Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S2 : Alex Si Buaya Darat.


Alex mengecup bibir Elliza sesaat, pria tampan itu menunggu respon Elliza dan ternyata gadis cantik itu tak menolak ciuman Alex. Perlahan pria tampan itu menyesapnya secara perlahan.


Kecupan itu berubah menjadi ciuman memabukkan, Alex benar-benar ahli dalam berciuman, pria tampan itu tak buru-buru sedikitpun. Dia menikmati kekakuan Elizza dalam membalas ciumannya.


Mungkin bila pria lain akan melakukannya secara menggebu-gebu. Namun, Alex berbeda, Pria tampan itu  memberikan kenyamanan nya terlebih dahulu pada Elliza.


Dia tidak ingin terlalu buru-buru karena takut Elliza akan merasa risih. Perlahan dan pasti tangan Alex yang tadinya menganggur kini berkelana mencari tempat bermainnya. Di mana tempat tersebut adalah pusat


bermainnya para bayi di seluruh dunia.


Eughh.


Elliza melenguh di sela-sela ciumannya di kala tangan Alex mengelus lembut pucak bukitnya. Lembut sangat lembut. Bahkan, Elliza merasa sangat nyaman.


Alex melepaskan ciumannya, pria tampan itu menatap lekat wajah cantik merona Elliza. Pipi gadis cantik itu memerah layaknya kepiting rebus. Alex tersenyum manis seraya membelai bibir basah Elliza perlahan.


“Bibir mu sangat manis,” puji Alex seraya menampilkan senyuman manisnya membuat Elliza terkesima. Untuk pertama kalinya dia melihat Alex tersenyum manis dan senyuman itu di tujukan ke arahnya.


“Apa sebelumnya kamu habis memakan madu? Kenapa bibir mu sangat manis?” Alex memuji rasa bibir Elliza, pria tampan itu kembali memainkan taktiknya dengan memuji Elliza terlebih dahulu.


Alex tahu betul bahwa wanita sangat suka di puji, dia akan memuji Elliza melambungkan gadis cantik yang sedang di pangkunya it uke atas awan-awan terlebih dahulu, sebelum dia bawa Elliza terbang ke lain tempat.


“Tidak, hanya saja saya tadi baru mencicipi kue yang saya buatkan untuk Anda, Tuan!” jawab Elliza pelan dengan mata yang terus menatap wajah tampan Alex.


Bahkan, gadis cantik itu tak berkedip saat menatap wajah tampan Alex. Elliza benar-benar sangat polos, gadis cantik itu tak sadar bahwa dirinya telah masuk perangkap seekor buaya darat yang ganas.


Buaya itu siap menerjang Elliza secara tiba-tiba.


“Kau membuatnya khusus untuk ku?” tanya Alex lembut seraya terus mengusap bibir ranum Elliza.


Pria tampan itu perlahan mengecup puncak kepala Elliza, dia mencium harum aroma rambut elliza yang beraroma bunga mawar merah.


“Iya, saya membuatkannya sebagai bentuk pernyataan maaf saya, Tuan!” Elliza tanpa sadar mengusap belakang leher Alex membuat pria tampan itu memejamkan tangannya menikmati elusan lembut tangan Elliza.


Elliza merasa bokongnya di tusuk oleh benda keras, gadis cantik dan polos itu menggoyangkan tubuhnya merasa tak nyaman dengan benda keras yang menusuk bokongnya sedari tadi.


Alex menjatuhkan dagunya di puncak kepala Elliza, pria tampan itu berusaha keras menahan diri untuk tak menerjang Elliza saat ini juga. Pria tampan itu tak ingin rencanya gagal, dia ingin memainkan perannya dengan baik. Alex tak ingin gegabah.


Pria tampan itu menahan pinggang Elliza agar gadis itu tak lagi menggoyangkan tubuhnya.


“Maksud Anda, Tuan?” tanya Elliza heran seraya menautkan alisnya.


“Tidak ada. Ayo suapi aku kue yang kau buat itu! Aku ingin mencicipinya.” Alex mencoba mengalihkan pembicaraan membuat Elliza segera mengangguk patuh.


Gadis cantik itu langsug mengambil sepotong kue kelapa yang di buatnya. Elliza menyuapi Alex dengan lembut membuat pria tampan itu kembali tersenyum manis.


Degg deggg.


Andai Alex bisa mendengar bunyi detak jantung Elliza yang berdegub kencang saat ini maka dapat di pastikan pria tampan itu akan tertawa karena rencanya berhasil.


“Masakan mu sangat enak!” puji Alex mengangkat jempolnya membuat Elliza tersipu malu.


“Saya senang kalua Anda menyukainya, Tuan! Sekali lagi saya ingin meminta maaf pada Anda karena saya telah lancang menampar Anda tadi pagi. Jujur saja itu adalah gerakan reflex bagi seorang wanita yang tiba-tiba bangun dari tidurnya dengan tubuh polos Bersama seorang pria. Saya telah berpikiran macam-macam karena sebelumnya banyak prai yang berniat melecehkan saya, Tuan! Sekali lagi saya minta maaf.”


Elliza menatap wajah tampan Alex dengan bola mata yang berkaca-kaca. Gadis cantik itu sangata takut bila Alex maih marah padanya.


Alex tersenyum penuh arti mendengarnya.


“Apa yang akan aku dapatkan kalua aku memaafkanmu?” tanya Alex tersenyum kecil membuat Elliza mengernyit bingung.


“Maksud Anda, Tuan?”


*


*


*


Woho ... babang Alex udah beraksi, Bun .. si buaya udah nunjujkkan hidungnya.


bersambung.


jangan lupa like, comen, vote dan beri rating lima yah kakak.


Salem Aneuk Nanggro Aceh.