
Elliza yang sedang bekerja terkejut di kala dirinya di panggil oleh kepala pelayan. Gadis cantik itu melihat ada dua orang wanita cantik dan satu pria jadi-jadian sedang menunggu kedatangan nya.
Kepala pelayan menjelaskan pada Elliza bahwa tiga orang tersebut adalah orang kiriman Alex.
Untuk merias Elliza, tak hanya merias. Gadis cantik itu juga akan di lulur dan di pijat. Wajahnya akan di facial treatment agar wajah Elliza makin glowing saat pergi ke pesta nanti.
Elliza tak bisa berkata apa-apa, gadis cantik itu hanya bisa patuh pada perintah Alex.
Elliza sangat menikmati perawatan mahal yang di berikan Alex untuknya. Seumur hidup baru kali ini Elliza di perlakukan bak seorang ratu.
"Kulit Anda sangat mulus, Nona. Apa sebelumnya Anda pernah melakukan perawatan?"
"Tidak! Aku hanya gadis desa yang sering memakai pakaian tertutup karena harus bekerja di ladang anggur. Di sana cuacanya sangat dingin dan segar!"
"Air nya juga sangat jernih. Kalau kami mandi maka kami akan mandi di sungai yang jernih!" jelas Eliza jujur.
Kehidupan Elliza sangat sederhana dan bisa di kategorikan pas-pasan. Rumah mereka tak memiliki air keran karena tak memiliki uang yang cukup untuk membayar setiap bulan.
Untung saja rumah Elliza terletak dekat dengan sungai jernih. Alhasil, Elliza mandi di sungai menggunakan bikini.
Itulah sebabnya Elliza tak malu berpenampilan seksi di hadapan Alex tempo lalu karena dirinya sudah terbiasa berpenampilan seperti itu.
Terlebih lagi budaya Amerika sangatlah terbuka.
"Apa di sana ada listrik?" tanya wanita itu merasa penasaran.
"Ada! WiFi juga ada! Gratis lagi, tapi, lelet karena satu WiFi yang pakai satu desa!" ujar Elliza tersenyum polos membuat mereka bertiga berusaha menahan tawa mereka.
Mereka tertawa karena cara berbicara Eliza yang terkesan polos dan bangga karena di desanya ada WiFi.
Oh Elliza … betapa polosnya dirimu! Apa kau tak sadar dengan siapa kau berbicara. Mereka bertiga adalah orang-orang kota yang tidak pernah merasakan lemot nya jaringan WiFi.
Alasannya adalah di rumah mereka sendiri sudah ada WiFi yang jaringan nya sangat cepat. Palingan lambat sesekali karena WiFi nya di curi alias di pakai tetangga tanpa permisi.
Mereka pun bercerita seraya melakukan aktivitas mereka. Elliza di rias secantik mungkin agar hasil kerja mereka dapat membuat Alex puas.
*
*
*
Lain Elliza, maka lain juga Alex. Pria tampan itu mengganggu waktu libur sekretaris nya.
Hari ini adalah hari Sabtu dan malam nya Jhon ingin mengajak do'i nya jalan-jalan. Namun, semua itu terpaksa hanya menjadi angan-angan nya saja.
Dikarenakan Alex tiba-tiba mengajaknya pergi ke salon. Sebagai bawahan yang berbakti dan berbudi pekerti Jhon harus selalu siap kapan pun Alex membutuhkan dirinya.
Namun, pria itu tak merasa masalah karena bayaran yang dia dapatkan dari Alex setimpal.
"Ke mana saya hantarkan Anda, Tuan?" tanya Jhon seraya menyetir.
Dua pria tampan itu memakai pakaian casual dan celana pendek sebatas lutut. Sungguh, wajah dan tubuh mereka menolak tua.
"Kit ke salon! Aku ingin memangkas rambut ku! Kira-kira rambut seperti apa yang sedang tren di kalangan anak muda sekarang, Jhon?"
Alex bertanya pada Jhon serius membuat pria tampan yang sedang menyetir itu melongo.
Sejak kapan tuan nya itu bertanya tentang trend rambut anak muda. Karena Alex yang dia kenal selama ini adalah sosok pria sempurna yang memiliki kepercayaan diri tingkat dewa.
Alex selalu ingin menjadi diri sendiri dengan gaya cool nya. Namun, sekarang tiba-tiba pria tampan itu bertanya tentang trend rambut anak muda?
Namun, Jhon yang memiliki IQ di atas rata-rata pun langsung bisa menebak isi pikiran Alex.
Biasanya pria dewasa yang ingin tampil muda tak lain tak bukan adalah pria yang sedang melakukan pendekatan dengan daun muda.
"Apa Anda sugar Daddy, Tuan?" tanya Jhon tanpa basa-basi membuat Alex terbatuk-batuk.
Uhuk … uhuk.
"Sialann kau, Jhon! Siapa yang kau panggil sugar Daddy? Kau kira aku sudah punya anak cucu, huh? Aku ini masih single dan awet muda! Jangan macam-macam kau … nanti kalau ada yang dengar bisa hancur image ku!" sentak Alex memukul kepala belakang bawahannya itu.
Bugh.
Jhon mengusap kepala belakang nya. Pria tampan itu berdecih dalam hati ketika mendengar kata-kata narsis yang keluar dari mulut Alex.
Cih … buat apa single kalau tidak perjaka! Ck … lajang rasa duda saja bangga! batin Jhon kesal mengumpat Alex.
"Jangan mengumpat ku dalam hati, Jhon!" cetus Alex membuat Jhon terbelalak.
"Bagaimana Anda tahu, Tuan?" tanya Alex terkejut.
"Kurang aj*r … jadi, kau benar mengumpat ku! Dasar sekretaris durhakim!" bentak Alex membuat Jhon ketakutan.
"Ampun, Tuan! Jangan marah-marah, nanti Anda cepat tua! Karena salah satu tanda orang tua yaitu cepat marah!" ujar Jhon panik berusahalah menyelamatkan dirinya dari amukan Alex.
"Huff … huff … aku masih muda! Aku masih muda!" Alex berusaha menenangkan dirinya sendiri membuat Jhon menghela nafas panjang.
Untung Tuan jatuh cinta nya Ama daun muda jadi bisa di kibulin dengan kata-kata tua batin Jhon lega.
*
*
*
Wkwkwkwk … babang Alex masih lajang tapi udah gak perjaka 🤭🤣🤣 alamat duda yang menang karena duda jujur ya, Bun🙈
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰