
Alex keluar dari kamar Elliza dengan raut wajah yang amat dingin. Pria tampan itu merasa kesal karena Elliza menamparnya. Para pelayan yang sedang beraktivitas terkejut melihat Alex keluar dari kamar Elliza.
Tanpa berkata sepatah katapun Alex segera menuju kamarnya. Pria tampan itu membersihkan tubuhnya di bawah guyuran shower.
Alex menatap senjatanya yang tadinya menegang perlahan tertidur kembali karena dinginnya air shower.
"Siall, sudah terjatuh tertimpa tangga lagi! Seharusnya aku bobol saja dia semalam kalau tahu respon nya akan seperti tadi. Enak sekali dia menamparku!" ketus Alex dengan nada kesal.
Pria tampan itu mengumpat kesal, dia gak terima Elliza menampar dirinya. Padahal, di luar sana sangat banyak para wanita yang rela tidur gratis bersama dengannya.
Terlebih lagi Alex memiliki wajah yang sangat tampan dan tubuh yang sangat indah. Sungguh, sangat sayang bila di abaikan pikur Alex.
Namun, gadis itu yang baru saja Alex kenal malah menampar dirinya seolah-olah menunjukkan penolakan yang hakiki.
"Dia seperti menolak ku, tapi, tubuh nya menginginkan sentuhan ku! Dia benar-benar menjatuhkan harga diri ku sebagai seorang pria. Berani-beraninya dia bersikap seperti itu!"
Alex tak berhenti merutiki Elliza. Pria tampan itu ingin sekali membungkam mulut Elliza dengan mulutnya.
Setelah di rasa puas menyirami tubuhnya dengan air dingin. Barulah Alex menyelesaikan acara mandinya.
Pria tampan itu keluar dari kamar mandi lalu segera memakai pakaiannya kembali.
Alex menatap pantulan dirinya di depan cermin. Pria tampan itu menyentuh pipinya yang di tampar oleh Elliza tadi pagi.
"Untung saja wajah ku tidak lecet, kalau saja sampai lecet sudah ku pastikan gadis itu harus bertanggung jawab atas perbuatannya!" gumam Alex dengan nada kesal.
Alex mengayunkan langkahnya beranjak keluar dari kamar menuju kamar sang ayah. Dia yakin sang ayah telah bangun tidur.
Benar saja, saat Alex datang.dia melihat ayahnya sedang bermain mobil-mobilan di atas ranjang.
"Morning, Pa!" ujar Alex menyapa sang ayah.
"Morning too, Al;" Balas sang ayah tersenyum ceria.
Alex mendekati sang ayah yang duduk di atas ranjang.
"Papa mandi dulu, ya! Habis itu sarapan,vm baru setelahnya bermain!" Alex berusaha memberikan pengertian pada sang ayah membuat pria tua itu mengangguk patuh.
"He'um, papa mandi!" balas sang ayah girang membuat Alex tersenyum kecil.
Pria tampan itu segera mengangkat tubuh ayahnya masuk ke dalam kamar mandi.
*
*
*
Karena Alex tahu sang ayah pasti ingin bermain. Karena sedari dulu, ayah nya selalu merengek ingin bermain di halaman belakang rumahnya
"Alex, papa mau duduk di tanah! Papa mau main mobil-mobilan nya di tanah! Boleh, 'kan Lex!" tanya sang ayah penuh harap menatap Alex dengan tatapan insten.
Bayangkan saja bagaimana perasaan Alex sekarang, ayahnya baru saja selesai dia mandikan. Namun, sang ayah sudah meminta main tanah.
Alex tersenyum kecil, pria tampan itu menganggukkan kepalanya lembut.
"Baiklah, kalau itu memang kemauan papa gak masalah! Alex gendong papa!"
"Yey … Alex hebat!" Pria paruh baya itu bersorak riang seraya bertepuk tangan nya.
Alex pun segera mengangkat tubuh sang ayah ku mendudukkan nya di tanah. Pria paruh baya itu segera bermain mobil-mobilan bersama dengan Alex.
"Ngeng … mobilnya jalan!" Alex tersenyum manis mendengar suara ayahnya yang terdengar bahagia.
Dia pun ikut bermain bersama dengan ayahnya. Pria tampan itu tertawa lepas karena tingkah laku sang ayah yang menggemaskan seperti anak kecil.
Di sudut ruangan, Elliza menatap itu semua di balik pintu. Gadis cantik itu merasa sangat bersalah pada Alex.
Dia ingin meminta maaf, namun, takut waktunya salah. Alhasil Elliza hanya bisa menatap wajah Alex dari kejauhan.
"Aku tunggu sebentar lagi saja," human Elliza pelan..
*
*
*
Huhu … kira-kira Alex bakal maafin gak ya🤭🤭..
Author nulis ini dengan mata yang nerem melek karena mengantuk. Jadi kalau ada typo komentar saja di paragraf nya biar nanti author revisi.
Bersambung
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰