
Elliza menggigit bibir bawahnya, menutup rapat bibirnya agar tak mengeluarkan suara Isak tangisnya.
Keenan rasanya ingin berteriak marah pada dirinya sendiri. Andai saja dulu dia bisa cepat menyelamatkan Alex, pastilah kehidupan Alex takkan seperti ini.
Pria paruh baya itu berusaha bersikap profesional. Dia menormalkan emosinya agar tak meluap.
Bisa di lihat Alex terisak dengan mata terpejam dan bibir melengkung atas berbentuk senyuman.
"Mama … papa … Alex rindu," gumam Alex pelan masih terdengar oleh Elliza dan Keenan.
Dalam bayangan Alex. Dia sekarang sedang kembali pada masa lalunya. Dia melihat Alex kecil sedang menjadi rebutan semua keluarga besarnya.
Terlihat Alex kecil tertawa cekikikan tanpa beban. Semua orang menyayangi dan memanjakan nya. Para kerabat yang datang selalu mencium pipi Alex membuat Alex kecil memanyunkan bibirnya.
"Bibirnya jangan di majuin, nanti di gigit kura-kura baru tahu rasa!" ujar ibu Alex menggoda putra kecilnya itu.
"Biarin! Alex kesal … semua orang cium Alex. Pipi Alex udah besar makin lebar nanti!" Alex kecil merajuk membuat semua orang tertawa gemas melihat nya.
Di dunia nyata, Alex sudah sesenggukan menangis. Pria tampan itu berulang kali memanggil ayah dan ibunya membuat Elliza merasa khawatir.
"Mama … papa! Ini Alex, Ma. Alex sudah dewasa!"
"Mama … hiks … papa."
"Aku mau di peluk lagi. Aku mau di suapi lagi, aku mau di bacakan dongeng lagi!"
Alex terisak dengan tubuh yang berguncang membuat Keenan merasa terapi pertama Alex telah cukup.
"Alex, dalam hitungan 1, 2, 3 kamu sadar! 1, 2, 3." Keenan menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Alex membuat pria tampan itu langsung tersadar.
"Elliz." Alex memanggil Elliza membuat istrinya itu langsung menghampiri Alex.
Pria tampan itu memeluk erat pinggang Elliza. Dia menyembunyikan wajahnya di perut Elliza, pria tampan itu menangis tersedu-sedu membuat Elliza ikut menangis.
"Mama dan papa … aku rindu mereka, Elliz! Tadi … hiks … tadi aku lihat mereka saat aku memejamkan mata ku! Papa masih bisa jalan … mama juga masih hidup!"
"Aku rindu mereka, Elliz! Aku rindu masa kecilku!" Alex menangis mengadu pada Elliza.
Pria tampan itu bersikap seperti anak kecil yang sedang menangis karena di hukum oleh orang tuanya.
Keenan membuang wajahnya tak sanggup melihat keponakan tersayangnya menyedihkan seperti itu.
"Menangis lah, Sayang. Kalau memang itu bisa membuat hati mu lega! Tenanglah, mulai sekarang kamu tidak sendirian lagi. Ada aku yang akan menemani mu!"
"Keluarkan semua rasa sesak mu, Sayang! Aku siap mendengar nya. Keluarkan semua keluhan mu!" Elliza berucap serak, gadis cantik itu berusaha menahan tangisnya.
Hati istri mana yang tak hancur di kala melihat suami yang di cintai nya menangisi masa lalunya yang kelam.
Alex tak memperdulikan wibawa nya lagi. Saat ini dia hanya ingin menangis meluapkan rasa sesak yang membelenggu jiwanya.
Pria tampan itu merindukan masa kecilnya dulu. Saat di mana dirinya belum mendapatkan trauma.
Pria tampan itu sangat merindukan senyum hangat ibunya. Dia rindu bermanja-manja dengan kedua orang tuanya.
Hubungan Alex dengan kedua orang tuanya amatlah kental. Pria tampan itu merupakan anak yang berbakti, begitu juga dengan kedua orang tuanya yang sangat menyayangi Alex.
Elliza menepuk punggung Alex yang bergetar hebat. Pria tampan itu menangis sesenggukan seperti anak kecil.
"Sekarang ada aku yang menjadi istri kamu, Sayang. Ada aku yang akan menyayangi dan mendampingi kamu susah maupun senang. Ada aku tempat untuk kamu bermanja-manja!"
"Aku tahu aku bukanlah istri yang sempurna. Tapi, aku akan berusaha menjadi seperti yang kamu inginkan! Aku siap menjadi pendengar mu saat kamu butuh teman cerita!"
Suasana dalam ruangan tersebut sangatlah menyedihkan. Suara tangis Alex perlahan mereda, pria tampan itu melonggarkan pelukannya.
Alex mendongak menatap sendu wajah cantik Elliza.
"Jangan tinggalkan aku apa pun yang terjadi di masa depan. Aku tidak ingin merasa kehilangan lagi! Sudah cukup aku kehilangan masa remaja ku, Elliz. Aku tidak ingin kehilangan lagi!"
Alex menatap Elliza penuh harap. Pria tampan itu berharap istrinya itu takkan pergi dari kehidupan nya.
"Aku janji tidak akan meninggalkan mu, Sayang!" Elliza mengecup kening Alex penuh cinta membuat hati pria tampan itu menghangat.
*
*
*
Ada yang penasaran sama terapi khusus dari Elliza? 🤭🤭
Maaf, mungkin selama bulan Ramadhan up nya bakal banyak malam karena author siang hari jualan takjil 😁 terima kasih buat kakak yang udah mendoakan author 🥰❤️🙏 doa yang baik akan balik lagi pada orang yang mendoakan 🥰
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰
Mampir juga ke novel temen author❤️🙏🥰🌹