Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
Lagi, Lagi dan Lagi!


Juliet menggigit bibirnya merasa gugup. Sudah hampir satu jam dia berada dalam kamar mandi, akan tetapi, dia belum juga keluar.


Itu semua karena gaun yang di pakai Juliet amatlah susah untuk di buka resleting nya. Juliet tak berani meminta bantuan pada Diego.


Entah mengapa malam ini dia merasa sangat gugup. Padahal malam ini bukanlah malam pertama mereka.


Namun, Juliet merasa gugup karena malam ini merupakan malam pertama mereka tidur bersama sebagai sepasang suami istri.


Dor dor dor.


Bukan suara tembakan melainkan suara pintu kamar mandi yang di gedor oleh Diego. Pria tampan itu merasa sangat khawatir sebab Juliet tak kunjung keluar.


"Sayang, are you okey?" teriak Diego di luar membuat Juliet semakin gugup.


"Haduh, gimana ini? Apa aku harus keluar dan meminta tolong pada Diego? Tapi … " Juliet merasa ragu, wanita cantik itu berjalan mondar-mandir di balik pintu kamar mandi.


"Sayang, buka pintunya atau aku dobrak!" tegas Diego dengan suara yang cukup keras.


Kelihatannya pria tampan itu benar-benar merasa sangat khawatir. Juliet yang mendengarnya pun terbelalak.


Dengan perasaan yang tak menentu Juliet membuka pintu kamar mandi. Wanita cantik itu dapat melihat Diego berdiri di depan pintu dengan raut wajah khawatir terpasang di wajah tampannya itu.


"Sayang … kok belum mandi?" tanya Diego heran melihat Juliet masih memakai pakaian yang sama.


"Gak bisa buka resleting nya," jawab Juliet pelan tak berani menatap wajah Diego.


Pria tampan itu menarik sudut bibirnya mendengar jawaban malu-malu Juliet.


Ah … entah mengapa istrinya itu terlihat sangat menggemaskan bila sedang malu-malu seperti itu.


"Sini aku buka!" Diego membalikkan tubuh Juliet membelakangi nya.


Lalu segera membuka resleting Juliet. Pria tampan itu menelan ludah kasar di kala gaun pengantin Juliet melorot ke lantai.


Menampilkan punggung mulus tanpa cacat dan penutup segitiga yang masih terpasang di bawah sana.


Gleg.


Ini namanya rezeki nomplok batin Diego berteriak bahagia.


"Terima kasih." Juliet ingin menutup pintu kamar mandinya, akan tetapi, Diego.lebuh dulu masuk lalu mencium rakus bibir Juliet.


Peperangan antara dua bibir itu tak dapat di elak kan lagi. Terlebih lagi salah satu pemilik bibir terlihat begitu serius dalam berperang.


Di mana tangan nya juga ikut berjelajah mencari benda harta Karun yang bisa dia genggam, elus dan cium.


Diego mengangkat tubuh ramping Juliet terduduk di atas wastafel. Tak membiarkan wanita cantik itu melenguh sedikit saja.


Diego langsung membungkam kembali bibir ranum milik Juliet. Bahkan, tangannya juga ikut melepaskan semua penutup harta benda milik Juliet.


Wanita cantik itu hanya bisa pasrah dengan mata yang terpejam dan menggigit bibirnya. 


Geli, nikmat dan sakit bercampur menjadi satu di kala pusaka keramat milik Diego kembali masuk ke dalam lembah gua nya.


Tubuh Juliet berguncang hebat karena gempa lokal yang Diego ciptakan sangatlah kencang.


Bahkan, membuat sesuatu di bawah sana terasa seperti longsor yang tanahnya runtuh secara tiba-tiba.


Begitu juga longsor buatan Diego di area inti Juliet sehingga membuat tubuh wanita itu terasa runtuh, lemah tak bertenaga.


Belum lagi banjir lokal yang di buat Diego sehingga membuat Juliet berulang kali mengeluarkan cairan di bawah sana.


"Kau sangat sempit, Sayang! Aku benar-benar gila padamu." Diego meracau seraya membalikkan tubuh Juliet.


Wanita cantik itu memegang pinggiran wastafel, di kala Diego melakukannya dengan gaya yang berbeda.


"Sayang … pelan-pelan."


"Iy sayang … oh Juliet! Jangan pernah tinggalkan aku lagi. I love you, Sayang!"


Diego mempercepat tempo permainan tersebut membuat tubuh Juliet bergetar hebat.


Ah …


Suara lenguhan panjang keluar dari bibir Juliet dan di susul oleh suara lenguhan Diego.


Pria tampan itu memeluk erat tubuh polos Juliet dari belakang. Pria tampan itu mengecup leher jenjang milik Juliet.


Niat hati hanya ingin memeluk guna meresapi keringat bekas cocok tanam yang mereka lakukan.


Akan tetapi, Juliet kembali menelan ludahnya di kala merasakan sesuatu kembali menusuk pinggang nya.


"Sayang, sekali lagi ya!" pinta Diego manja membuat Juliet mau tak mau harus mau.


Mereka pun kembali melakukan lagi dan lagi dalam kamar mandi tersebut. Diego berhenti saat Juliet tak memiliki tenaga lagi untuk sekedar berdiri.


"I love you my wife." Diego mengecup kening Juliet lembut.


*


*


*


Bersambung.


Okey … part Diego sudah selesai, di bab selanjutnya akan menceritakan kisah Alex si pria sadis.


Ada apa dengannya? Kenapa di panggil sadis? Akan terjawab di next bab😁😎🔥


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


Mampir Juga di novel temen author yang gak kalah bagusnya 🥰