Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Memijat Alex.


Elliza memijat pundak Alex dengan hati-hati. Gadis cantik itu sesekali menatap ke arah wajah tampan Alex dari jarak yang sangat dekat.


Bahkan, dia dapat mencium aroma maskulin tubuh Alex. Sangat menyegarkan bagi Elliza.


Alex bekerja dengan santai tanpa memperdulikan Elliza. Dia menikmati pijatan tangan mungil Elliza. Terasa pas di tubuhnya.


Tak lembek dan tak juga keras, dalam hati Alex mengakui kemampuan Elliza. Meski tangannya mungil, akan tetapi, kemampuannya tak dapat di ragukan lagi.


Pria tampan itu melingkarkan tangannya di perut Elliza agar tubuh gadis itu semakin merapat dengan tubuhnya.


Degg.


Jantung Elliza berdegup kencang, gadis itu merasa gugup karena tubuhnya dan tubuh Alex bersentuhan.


Entah mengapa bayangan dirinya saat tidur bersama Alex melintas begitu saja di pikirannya. 


Terlebih lagi bayangan di mana Alex membuat dirinya sampai pada puncak. Sontak saja pili Elliza merona membayangkan nya.


Oh tidak … apa yang telah kau bayangkan Elliza! Jangan membayangkan sesuatu hal yang dapat membuat dirimu ikutan mesum seperti pria datar yang sedang memangku mu itu.


Buru-buru Elliza menggelengkan kepalanya cepat. Gadis itu berusaha menepis pemikiran kotor nya itu.


Alex yang melihat Elliza menggelengkan kepalanya tak jelas pun merasa heran. Pria tampan itu menautkan alisnya sebelah.


"Ada apa denganmu? Kenapa geleng-geleng kepala tak jelas seperti itu?" tanya Alex datar, pria tampan itu menatap lekat wajah Elliza yang berjarak hanya beberapa senti dengannya.


Elliza mendongak menatap wajah tampan Alex. Tinggi tubuhnya hanya sebatas dada Alex salam posisi duduk.


Degg.


Tatapan keduanya bertemu, bahkan, hidung keduanya bersentuhan. Hembusan nafas Alex yang beraroma mint menerpa wajah Elliza.


Begitu juga dengan hembusan nafas Elliza yang beraroma vanila menerpa wajah Alex.


"Tidak ada, Tuan," jawab Elliza pelan seraya menggigit bibir bawahnya.


Sangat seksi itulah dua kata yang ada dalam pikiran Alex.


Pria tampan itu merasa gemas melihat Elliza menggigit bibir bawahnya. 


Apa gadis itu berusaha menarik perhatian nya?


Apa gadis itu berusaha menggoda nya?


Berbagai pertanyaan hadir dalam benak Alex. Pria tampan itu tanpa sadar mengangkat tangannya.


Jemarinya terheran untuk membelai bibir ranum Elliza. Gadis itu membuka sedikit mulutnya karena merasa ada desiran aneh dalam tubuhnya.


Di kala jemari Alex menyentuh bibir ranumnya. Tatapan Elliza berubah menjadi sayu.


"Apa kamu nyaman bekerja di sini?" tanya Alex pelan seraya terus membelai bibir Elliza.


Mata pria tampan itu hanya tertuju pada bibir ranum Elliza. Sepertinya membelai bibir ranum milik Elliza merupakan hobi barunya.


"Nyaman, Tuan! Semua orang-orang di sini memperlakukan saya dengan baik!" jawab Elliza seraya terus menatap Alex.


Bahkan, gadis itu telah menghentikan pijatan nya. Elliza meletakkan kedua tangannya di pundak Alex.


"Semalam aku melihat bibir mu terluka dan wajah mu lebam, siapa yang telah melukai mu?" tanya Alex menatap dalam bola mata Elliza.


Tangan pria itu sekarang berpindah membelai leher jenjang Elliza, dia menyibakkan rambut panjang Elliza ke belakang lehernya.


Tatapan Alex beralih ke leher jenjang putih mulus milik Elliza yang terlihat sangat menggoda dan nikmat bila di cicipi.


"Kemarin saat belanja di Mall, saya tidak sengaja bertemu dengan paman dan bibi saya! Mereka mengajak saya pulang dan kembali ke muncikari yang telah membeli saya!" jelas Elliza dengan suara bergetar menahan tangis.


Gadis itu merasa sesak ketika mengingat kembali kejadian tempo lalu, di mana bibi dan pamannya bertindak kasar pada Elliza.


"Apa aku perlu membalas perbuatan mereka untukmu?" tanya Alex dengan serius menatap lekat wajah cantik Elliza.


*


*


*


Woho … babang Alex to the poin banget ya, Bun🙈🤭 diam-diam cuek tapi perhatian 🤣🤣


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰