasi. Pria tampan itu mengusap kasar wajahnya, dia merutuki kebodohannya karena telah menyakiti Elliza.


"Alex," panggil pamannya yang tak sengaja melihat Alex.


Alex ingin menoleh menatap sang paman, namun, pintu ruang operasi lebih dulu terbuka menampilkan sosok dokter memakai pakaian berwarna hijau.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Alex dingin dengan sorot mata yang menunjukkan kekhawatiran di dalamnya.


Paman Alex mengernyitkan dahinya karena merasa bingung dengan apa yang telah terjadi. Pria paruh baya itu ingin bertanya, namun, ia urungkan karena dokter wanita itu lebih dahulu menjelaskan.


"Pasien telah melewati masa kritisnya! Robekan di bagian intinya sudah kami jahit." Dokter wanita itu menjeda penjelasannya, dia menatap lekat Alex dari atas, hingga bawah.


Alex masih bertelanjang dada, dokter itu dapat melihat bekas cakaran di dada dan leher Alex.


"Saya akan jelaskan lebih terperinci di dalam ruangan saya. Silahkan ikuti saya, Tuan!" ajak dokter itu datar berjalan menuju ke ruangannya di ikuti oleh Alex di belakangnya.


*


*


*


"Apa Anda mengidap kelainan s**s?" tanya dokter itu serius membuat Alex dan pamannya tersentak kaget.


"Aku ingin tahu keadaan istri ku bukan kepada ku!" tegas Alex membuat dokter wanita itu mengepalkan tangannya erat.


"Sepertinya benar! Anda memiliki kelainan s**s berjenis sadomasokisme. Itu sangat berbahaya bagi keselamatan istri Anda!"


"Sadomasokisme memiliki dua pengertian yakni sadisme dan masokisme. Sadisme adalah bentuk penyimpangan seksual dengan mendapatkan kepuasan melalui penyiksaan yang diberikan kepada pasangannya. Sedangkan masokisme adalah bentuk kepuasan seksual dengan diterima kekerasan seksual yang diterimanya." 


Dokter wanita itu menjelaskan semuanya secara terperinci tanpa ada yang ia tutupi.


Paman Alex menghela nafas berat, pria paruh baya itu merasa sangat kecewa atas kelakuan Alex. Terlebih lagi keponakan nya itu menikah tanpa sepengetahuan nya.


"Apa yang paman khawatirkan ternyata telah terjadi! Kamu menyakiti istri kamu sendiri, Lex!" gumam sang paman masih terdengar oleh telinga Alex.


Alex merasa serba salah, pria tampan itu tak tahu apa yang harus dia lakukan selain hanya bisa diam.


"Kali ini istri Anda bisa selamat! Tapi, lain kali saya tak bisa menjaminnya. Belum lagi kalau istri Anda sempat mengalami trauma karena perlakuan kasar Anda!"


"Luka fisik mungkin bisa di obati dan sembuh dengan cepat! Tapi, luka mental akan membutuhkan waktu yang lebih lama! Salah-salah istri Anda bisa gila!" jelas dokter wanita itu membuat Alex tersentak kaget.


Pria tampan itu mencerna perkataan Dokter tersebut. Dia tak pernah memikirkan tentang luka mental setiap wanita yang menjadi korban kebrutalan nya di atas tempat tidur.


Benar … selama ini Alex hanya mengobati luka luar mereka. Pria tampan itu tak pernah mempunyai pikiran tentang bagaimana keadaan mental wanita yang telah digagahinya.


Sang paman menyeret tangan Alex keluar dari ruangan tersebut. Tampaknya pria paruh baya itu amatlah marah, dia sangat ingin menghajar Alex.


"Apa kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan, huh? Kamu baru saja menyakiti istri kamu sendiri! Apa kamu tidak bisa berpikir kalau sampai istri mu mati karena ulahmu sendiri? Di mana otak kamu, Lex?"


"Paman tahu kalau kamu punya trauma di masa lalu. Paman juga tahu kamu pasti ya tidak ingin terapi karena takut mengingat masa lalu kamu lagi! Tapi, sampai kapan, Lex? Sampai kapan?"


"Kamu harus bangkit! Kamu harus keluar dari trauma masa lalu kamu! Sadar, Lex … hidup terus berjalan, kamu harus move on dari trauma mu itu!" 


Sang paman menasehati Alex habis-habisan, pria paruh baya itu berusaha membuka jalan pikiran Alex.


Dia tahu bahwa trauma yang di alami Alex berbeda dengan trauma orang pada umumnya. 


Tanpa di duga Alex malah meneteskan air matanya. Pria tampan itu menatap wajah sang paman dengan tatapan terluka dan tersakiti.


"Apa paman pikir aku tidak pernah mau bangkit? Apa paman pikir selama ini aku hanya diam saja? Aku juga mau sembuh, Paman! Aku juga mau normal. Tapi, semua itu tidak semudah kata!" 


Alex berkata dengan suara yang bergetar menahan tangis, pria tampan itu memperlihatkan kelemahannya pada sang paman.


*


*


*


Maaf author telat up🙏🙏


Bersambung.


Berhubung kita sudah akan memasuki bulan suci ramadhan, author mau minta maaf sebesar-besarnya pada kakak semua apa bila ada salah kata yang tertulis Tanpa sadar menyinggung kakak semua.


Semua yang baik datang dari Allah dan semua yang buruk datang dari author sendiri. Ambil positifnya di cerita ini dan buang jauh yang negatif.


Di bulan puasa author akan up seperti biasanya. Hanya saja apabila ada bab yang mengandung adegan dewasa author akan up malam. 


Jadi, apabila ada notifikasi di siang hari kakak semua bisa aman bacanya. 


Kalau tidak author Mita vote dari kakak di kolom komentar. Mau up di siang hari atau up di malam selepas magrib, sampai sahur.


Tolong vote di kolom komentar bagi setiap pembaca setia agar author bisa memikirkan bagaimana kedepannya 🙏🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏