
"Ah … " Tubuh Alex bergetar setelah dirinya mencapai puncak yang kesekian kalinya. Nafas pria tampan itu tersengal-sengal.
Dia memeluk erat tubuh Elliza, Alex mencium aroma keringat Elliza dari ceruk lehernya.
Deggg.
Jantung Alex berdetak kencang seolah ingin melompat keluar dari dalam tubuhnya. Pria itu tersadar bahwa wanita yang baru saja dia tiduri adalah istrinya sendiri.
Bukan lagi wanita bayaran yang sudah tak p*rawan. Istrinya merupakan seorang gadis yang umurnya belum sampai 20 tahun.
"El-Elliz!" Alex bangkit duduk, pria tampan itu menepuk halus pipi Elliza.
"Hey, bangun! Aku mohon bangun." Alex panik, pria tampan itu merasa ketakutan.
Untuk pertama kalinya dia merasakan perasaan yang seperti ini. Biasanya Alex tak panik meski wanita yang ia gagahi pingsan atau terluka.
Namun, saat ini Alex menyesal karena telah menyakiti Elliza. Gadis yang baru sehari menjadi istrinya.
"Elliz, kamu bisa mendengarkan suara ku? Ayo buka matamu!" Suara Alex bergetar menahan rasa sesak di dadanya.
Alex mengungkap selimut tebal yang menutupi Elliza. Mata pria tampan itu terbelalak ketika melihat darah keluar dari sela-sela paha Elliza.
Bukan darah menstruasi karena Alex tahu darah menstruasi takkan sebanyak ini. Hatinya terasa sesak ketika melihat sekujur tubuh Elliza terdapat bekas kekasarannya dalam bercinta.
"Bodoh kau, Lex! Seharusnya kau bisa menahan batang mu agar tidak menyakiti Elliz. Seharusnya kamu melepaskan gairah mu pada wanita bayaran saja!" Alex merutuki dirinya sendiri karena telah bertindak salah.
Tak seharusnya dia menyakiti Elliza. Padahal Alex tahu bahwa Elliza berbeda dengan wanita bayaran yang pernah ia tiduri.
Alex bangkit dari ranjangnya lalu mengambil celana pendeknya dan memakai nya. Pria tampan itu menghubungi dokter wanita yang dia kenal nya.
"Aku mohon bertahanlah, Elliz! Maafkan aku … aku salah! Aku dibutakan gairah mu!" Alex memangku kepala Eliza, pria tampan itu tak tahu harus bagaimana.
Dia hanya bisa menggosok punggung tangan Elliza yang berubah menjadi dingin. Hati Alex bertambah sakit saat memperhatikan pelupuk mata Elliza yang membengkak.
Pasti istrinya itu menangis menahan sakit karena ulahnya. Menyesal? Tentu saja Alex menyesal karena pria tampan itu merasa bersalah.
"Aku mohon bertahanlah! Aku janji tidak akan menyakiti mu lagi! Maafkan aku … aku salah! Bangunlah, Elliz!" Pria tampan itu mengusap kening Elliza yang di penuhi keringat dingin seperti biji jagung.
Tak berselang lama dokter wanita yang di panggil Alex pun tiba.
"Tolong periksa istriku!" titah Alex seraya menyingkir dari dekat Elliza.
Dia bangkit berdiri di samping Elliza memberikan ruang untuk dokter tersebut memeriksa Elliza.
"Istri Anda pendarahan, Tuan! Kita harus segera membawanya ke rumah sakit. Nadinya lemah dan nafasnya tak teratur!" jelas dokter wanita tersebut membuat Alex membeku.
Pria tampan itu termangu, dia tak menyangka akibat perbuatannya Elliza bisa separah ini.
"Apa yang Anda tunggu, Tuan! Ayo bawa istri Anda ke rumah sakit! Pakaikan istri Anda pakaian!" ajak dokter wanita itu membuat Alex tersadar.
Pria itu segera mengambil pakaian piyama Elliza dalam lemari lalu memakaikan nya ke tubuh Elliza.
Pria tampan itu mengangkat tubuh Elliza ala bridal style. Alex berlari keluar dari rumahnya dengan bertelanjang dada.
Pria tampan itu tak sempat memakai pakaiannya karena terlalu panik. Alex merasa khawatir tentang keadaan Elliza.
Dia merasa amat bersalah.
Aku mohon bertahanlah! Kamu harus kuat!
Maafkan aku! Ini semua salahku.
Andai aku bisa mengontrol diriku sendiri kamu pasti tidak akan terluka.
Andai aku normal pasti semua ini tidak akan terjadi!
Kenapa semua ini harus terjadi padaku? Aku juga ingin normal seperti yang lainnya!
Aku ingin sembuh tanpa melakukan terapi!
Alasan Alex tak ingin melakukan terapi karena dia tak sanggup mengingat kembali masa lalunya, karena bila dia terapi maka hal yang paling dulu dokter lakukan adalah membuka tabir masa lalu Alex.
*
*
*
Kasihan Alex dan Elliza 🥺🥺🥺 Perlahan author akan membuka tabir masa lalu Alex 🤧🤧
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰