
Malam telah tiba, awan putih dan langit biru kini telah berubah menjadi hitam. Bintang-bintang yang indah bergelantungan di atas langit menemani sang rembulan yang mala mini bersinar dengan terang.
Elliza yang sedang berada di kamar pun tersentak kaget saat pintu kamarnya di ketuk.
Gadis cantik itu menyeret langkahnya untuk membuka pintu kamar. Terlihat Alex berdiri di depan pintu kamar dengan raut wajah yang datar.
“Tuan, apa ada yang Anda butuhkan?” tanya Elliza hati-hati.
Elliza sudah sah bekerja di rumah Alex sebagai pelayan, tentu saja gadis cantik itu sangat merasa bahagia dan bersyukur karena tidak sia-sia dia memanjat pagar rumah Alex.
Gadis itu memiliki tempat untuk berlindung dari orang-orang jahat yang akan mencelakainya.
“Ini ambil!” Alex menyerahkan beberapa bungkus kantong yang memiliki logo merek mahal.
“Apa ini, Tuan?” tanya Elliza polos.
“Pakaian dalam mu!” jawab Alex santai, pria tampan itu menggerakkan tubuh Elliza ke samping lalu dengan santainya dia masuk ke dalam kamar Elliza.
Elliza segera memeriksa isi bungkusan tersebut, mata gadis cantik itu berbinar sekaligus merasa malu melihat pakaian dalam yang sangat cantik dengan renda-renda di pinggirannya. Persis seperti kemauannya.
“Terima kasih, Tuan! Anda bisa memotong gaji saya bulan ini untuk menggantikan uang yang Anda keluarkan untuk membeli pakaian dalam saya!”
Gadis polos itu tersenyum manis, membuat Alex yang melihatnya terpana. Senyuman tulus dan polos seperti anak kecil tak berdosa.
Buru-buru Alex menormalkan detak jantungnya yang berdegup kencang karena melihat senyuman manis Elliza.
“Ekhm … gaji mu sebulan itu tidak akan cukup, pakaian dalam yang aku belikan itu limited edition. Tahan lama dan berguna mengencangkan dada mu! Harganya itu cukup untuk memberikan gaji mu selama setahun bekerja Bersama ku!” jelas Alex santai seraya menghempaskan bokongnya di ranjang.
Elliza yang mendengarnya pun melongo, gadis cantik itu tak menyangka Alex akan membelikan pakaian dalam semahal itu untuk dirinya. Andai bisa memilih Elliza ingin pakaian dalam yang murah saja.
Akan tetapi, gadis cantik itu sadar diri bahwa dia bukan siapa-siapa di sini. Elliza menggaruk tengkuknya yang tak gatal, kalua memang harganya semahal itu Elliza rela tidak di gaji selama satu tahun karena dia tidak ingin berhutang banyak pada Alex.
“Kalau begitu saya rela tidak di gaji selama satu tahun, Tuan. Asalkan uang yang Anda keluarkan untuk saya terbayar lunas. Saya di beri makan dan tempat tinggal saja itu sudah lebih dari cukup untuk saya!” ujar Elliza dengan nada sopan.
Alex yang mendengarnya pun merasa menghela nafas berat, sangat susah berhadapan dengan gadis polos seperti Elliza.
“Kalau boleh tahu dengan cara apa membayarnya, Tuan?” tanya Elliza polos membuat Alex tersenyum penuh arti.
“Yang pertama kamu lakukan sekarang adalah mencoba semua pakaian dalam yang aku belikan untukmu! Lalu perlihatkan padaku!” ujar Alex santai membuat Elliza membuka mulutnya lebar.
Gadis cantik itu ingin menolak akan tetapi ketika melihat sorot mata Alex yang menatapnya seolah-olah ingin menelannya hidup-hidup pun membuat gadis polos itu ketakutan.
Mau tak mau Elliza harus menuruti keinginan m Alex, toh, dirinya sudah terbiasa memakai bikini saat pergi ke pantai dulu.
“Baik, Tuan!” Elliza mengangguk patuh, gadis cantik itu segera beranjak menuju ke kamar mandi untuk memakai pakaian dalam yang telah di belikan oleh Alex.
"Semuanya cantik-cantik dan imut!" ujar Elliza ketika melihat pakaian dalam tersebut.
Elliza memilih mencoba yang berwarna merah terang, sesudahnya dia memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi. Dengan pipi merona Elliza keluar dari kamar mandi.
“Tuan!” panggil Elliza membuat Alex yang sedang mengotak-atik ponselnya pun langsung menatap ke arahnya.
Gleg.
*
*
*
Hihi babang Alex benar-benar 😜😜
**Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰**