Gairah Cinta CEO Bastard

Gairah Cinta CEO Bastard
S3 : Kekesalan Damian


Waktu berjalan begitu cepat, detik berganti menit, hingga tak terasa arah jarum jam telah menunjukkan waktu pukul lima sore. Max yang telah menyelesaikan pekerjaan nya pun segera beranjak pulang.


Pria tampan itu mengayunkan langkahnya masuk ke dalam lift. Saat pintu lift hampir tertutup, sebuah tangan lebih dulu masuk ke tengah-tengah lift menghentikan lift tersebut.


Max menyeringai penuh arti ketika melihat siapa yang telah menghentikan lift. 


"Halo, Tuan!" sapa seorang wanita cantik memakai rok span pendek sebatas paha berwarna hitam. Di padukan dengan kemeja berwarna putih tulang berbahan sutra.


Kemeja yang wanita itu gunakan tembus pandang, sehingga membuat siapa pun dapat melihat warna penutup bukit kembar miliknya yang berwarna hitam 


Parahnya wanita cantik itu membuka tiga kancing kemejanya di hadapan Max membuat pria tampan itu mengusap bibirnya sensual.


"Kau sangat seksi, Katy! Masuklah kemari aku ingin menghilangkan rasa haus ku!" Max berkata dengan suara serak membuat Katy tersenyum senang.


Katy merupakan sekretaris Max, hubungan mereka bahkan bisa di katakan lebih dari atasan dan bawahan. Kerap kali keduanya melakukan hal yang tak seharusnya orang lajang lakukan.


Max senang karena Katy berbeda dengan wanita lain. Katy mau di ajak tidur tanpa adanya ikatan jelas, hanya sekedar saling memuaskan satu sama lain.


"Pas sekali, Tuan. Hari ini cuacanya juga sangat panas!" Katy masuk ke dalam lift tak lama kemudian pintu lift tertutup.


Katy membuka pakaiannya dan Max segera menarik pinggang wanita seksi itu.


Ah.


*


*


*


Seorang pria tampan memakai jas berwarna navy mengayunkan langkahnya memasuki perusahaan besar milik sahabatnya.


"Haiss … makin lama aku makin kesal. Kemarin Diego yang menikah dan sekarang Alex, mereka berdua sudah terkena virus bucin istrinya. Di ajak main wanita gak mau, di ajak ke bar langsung di tolak."


"Padahal dulu mereka yang mengajak ku dengan cara apa pun, bahkan tidak segan menculik ku dari mommy ku, dan sekarang setelah aku mengikuti jejak mereka. Eh … mereka malah insaf! Ini benar-benar tak adil, aku merasa di khianati!"


"Aku yang dulunya polos sekarang tidak polos lagi karena ulah para pak tua Bastard s*alan itu. Tidak bisa di biarkan, aku harus buat perhitungan pada mereka!"


"Enak aja, setelah mengajak ku sesat merek malah lepas tangan dan kembali ke jalan yang benar! Haruskah aku kembali menyesatkan mereka?"


"Eh … tapi, apa bedanya aku dengan setan kalau sampai menyesatkan mereka lagi? Ck … aku benar-benar frustasi!"


Pria tampan itu tak lain adalah Damian. Si bungsu dalam geng Bastard, pria itu tak terima karena dua dari sahabatnya telah insaf ke jalan yang benar.


Dia merasa di beri harapan palsu oleh para sahabatnya itu. Dulu Damian adalah pria yang sangat polos, namun, tak sengaja berkenalan dengan Max saat menjalin bisnis.


Mereka pantas di sebut setan oleh Damian. Karena merekalah sekarang pria tampan itu memiliki hobi meniduri anak gadis orang.


Benar-benar pengaruh yang buruk. Namun, satu kelebihan para Bastard yaitu tidak pernah menilai orang dari luar nya. 


Damian mendatangi perusahaan Max ingin meminta pertanggungjawaban pada pria yang telah mengajaknya menjadi Bastard.


Damian yang melihat kehidupan Alex dan Diego yang berubah menjadi lebih baik setelah menikah pun ingin ikutan. Namun, kebiasaan buruknya sangat sulit di ubah karena Damian telah candu melakukannya.


"Aku harus minta pertanggungjawaban pada, Max. Aku juga ingin berubah jadi baik, tapi, karena ulah setan itu aku sangat sulit berubah! Ah … andai dia setan dari golongan jin pasti sangat mudah di musnahkan, cukup di ruqiyah dia langsung balik ke kuburan!"


Damian menggerutu sedari tadi. Mulutnya tak berhenti komat-kamit seperti dukun yang membaca mantra. Para karyawan Max yang melihatnya pun bergidik ngeri.


Hanya dua kata yang membuat mereka tak mencela Damian yaitu "Untung Tampan"


Bila tak tampan sudah pasti mereka akan mengira Damian gila.


Damian menekan tombol lift dan pria tampan itu hanya bisa mendengus kesal ketika melihat Max sedang membetulkan resleting celananya dan Katy sedang merapikan bajunya.


"Dasar tukang sodok!" cecar Damian membuat Max tersenyum bangga seraya menepuk bokong Katy.


Puk.


"Ah … Tuan," rengek Katy manja membuat Damian merubah ekspresi nya menjadi jijik.


"Kalian berdua memang sangat cocok! Yang satu bastai dan yang satu lagi bi*tch," ketus Damian membuat kedua makhluk itu memutar bola matanya malas.


"Maling teriak maling," ujar Katy dan Max serempak.


*


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


Mampir Juga ke novel author yang ini, jangan khawatir gak ada pelakor ... ini novel tentang ayah nya Diego 😁😁 Udah TAMAT bisa langsung Marathon.